Hari Obesitas Sedunia 2024: Tak Sekadar Salah Gaya Hidup, Otak dan Lingkungan Juga Bisa Bikin Orang Jadi Kegemukan

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 02 Maret 2024 | 07:41 WIB
Hari Obesitas Sedunia 2024: Tak Sekadar Salah Gaya Hidup, Otak dan Lingkungan Juga Bisa Bikin Orang Jadi Kegemukan
Ilustrasi obesitas (Freepik/subinpumsom)

Suara.com - Memperingati World Obesity Day atau Hari Obesitas Sedunia 2024 pada 4 Maret mendatang, ahli gizi klinik menegaskan obesitas bukan hanya masalah gaya hidup, tapi juga pengaruh otak dan lingkungan sehingga membuat tubuh sulit mengatur nafsu makan.

Wakil Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) Dr.dr.Gaga Irawan Nugraha, Sp.GK(K) mengatakan banyak orang salah kaprah memandang obesitas, dan cenderung hanya menyalahkan perilaku orang tersebut. Padahal faktanya, lingkungan juga mempengaruhi seseorang terkena obesitas.

Pengaruh lingkungan yang menyebabkan seseorang terkena obesitas inilah, kata Dr. Gaga, pihak keluarga, teman kerabat hingga pemerintah juga harus ikut bertanggung jawab membantu seseorang mengatasi obesitas yang dideritanya.

"Misalnya ada istri lagi ingin diet, tapi suaminya setiap pulang kerja selalu ajak makan malam di luar. Itu kan lingkungan yang membentuk perempuan tersebut kesulitan mengontrol nafsu makannya, jika tidak mendapat dukungan keluarga," ungkap Dr. Gaga dalam acara diskusi Hari Obesitas Sedunia oleh Novo Nordisk di Jakarta Selatan, Jumat (1/3/2024).

Obesitas adalah kondisi yang menggambarkan seseorang memiliki badan berlebih, kegemukan, dan mengandung banyak lemak pada tubuhnya.

Mirisnya, obesitas bukan sekadar penumpukan lemak karena kegemukan biasa, karena jika dibiarkan bisa mengakibatkan 2 kali lipat serangan jantung koroner, stroke, diabetes melitus (kencing manis), dan hipertensi (tekanan darah tinggi).

Termasuk juga, kata Dr. Gaga, sebaiknya tidak mendiamkan anak maupun orang dewasa yang grafik berat badan atau pertumbuhannya berada di garis merah, khususnya jika sudah berat badan berlebih untuk segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapat intervensi dokter.

"Jadi dokter biasanya akan memberikan tiga pilar penanganan obesitas, yaitu intervensi perilaku dengan bantuan psikolog untuk mengubah pola hidup dan diatur makannya. Lalu yang kedua terapi anti obesitas dengan bantuan obat, hingga tindakan terakhir dengan metode pembedahan (operasi)," papar Dr. Gaga.

Selain faktor lingkungan, dokter gizi klinik alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) itu juga memperingatkan pengaruh otak yang tidak bisa diabaikan, khususnya saat penyandang obesitas memutuskan mengonsumsi suatu makanan.

Kata Dr. Gaga, otak merupakan pusat pengaturan nafsu dan perilaku makan seseorang yang dipengaruhi homeostatic eating (sinyal lapar), hedonic eating (kesenangan mengonsumsi makanan), dan homeostatic eating (keputusan untuk makan).

"Walaupun terapi gizi medis dan aktivitas fisik merupakan dasar untuk mengelola obesitas, hal ini tidak cukup bagi banyak pasien. Kita perlu menyediakan penanganan obesitas yang lebih komprehensif di Indonesia, beralih dari yang tadinya berfokus hanya pada indeks massa tubuh (IMT, atau body mass index, BMI) menjadi berfokus pada penanganan komplikasi terkait obesitas," pungkas Dr. Gaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mitos atau Fakta: Anak Gemuk Berarti Sehat? Ahli Gizi Beri Penjelasan

Mitos atau Fakta: Anak Gemuk Berarti Sehat? Ahli Gizi Beri Penjelasan

Health | Kamis, 29 Februari 2024 | 06:33 WIB

Dokter Kulit Buka Rahasia: Cara Mengatasi Payudara Lelaki yang Membesar yang Turunkan Rasa Percaya Diri

Dokter Kulit Buka Rahasia: Cara Mengatasi Payudara Lelaki yang Membesar yang Turunkan Rasa Percaya Diri

Lifestyle | Sabtu, 24 Februari 2024 | 06:05 WIB

Atasi Obesitas dengan Olahraga Treadmill, Ini Manfaatnya Selain Bisa Turunkan Berat Badan

Atasi Obesitas dengan Olahraga Treadmill, Ini Manfaatnya Selain Bisa Turunkan Berat Badan

Health | Sabtu, 03 Februari 2024 | 10:30 WIB

Terkini

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB