Cara Mendidik dan Memantau Tumbuh Kembang Anak Secara Rutin

Iman Firmansyah

Senin, 16 Januari 2023 | 16:30 WIB
Cara Mendidik dan Memantau Tumbuh Kembang Anak Secara Rutin
Ilustrasi ibu dan anak (Pexels.com/Vanessa Loring)

Suara.com - Cara mendidik dan memantau tumbuh kembang anak tentunya harus dilakukan sejak dini supaya mengalami pertumbuhan yang bagus di usianya tersebut. Itulah mengapa ketika anak sudah memasuki masa emas atau yang dikenal dengan golden age tentunya harus memperoleh perhatian lebih dari setiap orang tuanya.

Tidak hanya memberikan didikan yang baik untuk anak namun juga orang tua harus melakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang anak secara rutin. Dengan persiapan semuanya yang sudah matang dan pemantauan secara tepat tentunya bisa membuat tumbuh kembang anak menjadi lebih bagus di usianya.

Cara Mendidik dan Memantau Tumbuh Kembang Anak 
1.    Melihat kondisi anak setiap hari
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam memantau pertumbuhan dari anak desa dengan melihat kondisinya secara mandiri di rumah yang dilakukan setiap hari. Perhatikanlah pergerakan anak ketika sedang berbicara ataupun bermain.

Sebagai orang tua juga bisa memberikan stimulasi secara tepat terhadap tahapan usianya sehingga dapat membantu dalam memantau tumbuh kembangnya secara mandiri. Jika nantinya ditemukan beberapa hal tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak di usianya tentunya bisa menjadi langkah awal untuk mengatasi kondisinya ke dokter.

2.    Rajin mengajak anak mengobrol
Dilansir dari popmama.com, pada 1000 hari pertama kehidupan merupakan tonggak utama bagi anak supaya berkembang dengan pesat termasuk dari segi keterampilan bahasa. Mengingat setiap bahasa dijadikan sebagai indikator utama serta bekal untuk anak nantinya dan kiat yang satu ini bisa dimulai dari orang tua sebagai guru utamanya.

Langkah awal untuk mengajak ngobrol anak bisa dilakukan secara rutin karena nantinya bisa membantu dalam meningkatkan kecerdasan dan mendorong kemampuan anak dalam memahami setiap bahasa. Anak akan lebih mengenal setiap kata yang telah disampaikan oleh orang tuanya khususnya dalam menyampaikan ekspresi yang telah dirasakan.

3.    Melakukan intervensi dan stimulasi deteksi sejak dini
Adanya sepi intervensi dan stimulasi deteksi ini bisa membantu dalam meningkatkan tumbuh kembang anak. Melalui pemeriksaan bisa dilakukan dalam beberapa kali dengan menyesuaikan usia dari anak tersebut.

Pada usia anak 3 bulan hingga 2 tahun biasanya memperoleh stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang setiap 3 bulan. Sementara itu, untuk usia 2 hingga 6 tahun biasanya memperoleh di setiap 6 bulan.

4.    Paham terhadap dimensi tumbuh kembang anak
Cara mendidik dan memantau tumbuh kembang anak sejak dini yang dapat dilakukan dengan memahami terlebih dahulu bagaimana dimensi dari tumbuh kembang anak yang harus diperhatikan oleh orang tua. Dalam hal ini terdapat 5 dimensi yang sifatnya bisa saling melengkapi untuk melakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang anak.

baca juga

Beberapa diantaranya yaitu kesehatan, kognitif, motorik, bahasa, dan sosio emosional. Dari adanya lima dimensi tersebut bisa dipahami terlebih dahulu oleh orang tua ketika ingin memberikan pendidikan dini dan melihat tumbuh kembang anak yang lebih baik.

5.    Perhatikan pedoman gizi seimbang
Tidak hanya memberikan stimulasi akan tetapi juga perlu memperhatikan pedoman gizi yang seimbang untuk anak. Pastikanlah sebagai orang tua telah memberikan asupan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti halnya protein, zat besi, vitamin, mineral dan folat.

Sebagai orang tua bisa dengan memberikan sejumlah makanan pada buah hatinya supaya dapat menunjang kinerja pada otak yang nantinya dapat meningkatkan kecerdasannya.

Seperti dengan memberikan makanan berupa pepaya, sayuran hijau, alpukat, pisang, labu, telur dan ikan. Setiap makanan bergizi yang diberikan kepada anak tentunya bisa membantu dalam menjaga tumbuh kembang anak secara optimal dengan kandungan nutrisi dari setiap makanan yang dikonsumsinya.

Itulah beberapa cara mendidik dan memantau tumbuh kembang anak secara rutin yang dilakukan mandiri di rumah. Dengan pola asuh yang benar tentunya bisa mendapatkan tumbuh kembang anak secara optimal dari didikan utama yang telah diberikan oleh orang tuanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Chiki Ngebul Bikin Anak Keracunan, Sebenarnya Aman Dimakan Nggak Sih? Dokter Anak Ungkap Faktanya

Viral Chiki Ngebul Bikin Anak Keracunan, Sebenarnya Aman Dimakan Nggak Sih? Dokter Anak Ungkap Faktanya

Lifestyle | Selasa, 17 Januari 2023 | 15:24 WIB

Yuk Menjadi Orang Tua Suportif, Ini 10 Cara Meningkatkan Harga Diri Anak

Yuk Menjadi Orang Tua Suportif, Ini 10 Cara Meningkatkan Harga Diri Anak

Your Say | Selasa, 17 Januari 2023 | 15:09 WIB

3 Cara Mengatasi Kebiasaan Berbohong pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

3 Cara Mengatasi Kebiasaan Berbohong pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

Your Say | Selasa, 17 Januari 2023 | 15:08 WIB

Verrel Bramasta Beberkan Video Ferry Irawan Nangis, Netizen Sebut sedang Akting

Verrel Bramasta Beberkan Video Ferry Irawan Nangis, Netizen Sebut sedang Akting

Selebtek | Selasa, 17 Januari 2023 | 14:22 WIB

Penculik dan Pembunuh Anak di Makassar Pelajari Penjualan Organ Tubuh Manusia Sejak Kelas 3 SMP

Penculik dan Pembunuh Anak di Makassar Pelajari Penjualan Organ Tubuh Manusia Sejak Kelas 3 SMP

Sulsel | Selasa, 17 Januari 2023 | 13:50 WIB

Video Viral Dua Sejoli sedang Prewedding Dikeroyok Geng Motor, Kamera Turut Jadi Korban Amukan

Video Viral Dua Sejoli sedang Prewedding Dikeroyok Geng Motor, Kamera Turut Jadi Korban Amukan

Sumedang | Selasa, 17 Januari 2023 | 13:40 WIB

Terkini

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×