Pandemi Covid-19 Bikin Mesin PCR Lebih Berkembang, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Selasa, 10 Oktober 2023 | 08:36 WIB
Pandemi Covid-19 Bikin Mesin PCR Lebih Berkembang, Kenapa?
Ilustrasi PCR untuk mendeteksi COVID-19. [Pexels]

Suara.com - Pandemi Covid-19 menjadi salah satu masa kelam bagi peradaban di bumi. Meski demikian, di saat bersamaan pandemi juga memberikan dampak positif bagi dunia kesehatan.

Salah satunya terkait perkembangan mesin Polymerase Chain Reaction alias PCR di Indonesia. Hal ini diungkapkan langsung oleh Deputy Director Stem Cell and Cancer Institute (SCI), dr. Sandy Qlintang, M.Biomed. 

"Karena dengan adanya pandemi covid even itu adalah suatu musibah besar di seluruh dunia, tapi juga memberikan efek yang positif, yaitu perkembangan mesin-mesin PCR, ini adalah mesin yang sangat penting untuk mengecek gen. Nah oleh karena itu, dengan adanya PCR sudah merata di seluruh Indonesia sehingga pemeriksaan gen bisa dipercepat," ucap dr. Sandy dalam seminar internasional Dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series (DBSDLS), Minggu (8/10/2023). 

Selain itu, perkembangan PCR karena pandemi Covid-19 ini juga membuat proses precision medicine menjadi lebih cepat. Hal ini karena data yang masuk lebih tinggi. 

Petugas kesehatan melakukan swab PCR kepada warga di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas kesehatan melakukan swab PCR kepada warga di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Nah itu juga bisa jadi terapi untuk mengatasi precision medicine jadi lebih cepat karena data yang akan masuk lebih tinggi karena di seluruh Indonesia jaringan laboratoriumnya sudah memiliki PCR," sambungnya. 

Tidak hanya itu, pengembangan PCR ini membuat proses pendataan gen di Indonesia lebih mudah. Apalagi di Indonesia sendiri memiliki variasi gen yang berbeda-beda. Dengan mengetahui gen tersebut, bisa mempelajari berbagai penyakit yang dialami serta terapi sel seperti stem cell. 

Dengan stem cell ini, akan membantu mempelajari gen-gen dari berbagai penyakit yang dialami. Nantinya terapi stem cell tersebut akan membantu efek penyembuhan bagi orang yang mengalami penyakit tertentu seperti talasemia, tuberkulosis, dan lain-lain.
 
Demikian, tidak bisa dibeli untuk melakukan semua hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biasanya, anggarannya tergantung dengan penelitian yang dilakukan terhadap penyakit tersebut. Namun, menurut dr. Sandy, pengeluaran dengan anggaran besar ini jika dilakukan memberikan manfaat luar biasa. Hal ini dapat membantu kurangi biaya BPJS serta meningkatkan produktivitas generasi muda. 

"Anggarannya mahal untuk tapi buat kebutuhan Indonesia harusnya tidak masalah, ini tergantung dari penelitian yang dilakukan misalnya thalasemia bisa sampai 40 sampai 45 miliar, tetapi dampaknya saya rasa berapapun harganya bisa jalani bersama-sama. Bisa menghemat biaya BPJS, negara juga, meningkatkan produktivitas generasi muda," jelasnya. 

Melihat pentingnya pengembangan terapi genomik dan stem cell ini, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) kembali menyelenggarakan seminar internasional Dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series (DBSDLS). Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius mengatakan, diadakannya acara ini diharapkan dapat memberi informasi, edukasi dengan kolaborasi untuk transformasi teknologi kesehatan. 

baca juga

"Kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah dan semua pihak dalam menyukseskan implementasi inisiatif Transformasi Teknologi Kesehatan,” tutur Vidjongtius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua PERDOSRI Ungkap Peran Vital Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

Ketua PERDOSRI Ungkap Peran Vital Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi

Health | Kamis, 05 Oktober 2023 | 12:58 WIB

Vakum Gegara Covid-19, Jogja Book Fair kembali Digelar Kolaborasi dengan FKY

Vakum Gegara Covid-19, Jogja Book Fair kembali Digelar Kolaborasi dengan FKY

Jogja | Senin, 02 Oktober 2023 | 19:00 WIB

Mengulik Sosok Singgih Raharjo, Pj Wali Kota yang Berjibaku Geliatkan Pariwisata Jogja di Tengah Hantaman Covid-19

Mengulik Sosok Singgih Raharjo, Pj Wali Kota yang Berjibaku Geliatkan Pariwisata Jogja di Tengah Hantaman Covid-19

wawancara | Selasa, 03 Oktober 2023 | 02:28 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB