Cegah Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak Bisa Dilakukan Sebelum Hamil, Begini Kata Dokter

M. Reza Sulaiman | Fajar Ramadhan | Suara.com

Selasa, 26 September 2023 | 18:14 WIB
Cegah Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak Bisa Dilakukan Sebelum Hamil, Begini Kata Dokter
Penyakit jantung bawaan. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit jantung bawaan (PJB) menjadi permasalahan yang sering terjadi pada bayi sejak lahir. Kondisi ini tidak bisa dianggap remeh karena bisa mengancam kesehatan nyawa bayi tersebut.

Dikatakan, 1 dari 100 bayi yang lahir mengalami PJB. Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi IDAI, Dr. Rizky Ardiansyah, M.Ked (Ped), SpA(K) menuturkan, berdasarkan data, sebanyak 50 ribu bayi lahir dengan kondisi PJB setiap tahunnya. Sementara 12 ribu bayi yang lahir alami PJB kritis.

“Ada 50 ribu bayi lahir dengan kondisi PJB setiap tahun, terus yang PJB kritis sekitar 12 ribu,” ucap Dr. Rizky dalam Media Briefing Menjaga Kesehatan Jantung Anak bersama IDAI, Selasa (26/9/2023).

Sebab bahaya hal tersebut, Dr. Rizky menegaskan pentingnya pencegahan faktor risiko yang bisa sebabkan anak alami PJB. Kondisi ini rupanya tidak hanya difokuskan saat anak sudah lahir, tetapi sejak hamil.

Beberapa cara untuk mencegah faktor risiko anak alami PJB yang penting diperhatikan yakni sebagai berikut:

  • Ibu hamil harus konsumsi suplemen asam folat 400 mcg per hari;
  • Selalu lakukan konsultasi kondisi medis selama kehamilan;
  • Hindari kontak dengan penderita infeksi virus, khususnya rubella dan flu. Pasalnya, rubella dapat menyebabkan bayi alami berbagai gangguan, termasuk di bagian jantung;
  • Jangan konsumsi minuman beralkohol;
  • Hindari asap rokok;
  • Jangan konsumsi obat-obatan tanpa resep dokter selama kehamilan.

Tidak hanya itu, Dr. Rizky juga menyarankan untuk para calon ibu juga sudah mencegah faktor risiko jauh sebelum mereka hamil. Hal ini bisa dengan melakukan imunisasi rubella MMR. Ibu juga harus melihat kondisi kesehatannya apakah ada masalah penyakit jantung atau tidak.

Ilustrasi penyakit jantung bawaan (Shutterstock).
Ilustrasi penyakit jantung bawaan (Shutterstock).

“Pencegahannya itu bisa sebelum hamil, yaitu sejak imunisasi rubella. Jadi sudah diperhatikan sebelum hamil. Harus imunisasi MMR untuk cegah rubella. Ketahui juga ibunya punya penyakit jantung bawaan atau tidak,” jelas Dr. Rizky.

Menambahkan hal tersebut, Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) menjelaskan, dengan jika ibu tidak lakukan imunisasi rubella, infeksi akan bisa membuat anak mengalami berbagai masalah, termasuk jantung.

Ibu juga harus bisa melihat kondisi kesehatan metaboliknya sebelum hamil. Hal ini karena itu akan mempengaruhi kondisi bayi di dalam kandungan.

“Vaksinasi MMR penting sebelum hamil. Soalnya infeksi rubella itu bisa sebabkan cacat, baik tuli, buta, termasuk masalah jantung. Selain itu, metabolik ibu juga diperhatikan. Misalnya, apakah alami diabetes, obesitas. Untuk itu, sebelum hamil kesehatannya dioptimalkan,” jelas dr. Piprim.

Untuk anak yang alami PJB sendiri gejalanya bisa terlihat maupun tidak tergantung kondisinya. Namun, biasanya anak akan terlihat kebiruan hingga sesak napas. Saturasi oksigennya juga terlihat abnormal saat diperiksa. Detak jantung bayi juga akan terlihat abnormal.

Dr. Rizky menjelaskan, jika anak alami PJB, juga bisa diberikan obat-obatan ataupun pembedahan tergantung kondisi parahnya. Pengobatan ini meski tidak berdampak membuat anak pulih 100 persen, tetapi dapat membantu membuat kualitas hidupnya jauh lebih baik.

“Bisa diobati tergantung jenis PJB. Intervensi melalui non bedah seperti pemberian obat-obatan. Bisa juga melakukan intervensi bedah jika kondisinya parah. Untuk kesembuhannya ini kemungkinan 80 persen. Meski tidak sembuh total, tapi kualitas hidupnya jauh lebih baik seperti anak lainnya,” jelas Dr. Rizky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deteksi Masalah Fungsi Jantung Bisa Dilakukan Hanya dengan "Menari", Gimana Caranya?

Deteksi Masalah Fungsi Jantung Bisa Dilakukan Hanya dengan "Menari", Gimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 26 September 2023 | 14:22 WIB

Kebiasaan Kecil tapi Bermanfaat, 4 Tips Jadi Lebih Sehat dalam Waktu Kurang dari 1 Menit

Kebiasaan Kecil tapi Bermanfaat, 4 Tips Jadi Lebih Sehat dalam Waktu Kurang dari 1 Menit

Your Say | Selasa, 26 September 2023 | 11:42 WIB

Profil Lawrence Faucette: Pasien Sukses Transplantasi Jantung Babi, Ini Kisahnya Dramatisnya

Profil Lawrence Faucette: Pasien Sukses Transplantasi Jantung Babi, Ini Kisahnya Dramatisnya

News | Senin, 25 September 2023 | 16:15 WIB

Terkini

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB