Riset CISDI: Cukai Minuman Manis Kemasan Cegah Ratusan Ribu Kasus Obesitas di Masa Depan

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 08 Maret 2024 | 05:58 WIB
Riset CISDI: Cukai Minuman Manis Kemasan Cegah Ratusan Ribu Kasus Obesitas di Masa Depan
Pengunjung memilih produk minuman berpemanis di salah satu ritel di Jakarta, Senin (18/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Riset terbaru Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) menunjukan penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) ampuh turunkan kasus kegemukan (overweight) dan obesitas hingga 10 tahun mendatang.

Chief Policy and Research CISDI, Olivia Herlinda mengatakan pemberian cukai MBDK minimal 20 persen berpotensi menurunkan peluang konsumsi minuman kemasan manis, dan asupan gula harian 5,4 gram pada lelaki dan 4,09 gram pada perempuan.

Dengan menurunkan konsumsi gula ini, kata Olivia, efeknya mampu mencegah 253 ribu kasus gemukan dan 502 ribu obesitas dalam 10 tahun mendatang. Tapi kondisi ini bisa terjadi sebaliknya, jika cukai minuman manis kemasan tidak segera terealisasi, bisa memicu 8,9 juta kasus diabetes melitus tipe 2 di 2033 mendatang.

Pengunjung memilih produk minuman berpemanis di salah satu ritel di Jakarta, Senin (18/12/2023).  [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung memilih produk minuman berpemanis di salah satu ritel di Jakarta, Senin (18/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

“Namun, apabila cukai MBDK diterapkan mulai 2024, kasus baru diabetes melitus tipe 2 diproyeksikan menurun signifikan menjadi 5.854.125 kasus. Artinya, sebanyak 3.095.643 kasus baru kumulatif dapat dicegah dalam satu dekade,” ungkap Olivia di Jakarta Selatan, Kamis (7/3/2024).

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak berfungsi maksimal.

Health Economics Research Associate CISDI, Muhammad Zulfiqar Firdaus berharap cukai minuman manis kemasan segera diberlakukan di 2024. Hal ini sesuai dengan riset yang mensimulasikan risiko dan peluang jika dimulai dan tidak dimulai tahun ini.

"Jadi memang kita targetnya tahun ini, sesuai dengan penelitian kita, jika semakin lama semakin besar juga risiko dan menurunkan peluang penurunan penyakit tidak menular di Indonesia," kata Zulfiqar.

Hal ini dibenarkan Olivia yang juga memaparkan hasil riset menunjukan ada potensi penurunan jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 setiap tahunnya.

“Apabila cukai diterapkan mulai 2024, jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 diperkirakan turun setiap tahun dan dapat mencegah potensi 455.310 kasus kematian kumulatif akibat penyakit tersebut dalam satu dasawarsa ke depan,” jelas Olivia.

Adapun riset dilakukan, berdasarkan riset sejenis seputar cukai minuman manis kemasan di berbagai negara dunia yang sudah lebih lama menerapkannya di Thailand, Vietnam, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Meksiko, Australia.

Riset CISDI ini juga dilakukan dengan cara menghitung perubahan harga produk minuman manis kemasan, dan disimulasikan cukai MBDK. Ditemukan kenaikan harga sebesar 20 persen kenaikan harga minuman manis kemasan menurunkan konsumsinya sebesar 17,5 persen.

Adapun kategori MBDK berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Indonesia (Riskesdas) 2018, mencakup 3 kategori sebagai berikut:

  1. Minuman manis yang mencakup sirup, teh manis kemasan, dan minuman manis non karbonasi lainnya.
  2. Soft Drink dan minuman berkarbonasi.
  3. Minuman berenergi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Canggih! Peneliti Sebut Cukai Minuman Manis Kemasan Punya Manfaat Besar: Hemat Dana APBN Rp 40,6 Triliun

Canggih! Peneliti Sebut Cukai Minuman Manis Kemasan Punya Manfaat Besar: Hemat Dana APBN Rp 40,6 Triliun

Health | Kamis, 07 Maret 2024 | 15:49 WIB

Mengejutkan! Andhi Pramono Pakai Rekening Petugas Kebersihan Buat Terima Gratifikasi

Mengejutkan! Andhi Pramono Pakai Rekening Petugas Kebersihan Buat Terima Gratifikasi

News | Sabtu, 02 Maret 2024 | 03:35 WIB

Sri Mulyani ke Anak Buah: Terima Kasih Semuanya

Sri Mulyani ke Anak Buah: Terima Kasih Semuanya

Bisnis | Kamis, 08 Februari 2024 | 12:55 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB