Aurel Hermansyah Kena Body Shaming Pasca Melahirkan, Ini Cara Diet Ibu Menyusui Agar Tidak Gemuk

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 04 Januari 2024 | 14:33 WIB
Aurel Hermansyah Kena Body Shaming Pasca Melahirkan, Ini Cara Diet Ibu Menyusui Agar Tidak Gemuk
Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah serta Ameena dan Azura [Instagram/@attahalilintar]

Suara.com - Di tengah momen liburannya di Korea Selatan bersama keluarga kecilnya, Aurel Hermansyah mendapatkan body shaming dari warganet. Daam beberapa foto-foto unggahannya, tak sedikit warganet yang menyebut ibu dua anak itu memiliki badan seperti ibu-ibu lantaran gemuk.

"Aurel kok jadi bantet ya? Ayo diet kak Aurel," tulis salah satu warganet mengomentari foto Aurel saat berpose di depan Istana Gyeongbokgung sambil menggunakan baju hanbok.

"Badan Aurel udah kayak ibu-ibu," tulis warganet yang lainnya.

Pasangan Artis Aurel Hermasnyah dan Atta Halilintar (Instagram/attahalilintar)
Pasangan Artis Aurel Hermasnyah dan Atta Halilintar (Instagram/attahalilintar)

Mengetahui sang istri mendapatkan body shaming, Atta Halilintar pun pasang badan membela Aurel. Ia menyebut bahwa sangatlah wajar jika perempuan yang baru melahirkan bertubuh gemuk. Hal itu lantaran ia sedang berjuang memberi ASI untuk buah hatinya.

"Dia memperjuangkan susu ASI buat anaknya, dan dia nggak boleh diet. Dia harus makan makanan yang bergizi, makan sering-sering, karena cepat lapar. Menyusui anak itu nggak mudah, kan," kata Atta dalam video pembelaan yang diunggahnya di TikTok.

Apa yang dikatakan oleh Atta Halilintar memang benar. Di masa menyusui, seorang ibu wajib mengonsumsi makanan sehat dan bergizi agar tubuhnya bisa menghasilkan ASI yang banyak dan berkualitas baik.

Lalu, benarkah tak ada cara agar tubuh tetap langsing saat menyusui?

Mengutip dari Hellosehat, sebenarnya ibu menyusui bisa melakukan diet atau pengaturan pola makan sebagai upaya penurunan berat badan. Tapi dengan catatan, harus dilakukan dengan cara yang tepat dan sehat.

Intinya, jangan sampai saat diet malah jadi kebablasan dan terlalu ekstrem sehingga berisiko menimbulkan dampak buruk bagi diri sendiri dan bayi.

Menurut Permenkes RI Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG), kebutuhan nutrisi ibu menyusui usia 19-29 tahun di 6 bulan pertama adalah sebagai berikut:

  • Energi: 2590 kkal
  • Protein: 80 g
  • Lemak: 67,2 g
  • Karbohidrat: 405 g
  • Serat: 37 g
  • Air: 3150 ml

Jadi, apa yang bisa dilakukan agar kebutuhan nutrisi tetap tercukupi namun berat badan tak melonjak drastis? Berikut tipsnya:

1. Jangan membatasi konsumsi makanan

Pertama-tama, pastikan asupan nutrisi harian ibu menyusui tidak kurang dari angka kecukupan gizi yang telah disebutkan di atas, terutama dalam jumlah kalorinya. Jika kurang, dapat berisiko menghambat produksi ASI untuk si kecil.

2. Kurangi asupan makanan secara bertahap

Pengurangan porsi makanan tidak boleh dilakukan secara drastis dan tiba-tiba, karena dapat membuat produksi ASI ikut menurun. Jadi, akan lebih baik untuk mengurangi porsi makan sedikit demi sedikit dan secara bertahap selama menyusui. Meski begitu, tetap pastikan asupan zat gizi dari makanan tidak kurang dari kebutuhan yang dianjurkan sesuai usia saat menyusui, ya.

3. Lakukan diet 6-8 minggu setelah melahirkan

Ibu menyusui sebaiknya tidak melakukan diet penurunan berat badan di awal-awal masa menyusui. Pasalnya, di saat itu, tubuh justru membutuhkan paling banyak nutrisi untuk mempercepat pemulihan pascamelahirkan. Melansir dari laman Baby Centre, diet ibu menyusui aman dilakukan setidaknya 6-8 minggu setelah kelahiran bayi.

4. Menyusui sesering mungkin

Semakin sering menyusui, maka semakin banyak pula ASI yang diproduksi. Prinsip ini harus diingat oleh ibu menyusui. Ditambah, pemberian ASI eksklusif secara teratur dapat meningkatkan penurunan berat badan bila ibu menyusui ingin diet.

5. Konsumsi makanan sehat

Alih-alih mengurangi porsi makan, cobalah ubah cara memasak makanan. Misalnya, ganti kebiasaan mengonsumsi makanan yang digoreng dengan yang direbus. Cara ini dapat memotong sejumlah kalori yang didapatkan dari minyak. Selain itu, perbanyak juga konsumsi buah-buahan dan sayuran, perbanyak makan makanan berserat, pilih protein yang sedikit mengandung lemak, serta banyak minum air putih.

6. Lakukan olahraga secara teratur

Terakhir yang tak kalah penting bagi ibu menyusui adalah melakukan olahraga secara teratur. Tak hanya membantu dalam penurunan berat badan, olahraga juga dapat membantu ibu menyusui menghilangkan stres dan tidur lebih nyenyak. Pilihan olahraganya tidak perlu yang terlalu berat. Olahraga ringan pun sudah cukup, seperti berjalan santai dengan mendorong kereta bayi, setidaknya 150 menit dalam seminggu atau 30 menit per hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aurel Hermansyah Dikatai Gendut Mirip Ibu-Ibu, Atta Halilintar Serang Balik Haters

Aurel Hermansyah Dikatai Gendut Mirip Ibu-Ibu, Atta Halilintar Serang Balik Haters

Entertainment | Kamis, 04 Januari 2024 | 14:24 WIB

Aurel Hermansyah Kena Body Shaming Usai Melahirkan, Padahal Perubahan Tubuh Usai Punya Anak Wajar

Aurel Hermansyah Kena Body Shaming Usai Melahirkan, Padahal Perubahan Tubuh Usai Punya Anak Wajar

Lifestyle | Kamis, 04 Januari 2024 | 13:08 WIB

Badan Aurel Hermansyah Disebut Kayak Ibu-Ibu Oleh Warganet, Atta Halilintar Kasih Balasan Menohok Begini

Badan Aurel Hermansyah Disebut Kayak Ibu-Ibu Oleh Warganet, Atta Halilintar Kasih Balasan Menohok Begini

Lifestyle | Kamis, 04 Januari 2024 | 12:48 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB