Vaksin HPV Gratis untuk Anak Sekolah Masuk Program BIAS, Ini Cara Dapatnya

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 11 Agustus 2023 | 16:33 WIB
Vaksin HPV Gratis untuk Anak Sekolah Masuk Program BIAS, Ini Cara Dapatnya
Ilustrasi vaksin HPV untuk anak sekolah cegah kanker serviks. (Dok. Pexels)

Suara.com - Kabar baik, vaksin HPV (human papiloma virus) untuk mencegah kanker serviks atau kanker leher rahim diperluas untuk seluruh anak perempuan berusia 11 hingga 12 tahun di seluruh Indonesia. Kira-kira gimana ya cara mendapatkannya?

Dengan perluasan imunisasi vaksin HPV jadi program nasional, artinya tidak hanya anak perempuan kelas 5 hingga 6 SD di daerah tertentu saja yang bisa mengaksesnya, tapi semua anak perempuan tanpa memandang wilayah.

Pemberian imunisasi vaksin HPV gratis ini diberikan melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS, yang dimulai sejak Agustus 2023 hingga akhir tahun.

"Tolong sampaikan kepada masyarakat terutama yang memiliki anak perempuan usia 11 dan 12 tahun untuk segera memanfaatkan program pemerintah ini,” ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu dalam rilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diterima suara.com, Kamis (10/2023).

Foto oleh cottonbro dari Pexels
Vaksin HPV (Foto oleh cottonbro dari Pexels)

Menurut Maxi, pemberian vaksin HPV gratis diberikan kepada seluruh anak perempuan Indonesia ditujukan untuk melindungi generasi penerus terpapar dari kanker serviks, penyakit penyebab kematian tertinggi perempuan karena kanker setelah kanker payudara.

Lantaran pemberian imunisasi HPV ini ditujukan untuk menurunkan prevalensi, angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks, maka Kementerian Kesehatan (Kemenkes) targetkan capaian vaksin HPV pada semua anak perempuan usia 11 hingga 12 tahun mencapai 90 persen akhir tahun 2023.

“Vaksin HPV ini akan diberikan secara gratis dan sangat penting untuk melindungi anak perempuan dari kanker serviks atau kanker leher rahim. Tingkat kematian akibat kanker ini mencapai 50% karena mereka datang sudah terlambat. Imunisasi merupakan upaya yang paling murah. Kalau sudah kena kanker serviks sudah pasti mahal biayanya. Untuk itu, Kemenkes melakukan perluasan HPV secara nasional,” kata Dirjen Maxi.

Adapun sebelum diperluas jadi program imunisasi nasional, imunisasi vaksin HPV lebih dulu dimulai pada 2016 dimulai di DKI Jakarta sampai di 2021 sudah 20 kabupaten kota yang menjalankan imunisasi ini, lalu 2022 diperluas ke 112 kabupaten kota. Dan total 132 kabupaten kota melakukan program prioritas ini, sampai akhirnya Agustus 2023 resemi dijadikan program nasional dan dimasukan dalam BIAS.

Adapun cara mengakses vaksin HPV gratis untuk anak perempuan usia 11 hingga 12 tahun ini, cukup dengan memastikan saat di sekolah anak hadir dalam jadwal pemberian imunisasi. Uniknya dibanding orang dewasa yang butuh 3 dosis, pemberian vaksin HPV untuk anak SD ini hanya perlu diberikan 2 dosis.

Sekedar informasi, kanker leher rahim atau kanker serviks adalah jenis kanker penyebab kematian tertinggi nomor dua dan salah satu beban pembiayaan kesehatan terbesar di Indonesia. Menurut data Globocan, tahun 2021, terdapat 36.633 kasus kanker serviks di Indonesia dengan angka kematian yang terus meningkat.

Penyebabnya beragam, namun sebagian besar disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus atau HPV yaitu sekitar 95%. Walaupun memiliki risiko kematian yang tinggi, kanker serviks dapat dicegah. Salah satunya upaya pencegahan yaitu melalui pemberian imunisasi Human Papillomavirus (HPV).

Pemerintah berkomitmen untuk mencegah morbiditas, mortalitas, dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Program prioritas ini merupakan upaya promotif preventif atau untuk pencegahan dengan memperkenalkan jenis vaksin baru yang ditambahkan dalam program imunisasi nasional, termasuk vaksin HPV.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Alasan Mengapa Anak Perempuan Membenci Ayahnya, Akibat Konflik Orang Tua?

5 Alasan Mengapa Anak Perempuan Membenci Ayahnya, Akibat Konflik Orang Tua?

Your Say | Kamis, 10 Agustus 2023 | 11:09 WIB

Kasus Baru Kanker Serviks Terus Meningkat, Cakupan Imunisasi HPV Jadi Skala Nasional Mulai Tahun Ini

Kasus Baru Kanker Serviks Terus Meningkat, Cakupan Imunisasi HPV Jadi Skala Nasional Mulai Tahun Ini

Health | Selasa, 08 Agustus 2023 | 20:55 WIB

Anak Pinkan Mambo Curhat Pernah Dilecehkan Ayah Tiri: Mami Aku Salahin Aku

Anak Pinkan Mambo Curhat Pernah Dilecehkan Ayah Tiri: Mami Aku Salahin Aku

Your Say | Rabu, 26 Juli 2023 | 11:58 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB