Mematikan Pada Anak, Bisakah Sakit Meningitis Disembuhkan? Dokter Anak Beberkan Risiko Komplikasi

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 19 April 2024 | 17:04 WIB
Mematikan Pada Anak, Bisakah Sakit Meningitis Disembuhkan? Dokter Anak Beberkan Risiko Komplikasi
Ilustrasi meningitis. (Shutterstock)

Suara.com - Orangtua perlu tahu meningitis atau peradangan otak pada anak bisa menyebabkan kematian. Ini karena bisa langsung menyerang saraf dan mempengaruhi selaput otak. Pertanyaanya, bisakah meningitis disembuhkan?

Dokter Spesialis Anak Eka Hospital Permata Hijau, dr. Nirmalia Husin, SpA menjelaskan meningitis termasuk penyakit berbahaya karena bisa menimbulkan gangguan fungsi saraf dan kelemahan sistem imun. Ini karena virus atau bakteri penyebab meningitis menyerang langsung selaput otak yang disebut meningen hingga memicu peradangan.

"Dalam kasus yang langka, meningitis juga bisa disebabkan oleh jamur. Umumnya, virus atau bakteri penyebab meningitis tidak langsung menyerang selaput otak tapi bermula dari bagian tubuh lain. Virus atau bakteri tersebut kemudian menyebar ke selaput otak lewat pembuluh darah dan menyebabkan peradangan," jelas dr. Nirmalia melalui rilis yang diterima suara.com, Jumat (19/4/2024).

Infografis mengenal meningitis penyakit radang selaput otak. (Suara.com)
Infografis mengenal meningitis penyakit radang selaput otak. (Suara.com)

Adapun beberapa virus penyebab meningitis yaitu virus campak, influenza, herpes simplex, dan west nile virus. Beberapa virus ini rawan menyerang anak di bawah 5 tahun dan bayi baru lain. Sedangkan bakteri penyebab meningitis di antaranya yaitu streptococcus pneumoniae, hemophilus influenzae type b (Hib)z, neisseria meningitidis, listeria monocytogenes, Escherichia coli (E. coli), Klebsiella pneumoniae.

Adapun seseorang anak maupun bayi lebih terinfeksi virus maupun bakteri penyebab meningitis jika memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Apalagi virus dan bakteri penyebab meningitis ini bisa menular melalui percikan ludah atau sekret hidung saat bersin dan batuk.

"Bisa juga karena bersentuhan dengan benda yang terkontaminasi virus atau bakteri atau terjadi karena mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi," jelasnya.

Meski begitu, dr. Nirmalia menegaskan jika anak yang terkena meningitis tetap bisa disembuhkan. Apalagi jika anak tersebut termasuk kasus meningitis yang ringan, biasanya akan sembuh dalam waktu 7 hingga 10 hari.

"Namun untuk kasus infeksi yang berat pasien perlu mendapatkan perawatan yang intensif dan membutuhkan waktu pengobatan yang lebih lama," paparnya.

Ia menjelaskan, sejauh ini belum ada jenis pengobatan khusus untuk mengatasi meningitis. Selain itu, saat ini pengobatan meningitis yang diakibatkan oleh virus adalah lewat pemberian obat antivirus. Begitu juga untuk meningitis yang disebabkan bakteri akan ditangani dengan pemberian obat antibiotik.

baca juga

"Sekalipun penyakit ini dapat sembuh, namun bisa menyebabkan komplikasi seperti menurunnya imun, kejang, kehilangan kemampuan berkomunikasi, penurunan daya lihat, penurunan pendengaran, gangguan memori serta kelumpuhan anggota gerak," ungkap dr. Nirmalia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erika Carlina Ungkap Pemicu Kekambuhan Penyakit Autoimunnya: Ini Tips Mengatasi Gangguan Kecemasan Tanpa Obat

Erika Carlina Ungkap Pemicu Kekambuhan Penyakit Autoimunnya: Ini Tips Mengatasi Gangguan Kecemasan Tanpa Obat

Health | Kamis, 18 April 2024 | 09:26 WIB

Calon Jemaah Haji Divaksin Meningitis

Calon Jemaah Haji Divaksin Meningitis

Foto | Rabu, 17 April 2024 | 15:11 WIB

Penyakit Menular Mengintai, Korban Banjir Perlu Dapat Pemeriksaan Kesehatan

Penyakit Menular Mengintai, Korban Banjir Perlu Dapat Pemeriksaan Kesehatan

Health | Rabu, 17 April 2024 | 10:54 WIB

Terkini

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

×