Jangan Sering Makan Makanan Pedas, Dokter Sebut Bisa Kista Hingga PCOS

Selasa, 27 Juni 2023 | 16:43 WIB
Jangan Sering Makan Makanan Pedas, Dokter Sebut Bisa Kista Hingga PCOS
ilustrasi menjilat jari setelah makan. makan pedas, makanan pedas [shutterstock]

Suara.com - Tren kuliner masyarakat Indonesia tak pernah jauh-jauh dari makanan dengan cita rasa pedas maupun manis. Seperti misalnya seblak dan kopi susu kekinian yang sampai sekarang masih hits terutama di kalangan anak muda. Tetapi, yang harus disadari ialah bahaya kesehatan bila terlalu sering konsumsi makanan seperti itu.

Bukan hanya bahaya terhadap sistem pencernaan, terlaku sering dan banyak konsumsi makanan pedas dan manis nyatanya bisa berujung menyebabkan masalah PCOS juga kista bagi perempuan.

Dokter kandungan dr. Darrell Fernando, SpOG., menjelaskan bahwa berbagai makanan tersebut bisa mempengaruhi kesehatan organ reproduksi sebenarnya karena adanya proses inflamasi pada tubuh.

Ilustrasi gambar manfaat makan makanan pedas. (freepik)
Ilustrasi gambar manfaat makan makanan pedas. (freepik)

"Jalurnya dari inflamasi sebenarnya. Jadi makanan kekinian isinya kalau gak digoreng, digeprek pakai mentai (saus khas Jepang) makanan instan yang high fat, high sugar. Makanan yang high fat, high sugar, dan tinggi proses itu bisa bikin peradangan di usus," jelas dokter Darrel ditemui di Jakarta, Selasa (27/6/2023).

Peradangan di usus itu biasanya menimbulkan gejala seperti perut kembung dan sering buang gas. Dokter Darrel menyampaikan, kondisi itu biasanya terjadi ketika seseorang konsumsi makanan pedas seperti ayam geprek.

Usus yang sering alami peradangan itu lah bisa jadi menyebabkan PCOS pada akhirnya.

"Usus yang lagi meradang sebenarnya ada jalurnya ke PCOS, ada jalurnya ke nyeri haid. Memang jalurnya tidak langsung, artinya bukan penyebab langsung. Tapi kalau itu terus-terusan, berat badan juga naik, ya lama-lama itu harus diperbaiki juga," pesannya.

PCOS atau polycystic ovarian syndrome merupakan sindrom polikistik ovarium berupa gangguan hormon yang terjadi pada perempuan ketika usia subur. PCOS ditandai dengan gangguan menstruasi dan kadar hormon androgen, hormon maskulin, terlalu berlebihan.

Hormon androgen yang berlebihan itu bisa mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong-kantong berisi cairan. Kondisi tersebut menyebabkan sel-sel telur tidak berkembang dengan sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur.

Baca Juga: 4 Tips Makan Pedas agar Tidak Menimbulkan Efek Samping, Perhatikan Porsinya

Dikutip dari Alodokter, PCOS juga dapat menyebabkan pengidapnya jadi tidak subur atau mandul dan lebih rentan terkena diabetes juga tekanan darah tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI