Update Covid-19 Global: Omicron BA.5 Sebabkan Gejala Baru yang Menyerang di Malam Hari

Kamis, 11 Agustus 2022 | 07:59 WIB
Update Covid-19 Global: Omicron BA.5 Sebabkan Gejala Baru yang Menyerang di Malam Hari
seberapa cepat penularan omicron - Ilustrasi gambar virus omicron (freepik)

Suara.com - Covid-19 subvarian Omicron BA.5 saat ini menjadi masalah di berbagai negara. Pasalnya, subvarian tersebut cepat menyebar dan membuat jumlah kenaikan kasus infeksi di berbagai negara naik.

Berdasarkan data Worldometers Kamis pagi, hingga saat ini total kasus Covid-19 mencapai 591,7 juta. Sementara itu dalam satu hari, tercatat kenaikan kasus sebanyak 587 ribu dengan angka tertinggi terjadi di Jepang yaitu 196 ribu.

Di samping itu, total angka kematian hingga saat ini telah mencapai angka 6,4 juta. Sementara dalam satu hari kemarin, tercatat kematian sebanyak 1.596. Untuk jumlah pasien yang telah sembuh tercatat 563,7 juta dan 873 ribu dalam satu hari kemarin.

Hingga saat ini kasus aktif tercatat 21,6 juta. Berbagai negara di belahan dunia juga masih mengupayakan untuk mengendalikan situasi yang ada, terutama kenaikan kasus akibat subvarian Omicron BA.5.

Rupanya, subvarian Omicron BA.5 ini sendiri juga menyebabkan gejala yang dirasakan pada malam hari. Melansir laman Independent, Ahli Imunologi dari Trinity College Dublin, Profesor Luke O'Neill mengungkapkan subvarian baru ini sering menyebabkan gejala pada malam hari.

Subvarian baru ini juga dinilai berbeda dengan jenis yang lainnya. Bahkan, subvarian BA.5 ini juga bisa menginfeksi orang yang baru saja sembuh setelah terinfeksi Covid-19 dalam waktu singkat.

Profesor O’Neill sendiri mengungkapkan, gejala tambahan yang timbul sendiri yaitu munculnya keringat pada malam hari.
“Satu gejala tambahan dari BA.5 yang saya lihat pagi ini adalah keringat malam,” kata Profesor Luke.

Subvarian BA.5 ini juga yang saat ini mendorong lonjakan kasus di sejumlah negara bersama dengan BA.4. Menurutnya, Covid-19 saat ini juga akan menimbulkan gejala yang berbeda, apalagi virusnya telah mengalami perubahan.

Selain itu, kenaikan kasus yang drastis ini sendiri juga ditakutkan akan adanya kebangkitan Covid-19 ke depannya. Apalagi munculnya berbagai gejala baru, khususnya keringat di malam hari yang sebelumnya tidak terjadi.

Baca Juga: Update COVID-19 Jakarta 10 Agustus: Positif 2.224, Sembuh 1.670, Meninggal 4

Meskipun demikian, Prof O’Neill juga mengungkapkan, vaksinasi akan sangat membantu mengurangi risiko gejala yang parah saat mengalami Covid-19.

Untuk itu, menurutnya vaksinasi akan sangat membantu menghindari gejala parah pada seseorang.

Seperti yang diketahui subvarian BA.5 ini sendiri pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada bulan Februari.

Setelah itu, satu bulan kemudian subvarian BA.4 diidentifikasi di negara yang sama. Hingga kini subvarian yang satu ini sudah menyebar di berbagai negara di dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI