Hari Gizi Nasional: IDAI Sarankan Posyandu Tak Lagi Kasih Kacang Hijau, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Minggu, 22 Januari 2023 | 08:21 WIB
Hari Gizi Nasional: IDAI Sarankan Posyandu Tak Lagi Kasih Kacang Hijau, Kenapa?
Bhakti Yudhantara turut serta membantu kader posyandu.

Suara.com - Di momen Hari Gizi Nasional 2023, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan makanan tambahan saat posyandu tidak lagi kacang hijau, tapi diganti ikan, telur, ayam, daging atau hati ayam, atau sumber protein hewani lainnya.

Saran ini disampaikan Ketua IDAI, Dr. Piprim Piprim B Yanuarso karena tema hari gizi tahun yaitu Isi Piringku Kini Kaya Protein Hewani Cegah Stunting. Tujuannya agar anak-anak banyak mengonsumsi protein hewani untuk mencukupi kebutuhan gizi.

"Mungkin nanti di posyandu-posyandu, pemberian makanan tambahan itu kaya dengan protein hewani, telur ikan, unggas, jadi bukan hanya kacang hijau atau biskuit, itu tidak selaras dengan jargon dan tagline kita," ujar Dr. Piprim saat konferensi pers Kemenkes terkait Hari Gizi Nasional, Jumat (20/1/2023).

Bubur kacang hijau. (Shutterstock)
Bubur kacang hijau. (Shutterstock)

Konsumsi protein ini juga dikhususkan saat pemberian makanan pendamping ASI atau MPASI, untuk anak usia 6 bulan hingga satu tahun tidak disarankan menjadikan sayur dan buah sebagai makanan utama, yang juga seperti imbauan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

"Oleh karena itu WHO tidak menganjurkannya, kekeliruan dalam masyarakat kita, justru MPASI diberi sayur banyak-banyak, akibatnya bayi kenyang dan tidak mengonsumsi protein hewani dengan cukup," imbuh Dr. Piprim.

Ia menambahkan, di 1.000 hari pertama kehidupan sejak pertama kali bayi dilahirkan ini adalah fase emas, dimana kesehatan bayi sangat dipengaruhi dari makanan dan rangsangan saraf motorik.

Sehingga di usia ini juga tidak disarankan mengonsumsi protein nabati atau protein yang berasal dari sayur-sayuran maupun biji-bijian, karena tidak mencukupi kebutuhan anak. Apalagi kandungan zat gizi dalam protein nabati tidak sebanyak pada protein hewani.

Ini juga jadi alasan IDAI mengirim surat ke Kemenkes untuk mengubah konsep isi piringku yang umumnya hanya untuk anak usia di atas satu tahun. Tapi pada anak usia 6 hingga 1 tahun mereka mengonsumsi MPASI yang umumnya dalam bentuk mangkuk.

"Kami sudah kirimkan surat ke kemenkes, agar supaya tidak misleading, nanti dalam edukasi gambar itu, kalau kita edukasi kaya protein hewani, mungkin mpasi itu kan nggak pakai piring. Isi Piringku itu pada anak-anak sudah besar, MPASI pakai mangkok dan sendok, mungkin perlu diperhatikan," tutup Dr. Piprim. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Gizi Nasional 2023: IDAI Minta Ibu Bikin Menu MPASI Sedikit Sayuran Tapi Banyak Daging

Hari Gizi Nasional 2023: IDAI Minta Ibu Bikin Menu MPASI Sedikit Sayuran Tapi Banyak Daging

Health | Sabtu, 21 Januari 2023 | 21:45 WIB

Program Pencegahan Stunting Pertamina Hulu Rokan Bersama Pemkab Kampar Dipuji Presiden Jokowi

Program Pencegahan Stunting Pertamina Hulu Rokan Bersama Pemkab Kampar Dipuji Presiden Jokowi

News | Sabtu, 21 Januari 2023 | 17:08 WIB

Jaga Kualitas dan Kesehatan Anak, Penyuluhan Stunting Menyasar Ibu-ibu di Gunungkidul

Jaga Kualitas dan Kesehatan Anak, Penyuluhan Stunting Menyasar Ibu-ibu di Gunungkidul

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2023 | 06:40 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB