Cegah Kematian akibat Dengue, Vaksin DBD Perlu Lebih Mudah Didapatkan Masyarakat

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Senin, 16 Oktober 2023 | 20:48 WIB
Cegah Kematian akibat Dengue, Vaksin DBD Perlu Lebih Mudah Didapatkan Masyarakat
Ilustrasi nyamuk DBD (Pexels/Ravi Kant)

Suara.com - Risiko kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia semakin meningkat menjadi perhatian serius bagi masyarakat. Data dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa pada tahun 2022, terdapat 143.266 kasus DBD dengan 1.237 kematian. Ini hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya, yang mencapai 73.518 kasus dengan 705 kematian pada tahun 2021.

DBD merupakan ancaman yang harus diwaspadai, karena penyakit ini bisa mengarah pada kondisi yang mengancam nyawa. Infeksi virus dengue dapat menyebabkan gejala seperti demam tinggi, pendarahan, dan gangguan berbahaya pada organ tubuh. Kematian akibat DBD umumnya disebabkan oleh komplikasi serius, seperti syok dengue atau sindrom perdarahan dengue. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami pentingnya pencegahan, termasuk vaksinasi DBD, dan mengikuti praktik kebersihan serta langkah-langkah perlindungan seperti menghindari gigitan nyamuk.

Dalam upaya memerangi ancaman demam berdarah dengue (DBD) yang terus meningkat di Indonesia, Takeda bersama Good Doctor Technology telah menandatangani sebuah perjanjian kerjasama yang inovatif. Kerjasama ini bertujuan untuk memberikan akses yang lebih luas terhadap layanan vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) dan mencapai ambisi Indonesia untuk mencapai nol kematian akibat DBD pada tahun 2030.

Takeda, sebagai salah satu pemain utama dalam upaya pencegahan DBD, telah berkomitmen untuk menciptakan akses yang lebih besar terhadap vaksinasi DBD. Mereka juga mendukung kerjasama publik-swasta yang komprehensif dalam mencapai visi Indonesia untuk mengakhiri kematian akibat DBD pada tahun 2030. Baru-baru ini, Takeda meluncurkan kampanye #Ayo3mplusVaksinDBD bersama Kementerian Kesehatan, dengan tujuan menggerakkan masyarakat dalam upaya pencegahan DBD.

Kolaborasi dengan Good Doctor Technology menjadi langkah penting dalam memperluas akses vaksinasi DBD. Good Doctor, sebuah platform kesehatan berbasis teknologi, akan memberikan edukasi dan layanan vaksinasi DBD bagi karyawan, keluarga mereka, dan komunitas yang terhubung dengan mitra korporasi Good Doctor.

Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menyatakan komitmen untuk memerangi demam berdarah dengue dengan akses vaksinasi yang lebih luas. Tujuannya, mencapai target nol kematian akibat dengue pada tahun 2030.

Jajaran Good Doctor dan Takeda dalam penandatanganan MOU. (Dok. Good Doctor)
Jajaran Good Doctor dan Takeda dalam penandatanganan MOU. (Dok. Good Doctor)

"Kerja sama yang dijalin Good Doctor dengan banyak mitra korporat dapat mempercepat adopsi vaksinasi sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang terlindungi dari DBD dan pada akhirnya menyukseskan program pemerintah dalam penanggulangan demam berdarah dengue,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

CEO PT Good Doctor Technology, Danu Wicaksana, mengaku akan mengimplementasikan kampanye dalam menyukseskan program pemerintah melawan DBD. Good Doctor juga akan terus melakukan edukasi dan vaksinasi kepada karyawan dan mitra-mitra terkait.

"Sebagai pionir dalam pelayanan vaksinasi DBD untuk korporasi, kami terus mendorong para mitra perusahaan yang ingin melindungi para karyawan, keluarga, dan komunitas mereka dengan vaksinasi dapat bekerja sama dengan Good Doctor. Kerja sama ini sekaligus menunjukkan bahwa kami sudah melaksanakan tanggung jawab kami untuk turut mengatasi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia dan dunia serta sejalan dengan prioritas Kementerian Kesehatan untuk bukan hanya mengobati orang sakit, namun juga menjaga kesehatan masyarakat," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus DBD Menurun di Musim Kemarau, Warga Jangan Anggap Remeh ketika Masuk Musim Penghujan

Kasus DBD Menurun di Musim Kemarau, Warga Jangan Anggap Remeh ketika Masuk Musim Penghujan

Jogja | Kamis, 05 Oktober 2023 | 13:05 WIB

2 Orang Meninggal Akibat DBD di Singkawang

2 Orang Meninggal Akibat DBD di Singkawang

Kalbar | Senin, 02 Oktober 2023 | 21:25 WIB

Tika Bisono Ungkap Penyebab Anak Meninggal Karena DBD: Sempat Dikira Radang Tenggorok

Tika Bisono Ungkap Penyebab Anak Meninggal Karena DBD: Sempat Dikira Radang Tenggorok

Lifestyle | Sabtu, 30 September 2023 | 09:05 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB