Obesitas di Usia 29 Tahun, Pria Ini Berhasil Turunkan 54 Kilogram Dalam 6 Bulan

Senin, 15 Agustus 2022 | 19:50 WIB
Obesitas di Usia 29 Tahun, Pria Ini Berhasil Turunkan 54 Kilogram Dalam 6 Bulan
Ilustrasi lelaki mengalami obesitas. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang obesitas berjuang menurunkan berat badannya, seperti yang terjadi pada seorang pria berusia 29 tahun asal India ini.

Dulunya, ia memiliki berat 190 kilogram dan ineks massa tubuh (IMT) 75. IMT di atas 30 dinilai obesitas.

Selama obesitas, sang pria mengalami beberapa masalah kesehatan, seperti sesak napas dan nyeri sendi akibat kenaikan berat badan yang progresif.

Meski ia telah melakukan beberapa upaya, tetap saja tidak membuahkan hasil. Karena hal itu, ia pun mulai memeriksakan dirinya dan mendapat saran untuk melakukan operasi bariatrik mini gastric bypass.

Ia pun menjalani operasi bariatrik atau operasi penurunan berat badan di Rumah Sakit Yashoda. Kini, ia pun kehilangan 54 kilogram dalam 6 bulan.

Operasi bariatrik mengubah lambung untuk pasien obesitas ekstrem. (Shutterstock)
Operasi bariatrik mengubah lambung untuk pasien obesitas ekstrem. (Shutterstock)

Kondisinya pulih setelah operasi yang sukses, yang termasuk masalah sesak napas dan nyeri sendinya. Ia juga tidak menunjukkan adanya komplikasi.

Operasi bariatrik merupakan istilah untuk semua jenis operasi penurunan berat badan dengan membuat perubahan pada sistem pencernaan. Mini gastric bypass merupakan salah satu jenisnya.

"Mini gastric bypass (MGB) adalah operasi penurunan berat badadn bypass lambung laparoskopi singkat, sederhana, dan berpotensi tinggi untuk sukses," kata para dokter di Rumah Sakit Yashoda, dilansir The Health Site.

Menurut ahli bedah Rumah Sakit Yashoda, Kona Lakshmi Kumari, dalam kasus ini sang pria tidak dapat menurunkan berat badan dengan metode tradisional, walau sudah berolahraga dan diet ketat.

Baca Juga: Lakukan Operasi Bariatrik, Berat Badan Melly Goeslaw Turun Drastis

Karenanya, ia merekomendasikan operasi bariatrik mini gastric bypass.

"MGB merupakan prosedur restriktif dan mal-penyerapan karena mengurangi ukuran lambung, membatasi jumlah asupan makanan dan membatasi penyerapan makanan di usus," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI