2.172 Nakes 'Gugur' karena Covid-19 Selama Pandemi: Bidan dan Dokter Kandungan Paling Banyak

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 09 Maret 2023 | 16:55 WIB
2.172 Nakes 'Gugur' karena Covid-19 Selama Pandemi: Bidan dan Dokter Kandungan Paling Banyak
Petugas menyiapkan kamar yang akan digunakan sebagai ruang perawatan di Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Tiga tahun pandemi melanda Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat 2.172 nakes meninggal karena Covid-19. Dibanding dokter paru, bidan dan dokter kandungan yang paling banyak meninggal dunia.

Adapun rinciannya, data Tim Mitigasi IDI per 8 Maret 2023 menemukan 421 bidan meninggal, 718 perawat gugur, 756 dokter meregang nyawa dan 46 dokter gigi menghembuskan napas terakhir.

Menurut Sekjen IDI, dr. Ulul Albab, SpOG kondisi ini terjadi karena bidan dan dokter kandungan jadi nakes yang paling tidak bisa menolak saat ada pasien datang, khususnya pada ibu yang akan melahirkan.

Petugas menyiapkan kamar yang akan digunakan sebagai ruang perawatan di Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas menyiapkan kamar yang akan digunakan sebagai ruang perawatan di Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Dokter pertama (paling banyak meninggal) dokter gigi, kedua bukan dokter paru tapi dokter kandungan, karena dokter kandungan nggak boleh libur. Walaupun Covid-19, ada pasien mau melahirkan tetap harus menolong, karena keselamatan pasien lebih dulu dibanding dokternya," ungkap dr. Ulul di gedung PB IDI, Jakarta Pusat, Kamis (9/3/2023).

dr. Ulul juga kembali teringat bagaimana Covid-19 varian Delta nyaris membuat Indonesia lumpuh, ini karena hampir setiap hari ada saja kabar kematian yang dibagikan di lingkungan sekitar.

Bahkan saat itu juga, dokter dan tenaga kesehatan di rumah sakit dibuat kewalahan dengan pasien yang datang berduyun-duyun, tapi banyak yang tidak tertangani karena datang dalam kondisi yang sudah parah.

Apalagi saat itu ruang perawatan belum banyak, obat dan fasilitas perawatan penunjang seperti ketersediaan tempat tidur dan alat bantu pernapasan atau oksigen masih sangat terbatas.

Dampaknya, selain masyarakat Indonesia nakes yang berguguran diantaranya 33 ahli gizi, 25 tenaga sanitasi lingkungan, 2 teknik kardiovaskuler, 25 terapis gigi dan mulut, 22 nakes ahli teknologi lab medik, 13 orang perekam medis.

Korban jiwa lainnya 14 orang tenaga kesehatan masyarakat, tenaga teknis kefarmasian 40 orang, optometrist 11 orang, 7 orang promosi kesehatan, 24 radiografer, 2 nakes okupasi terapis, seorang terapis wicara, dan 12 nakes elektromedis.

baca juga

"Kita beruntung akhirnya per 3O Desember 2022 PPKM dicabut, dan karena hidup harus berjalan, korban ini cukup jadi pembelajaran dan pelajaran indah buat kami, dari Covid-19 kita belajar banyak," tutup dr. Ulul. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anti Klimaks Kasus Ibu Hamil Meninggal Dunia Karena Ditolak RSUD Subang

Anti Klimaks Kasus Ibu Hamil Meninggal Dunia Karena Ditolak RSUD Subang

News | Kamis, 09 Maret 2023 | 15:35 WIB

Percepat Transisi Endemi ke Pandemi, RS Ini Bantu Genjot Vaksin Covid-19 Booster Kedua

Percepat Transisi Endemi ke Pandemi, RS Ini Bantu Genjot Vaksin Covid-19 Booster Kedua

Health | Selasa, 07 Maret 2023 | 18:02 WIB

Kronologi Pilu Ibu Hamil Meninggal Bersama Bayi Usai Ditolak RSUD Subang

Kronologi Pilu Ibu Hamil Meninggal Bersama Bayi Usai Ditolak RSUD Subang

News | Selasa, 07 Maret 2023 | 13:56 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×