Sebut Larangan Penjualan Rokok Ketengan Harus Dievaluasi, Ahli: Rokok Negatifnya Banyak Banget!

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Rabu, 28 Desember 2022 | 13:23 WIB
Sebut Larangan Penjualan Rokok Ketengan Harus Dievaluasi, Ahli: Rokok Negatifnya Banyak Banget!
ilustrasi rokok ketengan. (Shutterstock)

Suara.com - Presiden Joko Widodo alias Jokowi membuat rancangan pelarangan pembelian rokok ketengan atau satuan, yang terdapat pada Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa produk Tembakau bagi Kesehatan.

Pemerintah juga akan mengatur penambahan luas prosentase gambar dan tulisan peringatan kesehatan pada kemasan produk tembakau, ketentuan rokok elektrik serta pelarangan iklan, promosi, sponsorship produk tembakau di media penyiaran, media dalam dan luar ruang dan media teknologi informasi.

Menanggapi hal tersebut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Sub Spesialis Hematologi-Onkologi (kanker) Prof. Zubairi Djoerban mengatakan, pemerintah harus mengevaluasi tujuan dari pelarangan rokok ketengan.

Ilustrasi rokok ketengan. (Pixabay/Chefchen)
Ilustrasi rokok ketengan. (Pixabay/Chefchen)

Menurutnya, kalau tujuan tersebut mengurangi perokok pada masyarakat menengah ke bawah akan bagus. Oleh sebab itu, asumsi pelarangan ini harus dievaluasi apa yang menjadi tujuan pelarangannya.

“Pada prinsipnya tujuannya dievaluasi, kalau benar bahwa ketengan itu terbukti mengurangi rokok pada kelompok miskin ya lanjut tapi tetap harus dievaluasi dengan asumsi itu," ucap Prof. Zubairi saat diwawancarai di acara ulang tahun YKIS ke-5, Selasa (27/12/2022).

Selain itu, alasan tujuan ini harus dievaluasi karena pada dasarnya rokok juga memiliki kepentingan bisnis untuk negara. Jadi harus dipertimbangkan lebih matang. Namun, jika melihat dari sisi kesehatannya, Prof. Zubairi mengaku sangat setuju. Apalagi dampak dari merokok memang tidak baik bagi kesehatan.

"Kepentingan bisnis tetap harus jalan, tapi kalau rokok ya harusnya tegas rokok ya jangan negatifnya banyak banget dan nggak seimbang sama sekali dengan kerugian yg didapat," sambungnya.

Prof. Zubairi juga membandingkan kondisi pelarangan rokok ini dengan New Zealand. Pasalnya di negara tersebut memang sudah jelas larangan merokok untuk anak di usia tertentu.

Guna mencegah penyebaran virus corona, pemerintah Bekasi akan meniadakan ruang rokok bersama.
ilustrasi rokok ketengan. (shutterstock)

Masyarakat di sana juga mengikuti aturan agar tidak melanggar hukum. Hal ini berbeda dengan Indonesia yang jumlah perokok di usia muda justru sangat banyak.

baca juga

“Kan kalau misalnya sekarang New Zealand pada usia tertentu sudah melanggar hukum kalau merokok. Untuk usia muda yang kita (Indonesia) merokok banyak banget,” ujar jelas Prof. Zubairi.

Hal ini yang harus menurutnya harus menjadi perhatian. Apalagi, rokok juga yang menjadi penyebab berbagai penyakit berbahaya.

“Dan perokok menyebabkan kanker, menyebabkan serangan jantung, stroke, dan banyak sekali akibat negatif,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mobil Dinas Jokowi Tiba-tiba Dikerumuni Warga Subang, Ada Apa?

Mobil Dinas Jokowi Tiba-tiba Dikerumuni Warga Subang, Ada Apa?

Purwasuka | Rabu, 28 Desember 2022 | 13:05 WIB

Momen Jokowi dan Ridwan Kamil Main Latto-latto di Pasar

Momen Jokowi dan Ridwan Kamil Main Latto-latto di Pasar

Sumatera | Rabu, 28 Desember 2022 | 13:05 WIB

Ridwan Kamil dan Jokowi Main Latto-Latto, Ini Manfaat Permainan Tersebut Bagi Anak

Ridwan Kamil dan Jokowi Main Latto-Latto, Ini Manfaat Permainan Tersebut Bagi Anak

Purwasuka | Rabu, 28 Desember 2022 | 13:00 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×