Bukan karena Malas, Ini Alasan Berat Badan Orang yang Obesitas Tak Kunjung Turun Walau Diet Ketat

Minggu, 14 Agustus 2022 | 17:22 WIB
Bukan karena Malas, Ini Alasan Berat Badan Orang yang Obesitas Tak Kunjung Turun Walau Diet Ketat
Ilustrasi lelaki mengalami obesitas. (Shutterstock)

Suara.com - Ada banyak orang melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badan. Namun, hanya beberapa dari mereka yang berhasil.

Para peneliti dari University of Ottowa telah mengidentifikasi penyebab seseorang dengan berat badan berlebih tetap tidak bisa menghilangkan lemaknya meski sudah berdiet.

Temuan yang terbit di jurnal eBioMedicine The Lancet pada Rabu (10/8/2022) ini bertentangan dengan kepercayaan lama bahwa menurunkan berat badan cukup hanya dengan diet saja.

Padahal, beberapa orang perlu melakukan usaha ekstra untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, seperti berolahraga.

"Temuan ini memberi tahu kami bahwa ketika ada penderita obesitas yang tidak menanggapi (metode) pembatasan diet, mereka harus dialihkan ke aktivitas fisik," kata ahli endokrinologi Robert Dent.

Ilustrasi obesitas. [unsplash]
Ilustrasi obesitas. [unsplash]

Dent mengatakan kelompok obesitas yang resisten terhadap metode diet hanya ada di tingkat 20 persen untuk menurunkan berat badan.

"Mereka adalah orang-orang yang harus memprioritaskan olahraga," sambungnya, dikutip dari New York Post.

Hasil studi ini didasarkan pada catatan klinis 5.000 pasien, dengan 20 wanita diminta untuk berpartisipasi dalam rejimen olahraga, yang dirancang untuk menganalisis perubahan metabolisme otot rangka.

Metabolisme lemak di otot rangka diatur oleh mitokonria, dan penderita obesitas yang tahan terhadap diet menunjukkan aktivitas mitokondria yang lebih rendah daripada kelompok obesitas yang sensitif terhadap diet.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Akan Ceraikan Sabrina Chairunnisa Jika Obesitas

Selama bertahun-tahun, penderita obesitas yang tidak berhasil menurunkan berat badannya dinilai tidak disiplin mengikuti rencana diet yang telah diberikan.

Namun kini, peneliti berharap adanya pendekatan baru kepada pasien dengan menyesuaikan kondisi mereka sebenarnya.

"Temuan ini memiliki implikasi klinis dan mengungkap mekanisme molekuler yang akan mendorong penelitian tahun-tahun mendatang," tandas Dent.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI