Berisik Banget! Ternyata Begini Isi Otak Anak dengan Gangguan Sensorik: Susah Fokus Sampe Dewasa!

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 09 Mei 2024 | 15:46 WIB
Berisik Banget! Ternyata Begini Isi Otak Anak dengan Gangguan Sensorik: Susah Fokus Sampe Dewasa!
ilustrasi anak depresi (pexels.com/Mikhail Nilov)

Suara.com - Masih banyak orang yang memandang sepele pentingnya rangsangan saraf sensorik anak. Padahal Psikolog Klinis Rosdiana  Setyaningrum mengatakan saraf sensorik jadi pondasi awal agar perkembangan dan kemampuan belajar anak bisa lebih maksimal.

Rosdiana menjelaskan saat seorang anak mengalami gangguan sensorik hingga dewasa, maka ia akan lebih sulit fokus belajar, bekerja hingga mencerna informasi.

Psikolog yang juga Center Director di MS School dan Wellbeing Center itu mengibaratkan, orang normal akan mampu mengatur pendengaran dengan radius mulai dari 1 hingga 10, lalu saat berkonsentrasi mendengarkan hanya satu sumber suara saja sensitifitasnya akan meningkat di radius 8 hingga 9.

ilustrasi anak yang menangis karena ditinggal (freepik/andreas)
ilustrasi anak yang menangis karena ditinggal (freepik/andreas)

Tapi di luar suara itu, orang tersebut akan mampu mengatur sumber suara lain dengan otomatis 'menurunkan volume', sehingga sensitifitas pendengarannya berkurang di angka 4 hingga 5. Menurunkan dan menambah sensitivitas sensorik inilah yang disebut dengan kemampuan fokus.

"Tapi bayangkan orang dengan gangguan sensorik, semua sumber suaranya akan terus di angka 8 hingga 9, kebayang kan berisik banget. Jadi dia sulit berkonsentrasi fokus pada satu suara yang diinginkan. Jadi energi anak ini bakal cuma habis buat melatih fokus doang, bukan buat belajar," jelas Rosdiana dalam acara diskusi di MS School dan Wellbeing Center di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2024).

Mirisnya, itu hanya salah satu dari panca indra yakni pendengaran, karena ada beberapa anak yang alami gangguan sensorik panca indra lainnya seperti penglihatan yang efeknya sulit membaca dan berhitung seperti disleksia. Lalu ada juga masalah keterlambatan bicara seperti speech delay, hingga jalan jinjit karena sensorik sentuhannya terganggu, bahkan kemampuan regulasi emosi anak yang buruk hingga mudah tantrum, juga bisa jadi salah tanda adanya gangguan sensorik.

Rosdiana mengatakan jika kondisi gangguan sensorik ini sudah sangat mempengaruhi proses belajar dan aktivitas sehari-hari, maka anak memerlukan berbagai terapi tambahan. Seperti layanan di MS School dan Wellbeing Center bisa memberikan terapi brain balance therapy.

Terapi ini dilakukan dengan cara membuat kinerja otak lebih seimbang, sehingga jika rangsangan terlalu besar pada otak kanan maka terapi yang diberikan yaitu dengan merangsang otak kiri.

Ini karena otak kiri cenderung berkaitan dengan kemampuan berpikir logis, analitis dan teratur seperti kemampuan membaca, berhitung hingga memecahkan masalah. Sedangkan otak kanan berhubungan dengan kemampuan mengelola emosi, intuitif dan kreatif.

baca juga

"Jadi kalau anak pengendalian emosi dan perasaannya berlebihan, maka kita bisa pakai metode brain balance therapy dengan merangsang otak kiri agar kerja otak bisa seimbang dan gangguan sensoriknya berkurang," jelas Rosidana.

Tidak hanya itu, ada juga terapi lainnya yaitu meliputi primate reflexes & sensory therapy, speech therapy, occupational therapy, physiotherapy, play therapy, dan educational therapy.

Play therapy atau terapi bermain membantu anak-anak mengekspresikan emosi, menyelesaikan masalah, dan memfasilitasi penyembuhan melalui bermain secara terapeutik.

Selain itu orangtua juga bisa memanfaatkan jasa pelayanan shadow teacher yang bukan hanya dapat mendampingi anak, namun juga memberikan terapi dasar sederhana untuk perkembangan neurologis anak.

Mengenal istilah gangguan sensorik pada anak dan contohnya

 Gangguan sensorik adalah kondisi yang mempengaruhi cara kerja otak dalam memproses stimulus yang diterima. Gangguan berhubungan erat dengan apa yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan, atau disentuh oleh anak.

Gangguan sensorik pada anak terjadi ketika anak memiliki kesulitan dalam mengatur atau memproses informasi sensorik dari lingkungan mereka.

Kondisi ini bisa berdampak pada bagaimana anak merasakan dan bereaksi terhadap rangsangan sensorik seperti suara, cahaya, sentuhan, atau gerakan.

Adapun beberapa contoh ganguan sensorik pada anak di antaranya sebagai berikut:

1. Hipersensitivitas

Anak mungkin memiliki respons berlebihan atau negatif terhadap rangsangan sensorik tertentu. Misalnya, mereka mungkin merasa terganggu atau takut dengan suara keras, cahaya terang, atau sentuhan ringan.

2. Gangguan integrasi sensorik

Ini adalah gangguan di mana anak mengalami kesulitan dalam menggabungkan atau mengatur informasi sensorik yang diterima dari berbagai indera. Ini bisa menyebabkan masalah dalam koordinasi gerakan, keterampilan sosial, atau kemampuan untuk fokus dan memperhatikan.

3. Gangguan sensorik motorik

Anak mungkin mengalami kesulitan dalam mengkoordinasikan gerakan tubuh mereka dengan rangsangan sensorik yang diterima. Ini bisa mempengaruhi kemampuan mereka dalam hal keseimbangan, koordinasi, atau keterampilan motorik halus seperti menulis atau mengancingkan kancing.

4. Pilih-pilih makanan

Beberapa anak mungkin memiliki preferensi makanan yang sangat spesifik atau sensitivitas terhadap tekstur atau rasa tertentu. Ini bisa menjadi tanda gangguan sensorik terkait makanan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Awal Mula Ruben Onsu Angkat Betrand Peto Jadi Anak, Kini Pilih Tinggal Barehg Sarwendah

Begini Awal Mula Ruben Onsu Angkat Betrand Peto Jadi Anak, Kini Pilih Tinggal Barehg Sarwendah

Lifestyle | Kamis, 09 Mei 2024 | 14:57 WIB

Raffi Ahmad Blak-blakan Ngaku Tak Tahu Biaya Sekolah Anak, padahal Tembus Angka Fantastis

Raffi Ahmad Blak-blakan Ngaku Tak Tahu Biaya Sekolah Anak, padahal Tembus Angka Fantastis

Lifestyle | Kamis, 09 Mei 2024 | 14:01 WIB

Tengku Dewi dan Andrew Andika Pernah Sama-Sama Berjuang Demi Punya Anak, Suami Kini Malah Asik Selingkuh

Tengku Dewi dan Andrew Andika Pernah Sama-Sama Berjuang Demi Punya Anak, Suami Kini Malah Asik Selingkuh

Lifestyle | Kamis, 09 Mei 2024 | 11:39 WIB

Terkini

Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi

Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi

Jogja | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi

Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia

Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:31 WIB

Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan

Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan

Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

BI Salurkan Insentif KLM Rp446,5 Triliun per Agustus 2026,, Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen

BI Salurkan Insentif KLM Rp446,5 Triliun per Agustus 2026,, Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Pakar IPB Ungkap Kunci Damai Blok Tanamalia, Dialog Terbuka dan Kepastian Hukum

Pakar IPB Ungkap Kunci Damai Blok Tanamalia, Dialog Terbuka dan Kepastian Hukum

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Jateng Uji Model Baru Pengentasan Kemiskinan, Pemuda Jadi Ujung Tombak

Jateng Uji Model Baru Pengentasan Kemiskinan, Pemuda Jadi Ujung Tombak

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Bye Kusam! 4 Brightening Pad Solusi Buat Wajah Cerah dan Lembap Seketika

Bye Kusam! 4 Brightening Pad Solusi Buat Wajah Cerah dan Lembap Seketika

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:20 WIB

×