Kasus Cacar Monyet Bertambah Jadi 29, Apakah Penyakit Ini Bisa Mematikan?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 02 November 2023 | 08:55 WIB
Kasus Cacar Monyet Bertambah Jadi 29, Apakah Penyakit Ini Bisa Mematikan?
Ilustrasi Penyakit Cacar Monyet (Monkey pox). (unsplash/rodney james)

Suara.com - Meningkatkanya kasus cacar monyet di Indonesia menjadi perhatian masyarakat. Apakah penyakit ini berbahaya dan bisa mematikan?

Pakar Mikrobiologi Klinik Universitas Indonesia (UI) Prof.dr.Amin Soebandrio, Ph.D., Sp.MK(K) ungkap risiko kematian cacar monyet atau monkeypox yang sudah masuk di Indonesia sebanyak 29 kasus konformasi.

Mantan Kepala Lembaga Biologi dan Pendidikan Tinggi Eijkman ini menjelaskan, risiko kematian cacar monyet cenderung rendah, karena penyakit yang disebabkan virus ini bisa sembuh dengan sendirinya, bila tidak menimbulkan komplikasi.

"Selama tidak ada komplikasi angka kematiannya cenderung rendah," ujar Prof. Amin kepada suara.com beberapa waktu lalu di Tangerang, Banten.

Ilustrasi Seseorang Terkena Cacar Monyet (unsplash/new foundation)
Ilustrasi Seseorang Terkena Cacar Monyet (unsplash/new foundation)

Komplikasi yang ditakutkan ini, bisa virus ikut menginfeksi paru, jantung atau organ vital lainnya. Selebihnya jika komplikasi tidak terjadi, maka yang harus diperkuat sistem kekebalan tubuh.

"Jadi yang dijaga itu jangan sampai terjadi infeksi sekunder (mempengaruhi organ lain). Jadi tergantung daya tahun tubuhnya karena infeksi virus seperti cacar monyet memang bisa menyebabkan penurunan imunitas," jelas pakar yang punya 28 keahlian di bidang riset, genetik, sel, mikrobiologi, hingga imunologi itu.

Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit virus zoonosis atau virus ditularkan dari hewan ke manusia, yang dapat sembuh sendiri.

Monkeypox disebabkan oleh virus monkeypox, yakni anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae, yang umumnya terjadi di Afrika Tengah dan Afrika Barat sebagai negara endemis.

Sementara itu cara membedakan cacar monyet dengan cacar air yang saat ini masih menginfeksi beberapa orang, yaitu bisa dilihat dari bentuk lesi yang cenderung bernanah.

baca juga

"Jadi yang membedakan gejala cacar monyet dengan yang lain, yaitu ada pembesaran kelenjar getah bening. Ini umumnya di ketiak, selangkangan kaki akan membengkak, sedangkan pada cacar biasa itu tidak ada," jelasnya.

Namun ia mengingatkan, pembesaran kelenjar getah bening ini tidak bisa langsung terlihat dalam satu hari. Tapi sering kali baru bisa diamati setelah beberapa hari infeksi.

Inilah sebabnya, cacar monyet punya perjalanan waktu infeksi yang cukup lama, yaitu berkisar antara 2 hingga 4 minggu untuk bisa sembuh dengan sendirinya.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi, hingga kini telah terkonfirmasi sebanyak 29 kasus positif cacar monyet. Sementara itu, terdapat 10 kasus masih menjadi suspek atau dicurigai.

Kasus ini meningkat setelah sebelumnya pada 30 Oktober data menunjukkan ada 24 kasus positif. Namun, saat ini telah terjadi penambahan 5 kasus hingga menjadi 29 terkonfirmasi positif.

“Ada 29 kasus konfirmasi dan 10 suspek,” ucap dr Siti Nadia saat dihubungi Suara.com, Rabu (1/11/2023).

Kasus terkonfirmasi ini berada di Jakarta, Bandung, dan Banten. Namun dengan kasus yang terus meningkat, tidak lantas membuat Kemenkes menjadikannya sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

29 Kasus Cacar Monyet Terkonfirmasi, Akankah jadi Kejadian Luar Biasa?

29 Kasus Cacar Monyet Terkonfirmasi, Akankah jadi Kejadian Luar Biasa?

Health | Rabu, 01 November 2023 | 17:00 WIB

Cacar Monyet Juga Intai Anak-Anak, Mantan Direktur WHO Angkat Bicara

Cacar Monyet Juga Intai Anak-Anak, Mantan Direktur WHO Angkat Bicara

Health | Rabu, 01 November 2023 | 10:32 WIB

Eks Direktur WHO Ungkap 5 Langkah Pengendalian Cacaran Monyet, Perlu Isolasi Bila Ada Kontak Erat

Eks Direktur WHO Ungkap 5 Langkah Pengendalian Cacaran Monyet, Perlu Isolasi Bila Ada Kontak Erat

Health | Rabu, 01 November 2023 | 10:20 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×