Psikolog: Pandemi Bikin Makin Banyak Balita Alami Gangguan Sensorik karena Rumah Sempit!

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 09 Mei 2024 | 09:07 WIB
Psikolog: Pandemi Bikin Makin Banyak Balita Alami Gangguan Sensorik karena Rumah Sempit!
Ilustrasi balita yang sedang belajar mewarnai di rumah (Raya). (Photo: Deka Wulandari/herlambangkh)

Suara.com - Psikolog Klinis Rosdiana Setyaningrum mengatakan setelah pandemi Covid-19 ditemukan semakin banyak anak balita alami gangguan sensorik. Kondisi ini terjadi akibat terbatasnya ruang gerak anak bereksplorasi di dalam rumah.

Gangguan sensorik adalah kondisi yang mempengaruhi cara kerja otak dalam memproses stimulus yang diterima. Gangguan berhubungan erat dengan apa yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan, atau disentuh oleh anak.

Menurut Rosdiana, pandemi Covid-19 membuat anak balita kekurangan interaksi dengan orang dan lingkungannya. Ini karena saat virus SARS CoV 2 merebak banyak anak bayi yang dilarang ke luar rumah karena lebih mudah tertular penyakit yang menyerang saluran napas tersebut.

ilustrasi balita yang melakukan quiet time (unsplash/Stephen Andrews)
ilustrasi balita yang melakukan quiet time (unsplash/Stephen Andrews)

"Di bawah usia 5 tahun ke itu anak-anak 'lulusan' Covid-19 nggak bisa keluar rumah, membuat interaksi mereka dengan orang dan  lingkungan sangat amat kurang," ujar Rosdiana dalam acara diskusi di MS School dan Welbeing Center di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2024).

"Bahkan mereka kurang bergerak dan bermain di tempat yang luas, karena mayoritas masyarakat perkotaan saat ini tinggal di rumah minimalis dengan kamar berukuran kecil seperti di apartemen," lanjut Rosdiana.

Psikolog yang juga Center Director MS School dan Wellbeing Center ini menjelaskan balita yang tinggal di rumah minimalis dengan kamar sempit membuat anak-anak kesulitan bergerak bebas dan mengeksplorasi diri.

Apalagi kata Rosdiana, fase merangkak adalah tahap vital dan penting untuk merangsang saraf sensorik. Jika saraf sensorik yang meliputi 5 panca indra ini terlatih dan tereksplorasi secara baik, maka otak bisa berkembang dengan maksimal dan gangguan sensorik bisa dicegah.

"Jadi Ketika anak merangkak baru sebentar udah ketemu dinding, ketika berdiri ia udah mepet ke dinding dan jadi cepat jalan. Padahal penting buat orangtua memberikan ruang untuk bergerak dan merangkak sebaik mungkin pada anak," jelas Rosdiana.

Di sisi lain, terbatasnya ruang eksplorasi anak saat merangkak juga bisa mengganggu perkembangan otak, karena kemampuan saraf sensorik anak tidak bisa dirangsang maksimal. Efeknya bisa menyebabkan keterlambatan perkembangan hingga gangguan neurologis atau saraf pada anak.

baca juga

Apalagi data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat, sekitar 5 hingga 10 persen anak-anak mengalami keterlambatan dalam proses perkembangannya, dan diperkirakan 1 hingga 3 persen di antaranya anak berusia di bawah 5 tahun alias balita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Psikolog Setuju Pasutri Baru Pisah Rumah dengan Mertua, Beneran Bikin Rumah Tangga Lebih Adem?

Psikolog Setuju Pasutri Baru Pisah Rumah dengan Mertua, Beneran Bikin Rumah Tangga Lebih Adem?

Lifestyle | Rabu, 08 Mei 2024 | 17:08 WIB

Psikolog Sentil Aksi Teuku Ryan Copot Cincin Kawin Saat Klarifikasi: Drama Banget, Enggak Perlu Sampai Begitu

Psikolog Sentil Aksi Teuku Ryan Copot Cincin Kawin Saat Klarifikasi: Drama Banget, Enggak Perlu Sampai Begitu

Lifestyle | Rabu, 08 Mei 2024 | 15:04 WIB

Teuku Ryan Ogah Dengar Curhatan Ria Ricis, Psikolog Ingatkan Pasutri Harus Saling Dengar dan Menyimak

Teuku Ryan Ogah Dengar Curhatan Ria Ricis, Psikolog Ingatkan Pasutri Harus Saling Dengar dan Menyimak

Lifestyle | Rabu, 08 Mei 2024 | 11:07 WIB

Terkini

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:40 WIB

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:38 WIB

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:15 WIB

×