Respons Masyarakat Soal Hoaks Galon Isi Ulang Sebabkan Picu Masalah Kesehatan: Tak Percaya

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 20 September 2023 | 13:01 WIB
Respons Masyarakat Soal Hoaks Galon Isi Ulang Sebabkan Picu Masalah Kesehatan: Tak Percaya
Ilustrasi galon air isi ulang. [Istimewa]

Suara.com - Beberapa waktu belakangan sempat tersebar luas hoaks bahaya air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang. Kabar tidak benar itu menyebut bahwa kandungan BPA pada AMDK bisa memicu masalah kandungan.

Namun, nyatanya masyarakat  tidak termakan dengan kabar bohong yang dilontarkan tersebut. Seperti Rina Destiana (28) yang mengaku telah mengonsumsi AMDK galon guna ulang sudah berpuluh-puluh tahun lalu.

Dia mengungkapkan kalau selama itu pula hingga kini, dirinya dan keluarga tidak pernah mengalami gangguan kesehatan apapun, apalagi kehamilan.

Ilustrasi hamil (Unsplash.com/Camylla Battani)
Ilustrasi hamil (Unsplash.com/Camylla Battani)

"Enggak percaya (air galon guna ulang sebabkan kemandulan) buktinya saya hamil. Saya sih berpikir hoaks aja sih itu," kata wanita yang sedang mengandung anak pertama ini di Jakarta.

Dia mengungkapkan, keluarganya biasa menghabiskan 2 galon setiap minggu. Dia melanjutkan bahwa dalam setiap konsultasi ke dokter, tidak ditemukan masalah sekecil apapun pada bayinya. Menurutnya, isu galon guna ulang menyebabkan kemandulan sengaja dimunculkan untuk menjatuhkan produk tertentu.

Setali tiga uang, Gita Safitri (30) juga menegaskan ketidak percayaannya terhadap hoaks dampak kesehatan galon guna ulang. Karena dalam sepekan warga yang tinggal di Depok beserta keluarganya ini bisa menghabiskan 4 hingga 5 galon guna ulang.

"Nggak ada yang sakit ya, biasa aja kita. Dari dulu juga udah minum air galon, nggak ada apa-apa," kata ibu yang tengah mengandung anak kedua ini.

Air dalam galon guna ulang difitnahkan terkontaminasi Bisphenol a (BPA). Senyawa kimia itu biasa dipakai dalam kemasan pangan dalam batasan yang aman dan dalam pengawasan pemerintah. Belakangan, terkuak bahwa isu tersebut sengaja diluncurkan sebagai kampanye hitam atas dasar perebutan pasar AMDK.

Anggota Komisioner Komisi Pengawas Persaingan usaha (KPPU) Chandra Setiawan menilai bahwa perang label BPA di bisnis AMDK kental persaingan bisnis. Menurutnya, polemik kontaminasi dan pelabelan BPA dapat menimbulkan diskriminasi di dunia usaha.

"Sebab, 99 persen industri ini menggunakan galon tersebut (berbahan BPA) dan hanya segelintir yang menggunakan galon sekali pakai," katanya.

Pakar kesehatan reproduksi, dokter Mohammad Caesario membantah asumsi yang menyebutkan bahwa meminum air galon guna ulang dapat menyebabkan kemandulan. Dia menegaskan bahwa tidak ada korelasi meminum air galon dengan gangguan reproduksi manusia.

Dia menghimbau masyarakat agar tidak terpengaruh dengan kabar yang menyebutkan bahwa meminum air galon berpotensi memicu infertilitas, mengurangi kualitas sperma, terganggunya libido dan kesulitan mengalami ejakulasi. Dia melanjutkan, air galon guan ulang sejak dulu hingga saat ini banyak sekali digunakan masyarakat global.

"Dari dulu kan kita juga research, kita butuh air kan untuk metabolisme tubuh kita," kata Mohammad Caesario.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hoaks Kesehatan Mendominasi, IDI Dorong Dokter Jadi Content Creator

Hoaks Kesehatan Mendominasi, IDI Dorong Dokter Jadi Content Creator

Health | Selasa, 19 September 2023 | 16:17 WIB

Pastikan Kabar Penangkapan Ustaz Somad Tak Benar, Polri Buru Pelaku Penyebar Hoaks

Pastikan Kabar Penangkapan Ustaz Somad Tak Benar, Polri Buru Pelaku Penyebar Hoaks

News | Selasa, 19 September 2023 | 12:31 WIB

Pastikan Informasi Ustaz Somad Diperiksa Pasca Bentrokan Rempang Hoaks, Polda Kepri Buru Pelaku Penyebar

Pastikan Informasi Ustaz Somad Diperiksa Pasca Bentrokan Rempang Hoaks, Polda Kepri Buru Pelaku Penyebar

News | Senin, 18 September 2023 | 11:41 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB