Anak dengan Katarak Kongenital Bisa Dapat Kacamata Gratis, Begini Caranya

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Minggu, 16 Oktober 2022 | 10:03 WIB
Anak dengan Katarak Kongenital Bisa Dapat Kacamata Gratis, Begini Caranya
Ilustrasi bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Katarak kongenital termasuk salah satu penyakit kelainan yang bisa terjadi pada anak baru lahir. Saat lahir, bayi-bayi dengan katarak kongenital memiliki mata yang diselimuti lapisan putih, sehingga tidak bisa melihat dan merespon gerakan di sekitarnya. 

Jika tidak ditangani dengan benar, masalah katarak kongenital itu akan memengaruhi tumbuh kembang anak akibat tidak bisa melihat.

"Karena 83 persen dari kemampuan manusia mengolah informasi berasal dari indera penglihatan. Siklus kehidupan manusia sejak lahir sampai lansia memerlukan penglihatan sebagai jendela dunia," kata domter spesialis mata Prof. Dr. dr. Nila F Moeloek, Sp.M(K)., saat konferensi pers Optik Tunggal di Jakarta beberapa waktu lalu.

Operasi katarak gratis di Rumah Sakit Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (29/7).
Operasi katarak gratis di Rumah Sakit Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (29/7).

Gejala awal katarak kongenital pada anak-anak biasanya terlihat pada pupil yang berwarna putih. Penyebabnya antara lain, infeksi intra uterin dari ibu hamil ke janin akibat kelainan genetik, penyakit metabolik pada janin, dan atau kelainan mata lainnya. 

Prof Nila melanjutkan bahwa pengobatan katarak kongenital disarankan untuk operasi lens mata secepat mungkin. Tetapi pada bayi dan anak-anak hal itu tidak bisa dilakukan karena berat badannya masih kurang. Sehingga, alternatif lainnya dengan penggunaan kacamata khusus.

Teknik operasi katarak kongenital sangat berbeda dengan teknik operasi katarak pada orang dewasa. Apabila operasi katarak kongenital gagal juga berisiko sebabkan anak buta 100 persen. 

"Kacamata khusus ini harus segera diberikan agar anak dapat melihat lebih jelas dan mencegah amblyopia atau mata malas," ucap mantan Menteri Kesehatan periode 2014-2019 tersebut.

Ia menambahkan, operasi untuk katarak kongenital memang dijamin pada BPJS. Tetapi, untuk kacamata hanya bisa didapat dengan BPJS dua tahun sekali.

Tetapi, kacamata khusus untuk katarak kongenital tergolong mahal. CEO Optik Tunggal Alexander Kurniawan mengungkapkan kalau harga satu kacamata minimal bisa mencapai Rp 10 juta.

baca juga

Sementara, anak-anak dengan katarak kongenital itu juga biasanya perlu ganti kacamata 2-4 kali dalam setahun karena bola matanya masih dalam masa pertumbuhan.

Menurut Alex, di Indonesia tidak sedikit anak-anak yang alami katarak kongenital berasal dari keluarga pra sejahtera. Saat meluncurkan program donasi 90 kacamata pada 2019, Optik Tunggal mencatat kebanyakan anak yang alami katarak kongenital berada di pulau Jawa dan Sumatera.

"Kita belum dapat info memadai karena katarak konginetal bukan suatu keadaan populer di Indonesia. Kebanyakan yang kita dengar katarak pada orang dewasa," ujarnya.

Tahun ini, Optik Tunggal berencana melanjutkan program donasi kacamata khusus katarak kongenital itu kembali dilanjutkan dengan target sampai 2.025 anak. 

"Kalau ada keluarga prasejahtera mohon kami diberitahu. Kami siapkan kontak, tinggal telefon saja, nanti tim kami yang akan datang," ujarnya.

Pengajuan donasi kacamata kataran kongenital tersebut bisa dilakukan dengan mengirim pesan lewat nomor whatsapp 08118755193 dan info selengkapnya terkait persyaratan bisa dilihat di akun Instagram Optik Tunggal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kacamata dan Pakaian Ini Disebut Berkah, Mengapa Begitu? Ustaz Adi Hidayat: Memiliki Nilai-nilai

Kacamata dan Pakaian Ini Disebut Berkah, Mengapa Begitu? Ustaz Adi Hidayat: Memiliki Nilai-nilai

Bandung | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 14:30 WIB

Cerita Asri Welas Saat Tahu Anak Keduanya Alami Katarak Kongenital: Panik dan Bingung!

Cerita Asri Welas Saat Tahu Anak Keduanya Alami Katarak Kongenital: Panik dan Bingung!

Lifestyle | Kamis, 13 Oktober 2022 | 21:05 WIB

Besaran Nominal Klaim Kacamata BPJS Kesehatan Kelas 1, 2, dan 3

Besaran Nominal Klaim Kacamata BPJS Kesehatan Kelas 1, 2, dan 3

News | Kamis, 13 Oktober 2022 | 14:21 WIB

Terkini

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:28 WIB

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:26 WIB

Parfum Apa yang Aromanya Maskulin? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal

Parfum Apa yang Aromanya Maskulin? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:25 WIB

Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun

Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:24 WIB

Ambisi Besar Changan Gempur Pasar Otomotif Indonesia Lewat Belasan Model Baru

Ambisi Besar Changan Gempur Pasar Otomotif Indonesia Lewat Belasan Model Baru

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:17 WIB

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:15 WIB

Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review

Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:15 WIB

Sibuk Bolak-Balik Jakarta-Bali, Ini Standar Hunian Nyaman dan Fungsional Versi Christian Sugiono

Sibuk Bolak-Balik Jakarta-Bali, Ini Standar Hunian Nyaman dan Fungsional Versi Christian Sugiono

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:11 WIB

Praktis Dibawa Berpergian! 4 Brightening Cleansing Wipes Buat Wajah Cerah

Praktis Dibawa Berpergian! 4 Brightening Cleansing Wipes Buat Wajah Cerah

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:10 WIB

Tanpa Pelantikan, Prabowo Resmi Angkat Kuntadi sebagai Jampidsus

Tanpa Pelantikan, Prabowo Resmi Angkat Kuntadi sebagai Jampidsus

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:08 WIB

×