4 Fakta Nyamuk Aedes Aegypti, Penyebab DBD yang Dialami Atta Halilintar

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 22 Agustus 2022 | 07:47 WIB
4 Fakta Nyamuk Aedes Aegypti, Penyebab DBD yang Dialami Atta Halilintar
Ilustrasi gambar nyamuk Aedes Aegypti (pixabay)

Suara.com - Aurel Hermansyah bagikan kabar kalau suaminya Atta Halilintar tengah dirawat di rumah sakit akibat demam berdarah dengue (DBD). Aurel menyebut Atta kemungkinan harus jalani perawatan di rumah sakit selama satu minggu.

DBD merupakan penyakit infeksi virus dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.

Gigitan nyamuk secara umum memang bisa sebabkan kulit gatal dan bentol-bentol. Tetapi, untuk jenis nyamuk tertentu bisa jadi menyebabkan penyakit tertentu. Salah satunya, nyamuk aedes aegypti yang jadi penyebab DBD.

Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan, kenali empat fakta mengenai nyamuk aedes aegypti berikut ini.

1. Penyebab Utama Demam Dengue

Dalam buku Waspadai Gigitan Nyamuk yang ditulis Agus Susanto dijelaskan bahwa nyamuk aedes aegypti merupakan vektor utama, atau dominan 95 persen, dalam penyebaran demam dengue. Selain demam dengue, nyamuk itu juga merupakan vektor penularan penyakit chikungunya, demam kuning, dan zika.

2. Punya Karakter Khusus

Nyamuk aedes aegypti memiliki ciri-ciri pada badan dan tungkainya terdapat warna belang hitam dan putih. Nyamuk ini menggigit dan mengisap darah manusia sepanjang hari, terutama antara pukul 8.00 hingga 10.00 dan antara pukul 15.00 hingga 17.00. Biasanya, nyamuk jenis ini tidak ditemukan di daerah dengan ketinggian lebih dari seribu meter di atas permukaan laut.

3. Tidak Suka Terbang Jauh

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), aedes aegypti lebih suka tinggal di dekat dan menggigit manusia. Nyamuk ini hanya akan terbang dalam jarak beberapa blok sehingga korban gigitan nyamuk dapat dipastikan berada di sekitar sarang nyamuk tersebut. Nyamuk ini biasanya hidup di dalam dan di luar ruangan.

4. Lebih Banyak Berkembang Biak Saat Musim Hujan

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular drh. Didik Budijanto, M.Kes., mengatakan bahwa musim hujan identik dengan peningkatan kasus dengue. Hal ini terjadi karena banyaknya habitat baru nyamuk vektor demam dengue di sekitar permukiman penduduk.

Semula kasus dengue banyak terjadi di daerah yang padat penduduk. Tapi sekarang juga sudah mulai bermigrasi ke daerah-daerah yang mungkin ada potensi bagi mereka untuk bisa berkembang biak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar dari Atta Halilintar, Ingat Lagi Cara Pencegahan DBD dari Rumah

Belajar dari Atta Halilintar, Ingat Lagi Cara Pencegahan DBD dari Rumah

Health | Senin, 22 Agustus 2022 | 07:34 WIB

Sedang Diderita Atta Halilintar, Ketahui 2 Jenis Demam Berdarah Berdasarkan Keparahan Gejalanya

Sedang Diderita Atta Halilintar, Ketahui 2 Jenis Demam Berdarah Berdasarkan Keparahan Gejalanya

Health | Senin, 22 Agustus 2022 | 07:40 WIB

Atta Halilintar Sakit DBD, Begini Perawatan di Rumah Sakit Agar Cepat Sembuh

Atta Halilintar Sakit DBD, Begini Perawatan di Rumah Sakit Agar Cepat Sembuh

Health | Minggu, 21 Agustus 2022 | 19:58 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB