Peneliti Luar Negeri Ungkap Sebab Indonesia Jadi Negara Ke-2 Dunia TB Terbanyak, Gegara Pandemi Covid-19?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 18 Agustus 2023 | 11:55 WIB
Peneliti Luar Negeri Ungkap Sebab Indonesia Jadi Negara Ke-2 Dunia TB Terbanyak, Gegara Pandemi Covid-19?
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

Suara.com - Peneliti luar negeri menemukan kasus dan pengobatan tuberkulosis (TB) di Indonesia menurun akibat pandemi Covid-19. Hasilnya Indonesia masih berada di urutan kedua dunia dengan kasus TB terbanyak.

Hasil penelitian ini dipublikasikan melalui The Lancet Global Health, dengan temuan kasus menurun 26 persen dan pengobatan TB menurun 11 persen. Meski juga ditemukan tidak penambahan kasus kematian yang signifikan karena TB, dibanding sebelum pandemi Covid-19.

TB atau yang lebih dikenal TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam paru-paru dan mengakibatkan pengidapnya mengalami sesak napas disertai batuk kronis.

Dampak penurunan penanganan TB ini paling terasa di kabupaten atau kota dengan kasus Covid-19 tertinggi. Hasilnya layanan kesehatan, kemampuan diagnosis, dan jumlah dokter puskesmas yang menangnin TB, membuat deteksi kasus menurun. Padahal tiga hal ini harus sangat diperhatikan dalam penanganan Covid-19.

Tenaga kesehatan sampel thorax warga saat skrining tuberkulosis di Gelanggang Olahraga Otista, Jakarta, Kamis (9/2/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Tenaga kesehatan sampel thorax warga saat skrining tuberkulosis di Gelanggang Olahraga Otista, Jakarta, Kamis (9/2/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Temuan ini juga merekomendasikan perintah dan pakar kesehatan untuk menangani Covid-19 dan TB yang menjadi epidemi sekaligus. Termasuk berinvestasi lebih lanjut untuk sistem kesehatan, akses layanan kesehatan berkualitas, untuk menuju sistem kesehatan lokal yang resilien menghadapi kejadian-kejadian seperti pandemi beberapa lalu.

“Salah satu kekuatan dari penelitian ini adalah penggunaan data surveilans nasional untuk TB dan Covid-19, ditambah dengan indikator pembangunan manusia. dan kapasitas sistem kesehatan pada 514 kabupatenb atau kota di 34 provinsi di Indonesia dengan jumlah populasi keseluruhan lebih dari 275 juta orang," ujar Peneliti Utama Epidemiolog Oxford University Clinical Research Unit (OUCRU) Indonesia dan Associate Professor di Monash University, Dr Henry Surendra melalui keterangan yang diterima suara.com, Kamis (17/8/2023).

"Dari data tersebut ditemukan bahwa kebutuhan terbesar untuk meningkatkan resiliensi sistem kesehatan ada pada kabupaten atau kota yang paling rentan terdampak oleh pandemi," sambung Dr. Henry.

Selain itu Kepala Clinical Infectious Disease Programme dan peneliti senior OUCRU Indonesia, Dr. Raph Hamers mengatakan tingginya infeksi hingga kematian tenaga kesehatan dan dokter akibat Covid-19 juga memperburuk penanganan TB di Indonesia.

"Laju infeksi dan kematian terkait Covid-19 pada tenaga kesehatan, perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan dan pembatasan sementara dalam mengakses layanan kesehatan, serta terganggunya respons imun tubuh pasien terhadap kedua patogen tersebut," jelas Dr. Raph

baca juga

Selain itu Kepala Tim Kerja TB di Kementerian Kesehatan RI, Dr Tiffany Pakasi mengatakan penelitian ini membuktikan pentingnya analisa sub-nasional yang kuat dan berskala besar terhadap database pasien di negara-negara dengan beban TB tinggi, untuk lebih memahami implikasi langsung dari pandemi Covid-19 terhadap program pengendalian TB nasional.

Ada juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof.dr. Ari Fahrial Syam, yang menilai pentingnya pusat kesehatan masyarakat dan pemerataan dokter di seluruh negeri.

“FKUI berkomitmen untuk peran utamanya dalam penelitian translasi, klinis dan diagnostik, dan Laboratorium Rujukan Nasional untuk pengujian TB molekuler di Departemen Mikrobiologi Klinik FKUI," ungkap Prof. Ari.

"Pelajaran yang kita dapatkan dari Covid-19, termasuk kolaborasi, inovasi, intervensi dan implementasi, dapat langsung diterapkan dalam pengendalian TB. Banyaknya data TB yang tersedia sekarang dapat digunakan untuk meningkatkan intervensi berbasis bukti untuk tata kelola dan pengendalian TB di Indonesia, bergerak menuju eliminasi TB pada tahun 2030," timpal Pakar TB dari FKUI, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia dan Ketua Koalisi Organisasi Profesi Melawan TB Indonesia, Dr. Erlina Burhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Cara Mengatasi TBC Tulang pada Anak, Wajib Diperhatikan!

5 Cara Mengatasi TBC Tulang pada Anak, Wajib Diperhatikan!

Your Say | Senin, 14 Agustus 2023 | 15:15 WIB

Kasus Tuberkulosis Sulit Terdeteksi, UGM Kini Manfaatkan Artificial Intelligence

Kasus Tuberkulosis Sulit Terdeteksi, UGM Kini Manfaatkan Artificial Intelligence

Jogja | Kamis, 10 Agustus 2023 | 08:50 WIB

Soal Laporan Dugaan Korupsi Dana Covid-19, Begini Kata Rapidin Simbolon

Soal Laporan Dugaan Korupsi Dana Covid-19, Begini Kata Rapidin Simbolon

Sumut | Selasa, 08 Agustus 2023 | 18:10 WIB

Terkini

BI dan Bank Sentral Timor-Leste Sepakati Penjajakan QRIS Antarnegara

BI dan Bank Sentral Timor-Leste Sepakati Penjajakan QRIS Antarnegara

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:57 WIB

Guruh Soekarnoputra Dikenang Fadli Zon sebagai Sosok yang Tekun Merawat Literasi

Guruh Soekarnoputra Dikenang Fadli Zon sebagai Sosok yang Tekun Merawat Literasi

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:55 WIB

Rp8.400 Per Bulan, Petani Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Rp8.400 Per Bulan, Petani Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 10:54 WIB

Tether dan Bitcoin Jadi Aset Kripto Paling Diburu Investor Sepanjang Agustus

Tether dan Bitcoin Jadi Aset Kripto Paling Diburu Investor Sepanjang Agustus

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:52 WIB

Sosok Belliza Shyntia Putri, Anak Bamsoet Sekaligus Calon Menantu Melly Goeslaw

Sosok Belliza Shyntia Putri, Anak Bamsoet Sekaligus Calon Menantu Melly Goeslaw

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 10:50 WIB

Lima Sekawan Terjebak di Mercusuar Tua, Ada Apa dengan Karang Setan?

Lima Sekawan Terjebak di Mercusuar Tua, Ada Apa dengan Karang Setan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:50 WIB

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:43 WIB

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:41 WIB

PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas

PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 10:39 WIB

Dari Ruang Operasi ke Kamar Tidur, Empat Dokter Australia Kembangkan Kasur Berbasis Riset

Dari Ruang Operasi ke Kamar Tidur, Empat Dokter Australia Kembangkan Kasur Berbasis Riset

Health | Minggu, 27 September 2026 | 10:39 WIB

×