Dengan Metode ESWL, Batu Ginjal Langsung Pecah Tanpa Operasi: Bisa Pakai BPJS Kesehatan?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 08 September 2023 | 09:59 WIB
Dengan Metode ESWL, Batu Ginjal Langsung Pecah Tanpa Operasi: Bisa Pakai BPJS Kesehatan?
Metode ESWL untuk penanganan batu ginjal di Rumah Sakit Royal Progress. (Dini/Suara.com)

Suara.com - Selain menyakitkan, kondisi batu ginjal bisa berbahaya karena bisa menyebabkan gagal ginjal. Jika sudah begitu, benarkah pengobatan batu ginjal hanya bisa lewat operasi?

Batu kemih atau batu ginjal adalah zat keras yang terbentuk akibat endapan mineral dan garam di ginjal karena tidak bisa disaring tubuh. Kabar baiknya, berkat teknologi medis yang kian canggih yakni Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), pengobatan batu ginjal bisa dilakukan tanpa operasi

Fantastisnya lagi, metode pengobatan batu ginjal ini pasien bisa langsung pulang beberapa jam setelah tindakan. Ini karena ESWL bekerja cepat dalam bentuk tembakan gelombang kejut yang menembus langsung ke kulit dan menyasar batu ginjal.

Dijelaskan Dokter Spesialis Urologi Rumah Sakit Royal Progress (RSRP), dr. Johannes Aritonang, B.MedSc, SpU, FICS yang menggunakan ESWL di rumah sakit berlokasi di Sunter, Jakarta Utara ini menjelaskan jumlah tembakan gelombang kejut yang diterima pasien sekali sesi pengobatan bisa mencapai 3.000 tembakan.

"Tembakan ini dimulai dari 60 tembakan per menit, jadi bisa makin cepat disesuaikan keperluannya. Jadi jika sudah jalan 2.000 tembakan, batu ginjalnya sudah pecah maka tidak akan dilanjutkan," ujar dr. Johannes melalui keterangan yang diterima suara.com, Kamis (7/9/2023).

Metode ESWL untuk penanganan batu ginjal di Rumah Sakit Royal Progress. (Dini/Suara.com)
Metode ESWL untuk penanganan batu ginjal di Rumah Sakit Royal Progress. (Dini/Suara.com)

Durasi waktu pengobatan batu ginjal dengan ESWL paling lama bisa memakan waktu 60 menit, dengan estimasi tembakan 60 kali per menit. Atau berdasarkan pengalaman tindakan bisa selesai kurang dari 45 menit.

Adapun batu ginjal yang sudah pecah ini nantinya akan terbuang bersama urine atau air kencing, dan rasanya tidak akan menyakitkan seperti batu ginjal berukuran besar yang dipaksa keluar melalui saluran kencing atau ureter.

Namun sebelum diizinkan pulang setelah menjalani tindakan ESWL di RSRP ini, pasien akan lebih dulu dievaluasi oleh tim medis dengan USG, untuk melihat apakah batu ginjal sepenuhnya sudah bersih dan keluhan nyeri bisa dikurangi.

"Adapun alat yang kita punya yaitu ESWL dengan USG (ultrasonografi), jadi kita bisa memastikan letak batu ginjal, sehingga tembakan lebih akurat dan tepat sasaran. Tentu saja setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan fisik," ujar dr. Johannes.

baca juga

Kriteria Pasien Batu Ginjal Pakai ESWL

dr. Johannes membenarkan jika ada beberapa kriteria ideal pasien bisa menjalani pengobatan batu ginjal ESWL, yaitu jika ukuran batu ginjal tidak lebih 2 centimeter, lebih dari itu maka dianggap terlalu besar dan tidak cukup dihancurkan hanya pakai ESWL.

Ilustrasi batu ginjal, gangguan ginjal akut misterius, kalsium oksalat. (Pixabay)
Ilustrasi batu ginjal, gangguan ginjal akut misterius, kalsium oksalat. (Pixabay)

"Karena ada risiko batu tidak pecah, apalagi kekerasan setiap batu ginjal komponennya beda-beda, ada batu asam urat dan batu kalsium. Pada kalsium ini yang lebih sulit pecah. Jadi kalau pasien tetap tidak mau dibedah atau operasi dan pakai ESWL kita tetap edukasi di awal tidak bisa menjanjikan satu kali sesi tembakan pecah langsung habis," jelas dr. Johannes.

Ia juga mengingatkan, pasien perempuan tetap boleh menggunakan metode ini jika alami masalah batu ginjal. Ini karana metode yang digunakan tidak menggunakan gelombang radiasi, sehingga meski posisi ginjal berdekatan dengan rahim dan alat reproduksi tetap tidak akan terpengaruh.

"Posisi ginjal itu ada di organ belakang, jadi sangat jauh dengan organ kewanitaan atau alat kelamin, jadi aman bagi lelaki maupun perempuan," lanjutnya.

Pengobatan Batu Ginjal Pakai BPJS Kesehatan

Dijelaskan Direktur Utama Rumah Sakit Royal Progress, dr. Ivan R. Setiadarma, MM saat ini pihaknya sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk bisa mengcover beberapa penyakit seperti batu ginjal.

Bahkan tindakan operasi dan ureteroskop sudah bisa dicover BPJS Kesehatan. Tapi dr. Ivan mengakui ESWL metode yang bisa menggunakan BPJS Kesehatan, lantaran metodenya yang baru.

"Tapi kita sedang ada rencana ke sana. Sejauh ini masih berproses ESWL bisa menggunakan asuransi umum, swasta atau biaya pribadi," papar dr. Ivan.

Adapun saat ini pihaknya memiliki penawaran menarik, biaya pengobatan batu ginjal tanpa operasi dan bedah ESWL mulai dari Rp 8,8 juta. Paket ini sudah termasuk pemeriksaan diagnosis, tindakan 3.000 kali tembakan hingga evaluasi hasil pengobatan batu ginjal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Berkali-kali Operasi, Penyakit Batu Ginjal Jeremy Teti Kambuh Terus

Sudah Berkali-kali Operasi, Penyakit Batu Ginjal Jeremy Teti Kambuh Terus

Entertainment | Kamis, 24 Agustus 2023 | 20:50 WIB

Penasaran Bagaimana Cara Membesarkan Mr P Tanpa Operasi, 3 Cara Ini Bisa Dicoba!

Penasaran Bagaimana Cara Membesarkan Mr P Tanpa Operasi, 3 Cara Ini Bisa Dicoba!

Lifestyle | Rabu, 02 Agustus 2023 | 16:55 WIB

Kebutuhan Dokter Urologi di NTT Tinggi, Begini Cara Memperkecil Kesenjangan Kesehatan

Kebutuhan Dokter Urologi di NTT Tinggi, Begini Cara Memperkecil Kesenjangan Kesehatan

Health | Senin, 24 Juli 2023 | 14:08 WIB

Terkini

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

×