15 Persen Pasangan Alami Gangguan Kesuburan, Apa Sebab?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 29 Agustus 2022 | 09:27 WIB
15 Persen Pasangan Alami Gangguan Kesuburan, Apa Sebab?
Ilustrasi gangguan kesuburan.

Suara.com - Hampir setiap pasangan menikah ingin segera untuk memiliki buah hati. Tapi, tidak semua pasangan akhirnya bisa untuk diberi keturunan.

CEO Morula Indonesia Dr. dr Ivan Rizal Sini SpOG mengatakan sebanyak 15 persen pasangan mengalami gangguan kesuburan. Menurut Ivam gangguan kesuburan sekarang banyak dialami pasangan, sekitar 10 persen hingga 15 persen pasangan di Indonesia kesulitan mendapatkan keturunan.

Dikutip dari ANTARA, Senin, (29/8/2022), Ivan menjelaskan bahwa gagangguan kesuburan di antaranya kualitas sperma dan sel telur. Untuk sperma, berkontribusi 45 persen pada permasalahan kesuburan.

Ilustrasi sperma (Shutterstock).
Ilustrasi sperma (Shutterstock).

Kemudian gaya hidup turut berperan dalam memicu gangguan kesuburan. Akan tetapi yang banyak melakukan konsultasi adalah perempuan, padahal permasalahannya pada kualitas sperma laki-laki.

"Gaya hidup seperti merokok, tidur kurang, kurang gerak, dan stres bisa menjadi kombinasi faktor pemicu kesuburan sperma pada laki-laki," Tapi sekarang mulai berbeda, banyak pihak laki-laki yang berinisiatif konsultasi ke dokter," kata Ivan.

Layanan bayi tabung (IVF) menjadi salah satu alternatif bagi pasangan untuk memiliki keturunan. Berdasarkan data dari PERFITRI (Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia) total siklus program IVF di Indonesia pada tahun 2021 tercatat mencapai lebih dari 13.000 siklus.

Menariknya, dari total angka tersebut, Morula IVF Indonesia, salah satu layanan fertilitas bayi tabung (IVF) terbesar di Indonesia menguasai hampir 50 persen market share tahun lalu di industri bayi tabung seluruh Indonesia. Terbaru, mereka hadir di resmi hadir di RS Mentari Tangerang, berlokasi di lantai 2 dan 3, Jl. Raya Legok - Karawaci, Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, Banten.

Dalam keterangannya, Senin, (29/8/2022), Khusus di wilayah Tangerang sendiri, tercatat 670 pasang menjalani program bayi tabung, sebesar 32 persen berasal dari Morula IVF Tangerang.

"Kami mengedepankan konsep comprehensive fertility centre, yaitu tidak hanya fokus kepada pelayanan bayi tabung (IVF) semata, namun lebih meluas kepada pelayanan fertilitas yang menyeluruh. Kami yakin mampu menjangkau captive market yang lebih luas di wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan, Serang, Cilegon yang ingin melaksanakan program In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung," ujar Chief Executive Officer PT. Morula Indonesia, DR. dr. Ivan Rizal Sini, SpOG, MD, FRANZCOG, GDRM, MMIS.

Ivan menjelaskan, tingkat kesuksesan bayi tabung (IVF) Morula IVF Tangerang sendiri, tercatat Fresh Embryo Transfer memiliki peluang keberhasilan sebesar 40-45 persen, sementara transfer embrio beku atau Frozen Embryo Transfer (FET) sebesar 50-55% peluang kehamilan, dengan pencapaian tingkat keberhasilan tertinggi hingga 75%.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biaya Program Bayi Tabung di Kota Makassar Rp80 Juta, Diklaim Lebih Murah Dari Jakarta

Biaya Program Bayi Tabung di Kota Makassar Rp80 Juta, Diklaim Lebih Murah Dari Jakarta

Sulsel | Minggu, 28 Agustus 2022 | 18:58 WIB

Heidi Montag Lakukan Maternity Shoot Tanpa Busana, Ceritakan Perjuangan Panjang Dapat Anak Kedua

Heidi Montag Lakukan Maternity Shoot Tanpa Busana, Ceritakan Perjuangan Panjang Dapat Anak Kedua

Lifestyle | Selasa, 23 Agustus 2022 | 18:22 WIB

Bikin Terharu, Wanita 70 Tahun Akhirnya Punya Anak Setelah 54 Tahun Menikah

Bikin Terharu, Wanita 70 Tahun Akhirnya Punya Anak Setelah 54 Tahun Menikah

| Senin, 22 Agustus 2022 | 12:27 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB