- Surya Paloh menyatakan Partai NasDem konsisten mendorong kenaikan ambang batas parlemen menjadi 7 persen pada Sabtu (19/9/2026).
- Usulan kenaikan ambang batas tersebut bertujuan untuk menyederhanakan jumlah partai politik agar tata kelola demokrasi lebih efektif.
- NasDem siap menghadapi risiko tidak lolos ke parlemen demi mengutamakan kepentingan nasional yang lebih besar daripada partai.
Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyatakan partainya tetap konsisten mendorong kenaikan ambang batas parlemen parliamentary threshold menjadi 7 persen dalam pembahasan RUU Pemilu.
Langkah ini dinilai penting untuk menyeleksi partai politik agar tata kelola demokrasi berjalan lebih efektif.
Ia menyampaikan, bahwa pandangan tersebut senantiasa diperjuangkan oleh Fraksi Partai NasDem di DPR RI dari pemilu ke pemilu.
"Dari pemilu ke pemilu memang NasDem paling eager (ingin sekali) untuk menaikkan tingkat parliamentary threshold. Saya harus katakan sejujurnya memang itu," kata Surya Paloh ditemui di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
![Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan pentingnya mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia. [Suara.com/Bagaskara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/19/58670-surya-paloh.jpg)
Ia menjelaskan, pertimbangan di balik usulan tersebut adalah penerapan selected party atau penyederhanaan jumlah partai di parlemen.
Sistem dengan jumlah partai yang lebih terbatas diyakini mampu membuat dinamika demokrasi lebih terarah dibandingkan sistem multipartai yang terlalu luas.
"Karena memang pertimbangan kita adalah selected party. Lebih sedikit partai untuk mengatur lalu lintas jalannya demokrasi di negeri ini, menurut pandangan kami," ujarnya.
Meskipun survei elektabilitas NasDem berada di kisaran 4 persen, Surya Paloh menegaskan partainya siap menanggung risiko tidak lolos ke parlemen demi mewujudkan gagasan tersebut.
"NasDem mengusulkan 7%, walaupun surveinya NasDem 4%. Jadi NasDem itu mengikhlaskan dirinya kalau dia enggak masuk di parlemen karena parliamentary threshold-nya tinggi, ya itulah bagian daripada keinginan kita mementingkan kepentingan nasional lebih besar daripada kepentingan partai," tuturnya.
Kendati begitu, ia menegaskan sikap NasDem sangat terbuka terhadap dinamika pembahasan bersama partai politik lain di DPR dan tidak memaksakan kehendak.
"Enggak bersikeras kali. Usulan pertama 7%. Kawan-kawan lain boleh berbicara ya," pungkasnya.