Jangan Dibiarkan! Dokter Gizi Ungkap Gerakan Tutup Mulut Bisa Sebabkan Stunting Pada Anak

Kamis, 26 Januari 2023 | 21:25 WIB
Jangan Dibiarkan! Dokter Gizi Ungkap Gerakan Tutup Mulut Bisa Sebabkan Stunting Pada Anak
Ilustrasi gerakan tutup mulut, anak malas makan.(Pexels/mikhail nilov)

Suara.com - Bagi para ibu sering kali mengalami masalah bagi anak-anak yang sulit untuk makan. Biasanya, anak-anak melakukan gerakan tutup mulut alias GTM dan menolak makanan yang diberikan oleh orang tuanya.

Melihat banyaknya fenomena GTM, Dokter Gizi, dr. Marya Haryono, M. Gizi, Sp.GK, FINEM menjelaskan, biasanya hal ini terjadi pada masa-masa setelah balita. Apalagi banyaknya hal yang mengalihkan perhatian anak membuat nafsu makannya berkurang.

“GTM sih biasanya terjadi pada setelah toddler atau balita ya, karena mereka sudah tau cita rasa. Selain itu mereka juga bisa terganggu atau ter-distract, jadi banyak sekali pengganggunya,” ucap dr. Marya Media Briefing Hari Gizi Nasional, Rabu (25/1/2023).

Gerakan tutup mulut alias GTM bikin anak malas makan. (Shutterstock)
Gerakan tutup mulut alias GTM bikin anak malas makan. (Shutterstock)

Menurut dr.Marya, masalah GTM ini harus segera diatasi. Pasalnya, penyerapan nutrisi anak bisa saja terganggu. Kondisi tersebut jika dibiarkan dalam jangka waktu lama bisa membuat anak menjadi stunting. Bahkan, anak tersebut juga bisa mengalami masalah kesehatan lainnya.

“Risikonya nutrisi anak bisa tidak terpenuhi, kalau jangka pendek mungkin efeknya akan aman-aman saja. Namun, kalau berjalan dalam waktu yang lama dan tidak diperhatikan, ini juga bisa sebabkan stunting hingga masalah kesehatan,” sambung dr. Marya.

Untuk GTM sendiri biasanya disebabkan karena berbagai faktor. Selain karena perhatiannya yang terganggu, GTM bisa juga terjadi karena anak mengalami masalah pada pencernaannya. Hal tersebut yang membuat anak tidak merasa nyaman ketika makan.

Oleh sebab itu, menurut dr. Marya, para orang tua harus sangat memperhatikan pola makan yang teratur pada anak-anaknya. Orang tua juga harus bisa memberikan contoh yang baik mengenai makan kepada anaknya.

Ketika anak melihat orang tuanya yang memberikan contoh, ini akan membuatnya mengikuti kebiasaan tersebut. Dengan begitu, kebiasaan atau pola makan anak akan menjadi lebih baik.

“Orang tua harus mengajarkan anak untuk mengatur jam pola makan. Bisa juga dengan makan bersama mereka gitu, jadi mereka lihat kaya ‘oh ibu sama ayah makan ya’, terus mereka jadinya mengikuti kebiasaan tersebut,” jelas dr. Marya.

Baca Juga: Ajak Cegah Stunting Pakai Foto Daging Steak, Warganet Berbondong-bondong Serang Kemensetneg: Mbok Merakyat!

Tidak hanya kebiasaannya, menurut dr. Marya, makanan yang dikonsumsi juga menjadi hal penting. Orang tua juga bisa mencontohkan makanan yang baik untuk dikonsumsi, dan tidak hanya karbohidrat nasi saja, tetapi protein, lemak, dan lain-lain.

“Makan yang sehat juga dilihat, makan sayur, lauk yang protein. Jangan hanya karbohidrat nasi saja, jadi dia tahu orang dewasa mengonsumi makanan yang dikonsuminya juga,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI