'Disentil' Jokowi karena Posyandu Beri Biskuit untuk Cegah Stunting, Kemenkes Beri Penjelasan

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 28 Januari 2023 | 08:39 WIB
'Disentil' Jokowi karena Posyandu Beri Biskuit untuk Cegah Stunting, Kemenkes Beri Penjelasan
Ilustrasi posyandu. (Antara)

Suara.com - Menanggapi larangan Jokowi beri biskuit untuk cegah stunting, Kementerian Kesehatan atau Kemenkes memberikan penjelasan. Apa katanya?

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Maria Endang Sumiwi mengatakan pemilihan makanan pabrikan seperti biskuit diberikan oleh kader posyandu kepada balita, karena dinilai bisa dengan mudah memenuhi standar gizi yang diharuskan. Di sisi lain, pangan lokal yang memang lebih bergizi tidak mudah diolah.

"Karena detail (makanan tambahan) itu banyak ya, persyaratannya harus penuhi zat gizi apa saja. Pada saat itu kebijakan yang diambil adalah menggunakan pabrikan, karena ada standar yang harus dipenuhi, kalau pangan lokal mesti banyak yang kita lakukan," ujar Endang di gedung Kemenkes, Jumat (27/1/2023).

Kegiatan Posyandu (Twitter/@KKutoanyar)
Kegiatan Posyandu (Twitter/@KKutoanyar)

Sayangnya, saat itu karena mencari makanan yang terstandarisasi untuk balita, lalu keluarlah kebijakan pemberian biskuit. Apalagi makanan biskuit lebih mudah dan gampang diberikan kepada anak, untuk digenggam dan dimakan.

"Pak Jokowi sendiri mau gampang-gampang aja nih, yang susah nyiapin di posyandu butuh banyak usaha," tutur Endang.

Tapi kini kata dia, Kemenkes telah melakukan ujicoba di 16 kabupaten, kader posyandu mengolah dan membuat makanan siap santap untuk balita, yang melakukan pemeriksaan atau penimbangan sebulan sekali.

"Ternyata kita sudah melihat di 16 kabupaten itu bisa dilakukan (buat makanan siap santap di posyandu), dimasak oleh kader dengan menu khusus yang memenuhi kebutuhan gizinya, baik protein atau kebutuhan gizi yang lain," jelas Endang.

Sehingga belajar dari suksesnya posyandu di 16 kabupaten kota, kebijakan makanan tambahan siap santap ini juga akan diperluas di seluruh Indonesia, atau 514 kabupaten kota.

Tapi khusus untuk 389 kabupaten kota dengan fiskal atau ekonomi pemerintah daerah yang rendah dan menengah, maka dana akan diberikan langsung oleh Kemenkes.

baca juga

"Tapi yang kami harapkan yang fiskalnya tinggi daerah, bisa menganggarkan 125 kabupaten yang fiskalnya tinggi," jelas Endang.

Sementara itu, selain mendapat 'sentilan' Jokowi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengaku ia pernah dimarahi profesor lantaran memberikan biskuit pada anak.

Termasuk beberapa waktu lalu Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Piprim Piprim B Yanuarso menyarankan untuk mengganti makanan tambahan anak di posyandu diganti menjadi protein.

"Mungkin nanti di posyandu-posyandu, pemberian makanan tambahan itu kaya dengan protein hewani, telur ikan, unggas, jadi bukan hanya kacang hijau atau biskuit, itu tidak selaras dengan jargon dan tagline kita," ujar Dr. Piprim saat konferensi pers Kemenkes terkait Hari Gizi Nasional beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Temuan Biskuit Kadaluarsa Untuk Program Stunting, DPR: Kinerja Kemenkes Terburuk

Soal Temuan Biskuit Kadaluarsa Untuk Program Stunting, DPR: Kinerja Kemenkes Terburuk

Serang | Jum'at, 27 Januari 2023 | 22:24 WIB

Biskuit Program Stunting Kemenkes Jamuran, DPR Ngomel Habis-habisan

Biskuit Program Stunting Kemenkes Jamuran, DPR Ngomel Habis-habisan

News | Jum'at, 27 Januari 2023 | 16:02 WIB

Tanggapi Jenis Bantuan Stunting dengan Bercanda, Jokowi: Masa Dikasih Kopi Susu Sachet

Tanggapi Jenis Bantuan Stunting dengan Bercanda, Jokowi: Masa Dikasih Kopi Susu Sachet

Cianjur | Jum'at, 27 Januari 2023 | 13:18 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×