Hotman Paris dan Sang Anak Pernah Sama-Sama Depresi, Benarkah Ini Faktor Genetik?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Hotman Paris dan Sang Anak Pernah Sama-Sama Depresi, Benarkah Ini Faktor Genetik?
Kasus Viral yang DIbantu Hotman Paris (Instagram/hotmanparisofficial)

Anak Hotman Paris mengaku pernah depresi dan sang ayah pun sama hingga ingin bunuh diri.

Suara.com - Anak sulung Hotman Paris Hutapa, Frank Hutapea mengaku dirinya dan adiknya, Felicya Hutapea pernah mengalami depresi.

Tetapi, Frank Hutapea berpendapat bahwa depresi yang dialami mereka mungkin juga faktor keturunan dari sang ayah, Hotman Paris Hutapea.

Frank Hutapea mengatakan bahwa ayahnya pernah ingin bunuh diri karena depresi merasa tidak sukses seperti temannya.

"Menurut gue mental health itu ada genetic-nya. Dia (Hotman Paris) pernah hampir bunuh diri karena dia merasa enggak sukses. Itu cerita enggak dibuat-buat," kata Frank Hutapea dalam konten Melaney Ricardo yang tayang pada Selasa (16/8/2022).

Baca Juga: Ria Ricis Menangis, Tak Kuat Dengar Gunjingan Netizen Mengenai Baby Moana

Sedangkan, Frank juga pernah mengalami depresi pada 2015 lalu karena merasa tidak sekaya teman-temannya. Lalu Felicya mengalami depresi karena sulit diterima kerja di London, Inggris.

Frank Hutapea [YouTube Melaney Ricardo]
Frank Hutapea [YouTube Melaney Ricardo]

Sebenarnya dilansir dari Hello Sehat, ada berbagai penyebab depresi, seperti peristiwa traumatis, konsumsi obat-obatan hingga menderita penyakit kronis.

Tapi, banyak penelitian mengklaim bahwa depresi juga mungkin faktor genetik. Shizhong Han, Ph.D., seorang profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Johns Hopkins Medicine berpendapat orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat depresi 20-30 persen lebih berisiko mengalami depresi.

Ada sebuah studi yang meneliti seberapa sering depresi dialami oleh anak kembar bisa saling mempengaruhi.

Hasilnya menunjukkan sepasang anak kembar yang tidak identik cenderung mengalami depresi berat pada tingkat 20 persen. Sedangkan, anak kembar identik mengalami depresi pada tingkat yang lebih tinggi 50 persen.

Baca Juga: Roy Kiyoshi Idap Kardiomiopati dan Divonis Bertahan 2 Tahun, Begini Perawatan Jangka Panjangnya

Sehingga temuan ini semakin meyakini bahwa riwayat depresi pada keluarga bisa meningkatkan risiko tersebut.

Saat orang memperhatikan tingkah laku anggota keluarganya yang depresi, mereka bisa tanpa sadar juga rentan mengalami depresi karena seolah-olah merasakan hal yang sama.

Komentar