Tidak Semua Lucu, Kehamilan Anak Kembar Ternyata Punya Risiko Kesehatan untuk Ibu Loh

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 20 Februari 2024 | 17:11 WIB
Tidak Semua Lucu, Kehamilan Anak Kembar Ternyata Punya Risiko Kesehatan untuk Ibu Loh
ilustrasi kehamilan anak kembar. (pexels.com/ Garon Piceli)

Suara.com - Hamil kembar kerap didambakan sejumlah pasangan, karena mungkin dianggap menggemaskan. Padahal, kehamilan kembar sebenarnya bisa jadi berbahaya bagi ibu juga janinnya.

Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis kandungan dr. Novan Satya Pamungkas, Sp.OG., mengatakan bahwa kehamilan kembar sebenarnya bukan kondisi normal.

"Sebenarnya kalau kita melihat kehamilan kembar itu bukan keadaan fisiologis. Karena rahim ibu didesain hanya cukup untuk satu bayi, kalau lebih dia harus berbagi di ruang sempit itu. Tentu kondisi itu bisa menyebabkan komplikasi. Dan komplikasi paling sering ialah persalinan prematur," jelas dokter Novan dalam acara diskusi media Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) di Jakarta, Selasa (20/2/2024).

Ilustrasi kehamilan kembar. (Shuterstock)
Ilustrasi kehamilan kembar. (Shuterstock)

Selama hamil juga perjuangan ibu akan terasa lebih luar biasa. Sebab, ada lebih dari satu janin yang dia harus pastikan kecukupan asupan gizinya serta tumbuh kembangnya. Salah satu zat gizi paling penting bagi janin, kata dokter Novan, ialah zat besi yang digunakan untuk pertumbuhan selama di dalam janin.

Sayangnya, kebanyakan perempuan Indonesia justru alami anemia yang salah satu penyebabnya karena kekurangan zat besi. Bahkan, berdasarkan pengalaman dokter Novan sebagai dokter kandungan, dia mendapati sekitar 90 persen ibu hamil di Indonesia alami anemia.

"Zat besi dibutuhkan untuk bantu janin tumbuh dengan baik. Karena ada lebih dari satu janin, maka kebutuhan zat besi tentu meningkat. Selain itu mual dan muntah juga jadi double," lanjutnya.

Ibu dengan kehamilan kembar juga lebih berisiko terkena preeklamsia atau tekanan darah tinggi saat hamil. Pemicunya karena jumlah plasenta bayi kembar yang biasanya lebih dari satu. Apabila, plasenta janin tidak berfungsi atau berkembang dengan baik, maka ibu bisa jadi alami preeklamsia.

Bayi kembar juga biasanya lahir dengan berat badan lebih kecil, atau kurang dari 3 kilogram, karena harus berbagi ruang rahim dengan saudaranya. Serta risiko lahir prematur akibat perut ibu jadi lebih meregangn

"Jarang sekali bayi kembar lahir dengan berat badannya di atas 2,5 kilogram, terutama di Indonesia. Kecuali kalau di Afrika itu masih bisa besar bayi kembar sampai 3 kilogram karena perutnya memang lebih besar," jelas dokter Novan.

Lantaran lahir prematur, persalinan juga biasanya harus dilakukan secara operasi sesar karena posisi kepala janin juga tidak berada di rahim bagian bawah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nikita Willy Alami Keguguran Anak Kedua, Hanya Bertahan di Usia Kehamilan 7 Minggu

Nikita Willy Alami Keguguran Anak Kedua, Hanya Bertahan di Usia Kehamilan 7 Minggu

Your Say | Selasa, 20 Februari 2024 | 11:10 WIB

Si Kembar Ganteng dan Bagus Ogah Jadi Komedian, Komeng Pasrah: Jadi Apa Ajalah

Si Kembar Ganteng dan Bagus Ogah Jadi Komedian, Komeng Pasrah: Jadi Apa Ajalah

Lifestyle | Senin, 19 Februari 2024 | 15:28 WIB

Segini Biaya Anak Kembar Komeng di Sekolah Internasional, Pantas Ayah sampai Rela Tak Makan 3 Tahun

Segini Biaya Anak Kembar Komeng di Sekolah Internasional, Pantas Ayah sampai Rela Tak Makan 3 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 16 Februari 2024 | 19:35 WIB

Terkini

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB