Bukan Cuma Gaya Hidup, Udara Dingin dan Polusi Udara Ternyata Juga Bisa Sebabkan Hipertensi Loh

Kamis, 01 September 2022 | 09:15 WIB
Bukan Cuma Gaya Hidup, Udara Dingin dan Polusi Udara Ternyata Juga Bisa Sebabkan Hipertensi Loh
Ilustrasi polusi udara. (Elements Envato)

Suara.com - Gaya hidup tidak sehat seperti terlalu banyak konsumsi makanan tinggi garam, kurang berolahraga, merokok, minum alkohol, hingga stres dan kurang istirahat menjadi penyebab utama hipertensi.

Tetapi, faktor lingkungan pun ternyata punya pengaruh besar loh. Dokter Spesialis Saraf RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S., mengungkapkan bahwa udara dingin dan polusi udara juga menjadi faktor tambahan penyebab hipertensi.

"Hipertensi cenderung lebih tinggi saat udara dingin. Hal itu karena suhu rendah bisa membuat pembuluh darah menyempit secara sementara," kata dokter Eka saat webinar, Rabu (31/8/2022).

Ilustrasi hipertensi (Shutterstock)
Ilustrasi hipertensi (Shutterstock)

Udara dingin juga dapat meningkatkan tekanan darah karena akan lebih banyak tekanan yang diperlukan untuk memaksa darah melewati pembuluh darah lewat arteri yang menyempit.

Sedangkan faktor polusi udara juga telah dibuktikan melalui banyak penelitian yang menunjukkan kalau tidak hanya menyebabkan hipertensi, tapi juga meningkatkan risiko terjadinya stroke.

Hal tersebut berkaitan dengan lamanya paparan, usia, dan adanya risiko penyakit kardiovaskular seperti diabetes.

"Emisi dari kendaraan bermotor merupakan;penyebab utama, lebih dari 90 persen, polusi udara di daerah urban," ujarnya.

Sebuah penelitian pada 2020 menunjukkan secara bermakna paparan jangka lama terhadap PM2.5 atau partikel kecil polusi udara akan meningkatkan risiko stroke iskemik dan stroke perdarahan. Ditambah lagi beberapa gaya hidup masyarakat juga mampu memicu hipertensi seperti diet yang tidak sehat dan cenderung jarang bergerak.

"Gaya hidup seperti itu dapat meningkatkan risiko hipertensi yang merupakan faktor penyebab stroke juga," ujarnya.

Baca Juga: Daging Kambing Kerap Dituding Jadi Biang Kerok Hipertensi, Dokter Spesialis Saraf: Perlu Penelitian Lebih Lanjut

Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila memiliki tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg.

"Salah satu yang menjadi tantangan dalam penanganan hipertensi adalah pasiennya kadang tidak sadar kalau mereka mengidap hipertensi dan baru ketahuan saat tekanan darah sudah di angka yang sangat tinggi," pungkasnya.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia, (WHO) pada 2021 terdapat 1,4 milyar orang di dunia hidup dengan hipertensi. Dari jumlah tersebut hanya 14 persen orang yang memiliki tekanan darah terkontrol.

Sedangkan di Indonesia sendiri, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2018 tercatat bahwa prevalensi hipertensi sebanyak 34,31 persen. Tetapi hanya 8,8 persen yang terdiagnosis, 13 persen lainnya tidak minum obat, serta 32,3 persen yang minum obat namun tidak teratur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI