- Gedung Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis terbakar pada Jumat malam, 7 Agustus 2026.
- Gubernur Pramono Anung memastikan tidak ada korban jiwa dan seluruh data penting tetap aman.
- Dinas Perhubungan mengerahkan personel tambahan secara manual akibat kerusakan sistem lalu lintas di lantai enam belas.
Suara.com - Kebakaran hebat melanda Gedung Dinas Teknis (Bapenda) DKI Jakarta yang berlokasi di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, pada Jumat malam (7/8/2026).
Menanggapi peristiwa tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya angkat bicara.
Ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dan seluruh data penting milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam kondisi aman.
Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 21.30 WIB dan menghanguskan lantai 11 hingga lantai 16 gedung tersebut.
Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Sabtu dini hari (8/8/2026) pukul 02.00 WIB setelah Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) mengerahkan kekuatan penuh.
“Alhamdulillah, berkat penanganan yang cepat dan sigap dari Damkar Dinas Gulkarmat DKI Jakarta dengan 37 unit pemadam kebakaran dan 185 personel, sejauh ini dinyatakan tidak ada korban jiwa,” ujar Pramono dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).
Gedung yang terbakar tersebut merupakan kantor bagi sekitar 1.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi, di antaranya Bapenda, BPSDM, Dinas Perhubungan, BPAD, dan Bank Jakarta.
Meski kerusakan fisik terjadi pada bangunan, Gubernur menegaskan bahwa data perpajakan daerah tidak hilang karena sistem telah terintegrasi secara digital.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga mengonfirmasi bahwa gedung tersebut telah dilindungi oleh asuransi. Terkait penyebab pasti kebakaran, pihak pemprov masih menunggu hasil investigasi dari kepolisian.
Salah satu dampak signifikan dari kebakaran ini adalah kerusakan pada sistem Traffic Management Control/ITCS milik Dinas Perhubungan yang berada di lantai 16.
![Pertugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta berupaya memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta, Jumat (7/8/2026). [ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya/hma]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/08/16435-gedung-bapenda-dki-jakarta-kebakaran-kebakaran-gedung-bapenda-jakarta.jpg)
Akibatnya, sistem pengaturan lampu lalu lintas yang biasanya otomatis kini harus dioperasikan secara manual.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Gubernur telah memerintahkan penebalan personel Dinas Perhubungan di titik-titik krusial guna memastikan kelancaran arus lalu lintas di ibu kota.
Agar pelayanan publik tidak lumpuh, Pramono menginstruksikan para ASN yang terdampak untuk tetap bekerja melalui mekanisme Work From Home (WFH) secara bergantian. Sebagian lainnya akan ditempatkan sementara di kantor Suku Dinas wilayah kota maupun aset milik Pemprov DKI lainnya.
Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan memastikan bahwa urusan administrasi pemerintahan akan tetap terlayani dengan baik.
“Pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama kita. Masyarakat jangan khawatir, semua layanan akan tetap berjalan,” tegasnya.