Mengenal Dengue Shock Syndrome, Komplikasi DBD yang Bikin Risiko Kematian Meningkat

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 07 April 2024 | 09:06 WIB
Mengenal Dengue Shock Syndrome, Komplikasi DBD yang Bikin Risiko Kematian Meningkat
Ilustrasi nyamuk demam berdarah dengue (DBD) (Pexels/Pixabay)

Suara.com - Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Fatnan Setyo Hariwibowo, Sp.PD menjelaskan fenomena Dengue Shock Syndrome (DSS) yang belakangan banyak terjadi. DSS merupakan komplikasi dari Demam Berdarah Dengue.

Ia menyatakan, bahwa kondisi ini meningkatkan risiko kematian pasien demam berdarah karena penurunan tekanan darah. dr. Fatnan menjelaskan kondisi DSS pada pasien DBD jika penyakitnya sudah masuk stadium 4, sindrom ini ditandai menurunnya tekanan darah dengan cepat, bahkan kondisi ini bisa dialami orang dengan kondisi trombosit normal.

"Jadi tidak ada hubungan erat, antara trombosit masih 10 ribu, masih bagus tandanya bukan berarti ia tidak akan mengalami shock," ujar dr. Fatnan dalam acara diskusi virtual Seri Webinar Ramadhan, Jumat (6/4/2024).

Ilustrasi demam (Pexels/Pevel Danilyuk)
Ilustrasi demam (Pexels/Pevel Danilyuk)

Alasan DBD shock bisa memicu kematian karena selain tekanan darah turun drastis, kondisi ini merupakan tanda terjadinya peradangan sistemik atau gangguan sistem tubuh yang hebat.

"Tekanan darah turun drastis karena adanya peradangan jaringan di sekitar, karena penurunan jumlah cairan karena peradangan sistemik. Tapi seorang yang kena DBD belum tentu sudah pasti bakal mengalami shock," jelas dokter yang berpraktik di RS PKU Muhammadiyah Temanggung ini.

Terlepas dari DBD shock yang bisa memicu kematian, dr. Fatnan lebih fokus memperingatkan pasien yang pernah mengalami riwayat sakit DBD, lalu jatuh sakit untuk kedua, atau ketiga kali dan seterusnya makan akan berisiko alami gejala yang lebih berat.

"Jadi semakin sering terkena DB maka akan semakin parah, jadi yang kedua bisa lebih parah dari yang pertama, dan yang ketiga bisa lebih parah dari yang kedua, begitu seterusnya," paparnya.

Menurut dr. Fatnan kondisi ini terjadi karena virus dengue penyebab DB memiliki karakteristik yang unik, yaitu bukan berarti sudah memiliki antibodi maka akan semakin kebal, tapi kondisi tubuh bisa semakin lemah dan rentan.

Terakhir ia mengingatkan, untuk mengantisipasi gejala berat sebaiknya masyarakat waspada pada gejala demam. Khususnya apabila mengalami demam pada hati ketiga tidak kunjung membaik, disarankan segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

baca juga

"Hari ketiga demam segera lakukan pemeriksaan laboratorium, jangan anggap flu biasa. Jika itu buka DB, bisa diperiksa lebih lanjut aman tidak rawat jalan atau harus rawat inap karena trombosit," pungkas dr. Fatnan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Duga Lonjakan Drastis DBD di Indonesia Disebabkan Perubahan Iklim: Nyamuk Beradaptasi!

Dokter Duga Lonjakan Drastis DBD di Indonesia Disebabkan Perubahan Iklim: Nyamuk Beradaptasi!

Health | Sabtu, 06 April 2024 | 15:35 WIB

Kemenkes Tegaskan Wolbachia Tidak Picu Keganasan Nyamuk Aedes Aegypti Penyebab DBD

Kemenkes Tegaskan Wolbachia Tidak Picu Keganasan Nyamuk Aedes Aegypti Penyebab DBD

Health | Selasa, 02 April 2024 | 20:51 WIB

Kemenkes Sebut Kasus DBD Akan Terus Meningkat di Musim Pancaroba Mendatang, 3M Plus Jadi Saran Pencegahan

Kemenkes Sebut Kasus DBD Akan Terus Meningkat di Musim Pancaroba Mendatang, 3M Plus Jadi Saran Pencegahan

Health | Selasa, 02 April 2024 | 13:53 WIB

Terkini

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

×