Sering Merasa Insecure, Jangan-jangan karena Body Dysmorphic Disorder

M. Reza Sulaiman

Kamis, 23 Maret 2023 | 12:01 WIB
Sering Merasa Insecure, Jangan-jangan karena Body Dysmorphic Disorder
Ilustrasi galau, insecure, body dysmorphic disorder. (pexels/ Andrew Neel)

Suara.com - Kamu sering merasa insecure yang bikin galau? Hati-hati itu mungkin pertanda kamu mengalami gangguan mental bernama Body Dysmorphic Disorder.

Body Dysmorphic Disorder atau gangguan dismorfik merupakan kondisi gangguan kesehatan mental yang membuat seseorang selalu merasa kekurangan terhadap tubuhnya.

“Body dysmorphic disorder adalah gangguan saat kita itu sering membayangkan kekurangan dalam penampilan fisik. Misalnya fitur wajah, berat badan, bentuk tubuh, dan lain-lain,” ujar dokter Nadya Alaydrus, mengutip dari unggahan reels Instagram-nya @Nadyalaydrus pada Selasa, (21/3/2023).

Lebih lanjut dr. Nadya menyampaikan terkait gangguan perilaku ini selalu terjadi secara berulang karena adanya keinginan untuk memeriksa kekurangan tubuh secara terus menerus.

“Gejalanya itu sendiri penderitanya akan merasa enggak baik-baik saja, karena ngerasa ada yang kurang dalam tubuhnya,” tambah dr. Nadya.

Bahkan tak jarang penderitanya akan selalu bertanya secara berulang pada orang di sekitarnya mengenai kekurangan yang ia miliki.

Saat bercermin, orang dengan ganggua dismorfik ini hanya akan berfokus pada hal yang menurutnya kurang di dalam tubuhnya. Serta selalu ingin melakukan perubahan, misalnya operasi plastik atau sedot lemak sampai gym berlebihan.

Melansir dari laman Halodoc, penyebab body dysmorphic disorder sampai saat ini belum diketahui secara pasti sebagaimana yang terjadi pada masalah kesehatan mental lainnya.

Ilustrasi galau (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi galau, insecure, Body Dysmorphic Disorder (Pexels/Pixabay)

Tetapi ada kemungkinan gangguan ini terjadi karena kombinasi masalah. Misalnya seperti riwayat keluarga sebelumnya yang pernah mengalami hal serupa, pengalaman negatif terhadap tubuhnya seperti pernah mengalami bullying atau kelainan pada otak.

Ada pun faktor lainnya yang bisa memicu gangguan mental satu ini seperti kepribadian perfeksionis, tekanan sosial atau ekspektasi kecantikan, dan memiliki kondisi mental lainnya seperti gangguan kecemasan atau depresi.

“Body dysmorphic disorder ini gak boleh dibiarkan, karena bisa menurunkan fungsi sosial dan juga mental seseorang bahkan bisa menyebabkan depresi. Sehingga apabila sudah merasa cemas dan mengganggu, sebaiknya konsultasi dengan professional,” tutup dr. Nadya. (Shilvia Restu Dwicahyani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh, Masalah Putus Sekolah Jadi Persoalan Serius di Indonesia

Waduh, Masalah Putus Sekolah Jadi Persoalan Serius di Indonesia

| Rabu, 22 Maret 2023 | 16:00 WIB

Mengerikan! Ini Dampak Pernikahan Dini

Mengerikan! Ini Dampak Pernikahan Dini

| Rabu, 22 Maret 2023 | 15:37 WIB

Menjaga Kesehatan Mental di Era Sosial Media? Simak Penjelasannya Disini

Menjaga Kesehatan Mental di Era Sosial Media? Simak Penjelasannya Disini

| Rabu, 22 Maret 2023 | 14:51 WIB

Terkini

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB