Apa Itu Bully-Proof? Cara agar Anak Tidak Menjadi Korban atau Pelaku Bullying

Rima Sekarani Imamun Nissa | Suara.com

Selasa, 15 November 2022 | 12:16 WIB
Apa Itu Bully-Proof? Cara agar Anak Tidak Menjadi Korban atau Pelaku Bullying
Ilustrasi korban perundungan di sekolah (Pexels/Keira Burton)

Suara.com - Bullying atau perundungan merupakan salah satu fenomena yang sayangnya, dapat Anda temuan dengan mudah di mana saja, tidak terkecuali di lingkungan sekolah. Belakangan ini, viral istilah bully proof. Apa itu bully-proof?

Tindakan ini biasanya dilakukan secara berulang oleh salah satu pihak dengan tujuan menjatuhkan pihak lain. Perundungan dapat dilakukan baik secara verbal melalui tindakan fisik maupun verbal berupa olok-olokan.

Bagi anak kecil, selain melindungi mereka dari korban bully, akan lebih jika Anda juga mengajarkan bully-proof sehingga mereka juga tidak menjadi pelaku bullying.

Dilansir dari laman parent circle, berikut cara mengajarkan anak Anda tentang bully-proof dan bagaimana seharusnya hal ini dijauhi, pun cara mengatasinya.

1. Bangun rasa percaya diri

Salah satu cara paling efektif melawan pelaku intimidasi adalah bertindak percaya diri. Pasalnya, pelaku bullying akan merasa senang jika korbannya kalah. Alhasil, mereka akan kembali mengganggu seseorang yang tidak percaya diri.

Jadi, penting untuk mengajarkan kepercayaan diri pada Anak sehingga anak Anda bisa mendorong mundur pelaku bullying.

2. Membuat sistem pertemanan

Cara satu ini dilakukan untuk meminimalisir sendirian di tempat di mana pengganggu biasa menargetkan korbannya. Dengan menemukan teman bergaul baru di lingkungan sekolah, kecil kemungkinan pelaku intimidasi akan mengisolasi anak Anda.

3. Ajari mengelola emosi

Salah satu cara mengalahkan pembully adalah dengan tetap bersikap tenang. Jika pelaku bullying melihat korbannya kesal atau takut, mereka akan semakin termotivasi mengganggu anak Anda. Tanamkanlah padanya bahwa selalu ada kekuatan untuk tidak lemah saat dipojokkan oleh pelaku.

4. Bantu dia belajar bersikap tegas

Anak Anda harus belajar membela dirinya sendiri tanpa berkelahi. Tujuannya adalah membuat pelaku bullying meninggalkan anak Anda sendirian. Pasalnya, membalas pelaku intimidasi dengan cara yang sama mereka gunakan hanya akan memperburuk situasi.

Ilustrasi anak sedang murung (pixabay.com/Shlomaster)
Ilustrasi anak sedang murung (pixabay.com/Shlomaster)

5. Libatkan dia dalam kegiatan kelompok

Bantu anak Anda dalam mengidentifikasi bakat dan minatnya, lalu dukunglah mereka saat melakukannya. Dorong dia untuk berpartisipasi dalam kegiatan dengan kelompok yang minatnya sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tipe Orang yang Rentan Menjadi Korban bullying, Setop Perundungan!

5 Tipe Orang yang Rentan Menjadi Korban bullying, Setop Perundungan!

Your Say | Rabu, 26 Oktober 2022 | 11:30 WIB

4 Penyebab Anak Tampak Murung, Orang Tua Harus Waspada!

4 Penyebab Anak Tampak Murung, Orang Tua Harus Waspada!

Your Say | Jum'at, 21 Oktober 2022 | 13:13 WIB

Ibu Waxing Alis Anak yang Usianya Baru 3 Tahun, Alasannya Menyayat Hati

Ibu Waxing Alis Anak yang Usianya Baru 3 Tahun, Alasannya Menyayat Hati

Lifestyle | Selasa, 18 Oktober 2022 | 17:25 WIB

Terkini

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB