5 Hal yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Asupan Protein

Risna Halidi | Suara.com

Selasa, 23 Agustus 2022 | 05:40 WIB
5 Hal yang Terjadi Jika Tubuh Kekurangan Asupan Protein
Ilustrasi makanan sumber protein. (Elements Envato)

Suara.com - Protein terbukti merupakan sumber nutrisi baik bagi tubuh. Protein sendiri terbagai dalam dua jenis yaitu protein nabati dan protein hewani.

Keduanya sangat penting, sampai-sampai bisa memberikan efek tertentu jika kekurangan atau kelebihan konsumsi.

Dikutip dari News18, berikut lima hal yang bisa terjadi pada tubuh jika kekurangan asupan protein.

1. Saat Diet, Berat Badan Tak Kunjung Turun
Melakan diet dan berharap berat badan turun akan menjadi sia-sia jika tubuh kekurangan asupan protein.

Kekurangan protein akan membuat tubuh tidak dapat memperbaiki otot dengan benar, yang pada akhirnya menyebabkan hilangnya otot yang diperoleh dengan susah payah alih-alih membakar lemak.

2. Suasana Hati yang Tidak Stabil
Asu pan protein yang rendah juga dikaitkan dengan suasana hati yang tidak stabil, menjadi cepat marah, dan kabut otak.

Protein sendiri sangat penting untuk mensintesis berbagai hormon dan neurotransmiter yang bertanggung jawab atas suasana hati, misalnya serotonin, hormon yang membuat seseorang merasa aman dan bahagia.

Karena itu, kekurangan asupan protein dapat menyebabkan fluktuasi suasana hati seseorang.

3. Ngidam
Tubuh kita membutuhkan nutrisi khusus untuk berkativitas. Kekurangan protein menyebabkan kadar gula darah turun, yang memicu kebutuhan tubuh untuk memperbaikinya dengan cepat.

Konsumsi makanan kaya protein akan memastikan kadar gula darah dan menekan keinginan makan yang aneh-aneh.

4. Kekuatan Tulang
Kalsium sangat penting untuk kerangka tubuh. tetapi tahukah Anda bahwa 50 persen tulang kita adalah protein?

Selain vitamin D dan Kalsium, protein makanan sangat penting untuk kesehatan tulang. Protein memainkan peran besar dalam menjaga kepadatan tulang seiring bertambahnya usia.

5. Masalah Kulit, Rambut, dan Kuku
Kulit, rambut, dan kuku sebagian besar terbuat dari protein, dan secara alami, kekurangan protein juga akan memengaruhinya.

Kekurangan protein yang parah bahkan dapat menyebabkan kemerahan, kulit terkelupas dan depigmentasi. Bahkan bisa membuat rambut menipis, rambut rontok dan kuku rapuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berikut Manfaat Dari Bunga Tapak Dara, Diantaranya Mengobati Kanker

Berikut Manfaat Dari Bunga Tapak Dara, Diantaranya Mengobati Kanker

| Senin, 22 Agustus 2022 | 23:47 WIB

Tim Forensik: Ada 2 Luka Fatal di Tubuh Brigadir J, di Dada dan Kepala

Tim Forensik: Ada 2 Luka Fatal di Tubuh Brigadir J, di Dada dan Kepala

Jakarta | Senin, 22 Agustus 2022 | 19:32 WIB

Temuan 2 Luka Fatal di Tubuh Brigadir J

Temuan 2 Luka Fatal di Tubuh Brigadir J

Sulsel | Senin, 22 Agustus 2022 | 16:53 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB