Perokok Indonesia Sudah Mulai Coba Merokok di Usia 10 Tahun: Biang Keroknya Rokok Eceran!

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 21 Mei 2024 | 21:39 WIB
Perokok Indonesia Sudah Mulai Coba Merokok di Usia 10 Tahun: Biang Keroknya Rokok Eceran!
Ilustrasi rokok. (Pexels)

Suara.com - Penelitian terbaru Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) menyebutkan bahwa rokok eceran jadi biang kerok munculnya perokok anak di Indonesia. Tak main-main, mayoritas masyarakat mulai merokok di usia anak, yakni 15 tahun, bahkan ada yang 10 tahun.

Kenyataan ini diungkap Peneliti CISDI Beladenta Amalia saat mempresentasikan penelitian yang dilakukan pada 2023, menemukan mayoritas murid sekolah membeli rokok eceran saat pertama kali mengisap tembakau.

"Hasil studi kualitatif CISDI menemukan 7 dari 10 murid sekolah membeli rokok eceran, baik pada konsumsi di 30 hari terakhir maupun saat mencoba rokok untuk pertama kali," ujar Beladenta dalam acara Launching Buku Giant Pack of Lies di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2024).

Sangat mudahnya pelajar di bawah umur membeli rokok eceran di warung kelontong inilah, yang menurut Beladenta, memunculkan berbagai perokok anak setiap tahunnya. Tak main-main, survei 2019 menunjukan, satu batang rokok bisa dibeli dengan hanya merogoh kocek Rp1000 saja.

Harga yang sangat murah inilah yang akhirnya sangat mudah dibeli pelajar, karena mereka hanya perlu mengandalkan uang saku yang didapatkannya dari orang tua setiap harinya.

"Hampir 85 persen dari pedagang dan toko kecil di Indonesia mengaku menjual rokok eceran," jelas Beladenta.

Mirisnya, kondisi ini diperparah dengan temuan data Survei Kesehatan Nasional 2023 yang menyebutkan bahwa 56,5 persen atau mayoritas orang Indonesia mulai merokok dengan rentang usia 15 hingga 19 tahun.

"Bahkan rentang usia terbanyak selanjutnya yaitu 10 hingga 14 tahun. Tak main-main, 18,4 persen perokok Indonesia memulai di usia ini (10-14 tahun)," kata Beladenta lagi.

Selanjutnya, Beladenta menjelaskan pembelian rokok eceran ini sangat berhubungan dengan ketergantungan siswa terhadap nikotin pada rokok, khususnya jika perokok pemula melakukan pembelian rokok eceran dalam 30 hari terakhir.

Apalagi pola seorang anak hingga akhirnya menjadi pecandu rokok yaitu dimulai dari persiapan, percobaan awal merokok, eksperimen, konsumsi rutin rokok lalu menjadi kecanduan nikotin pada rokok.

"Tidak ada konsumsi rokok yang aman, walau sesekali dan sedikit. Remaja dengan pola merokok ini memiliki risiko lebih tinggi untuk menjadi perokok rutin dalam waktu dekat," pungkas Beladenta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjualan Rokok Bakal Diperketat Lagi, Industri Tembakau Hingga Ritel Buka Suara

Penjualan Rokok Bakal Diperketat Lagi, Industri Tembakau Hingga Ritel Buka Suara

Bisnis | Selasa, 21 Mei 2024 | 09:11 WIB

Misinformasi Sebabkan Perokok Dewasa Enggan Beralih ke Produk Tembakau Alternatif

Misinformasi Sebabkan Perokok Dewasa Enggan Beralih ke Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Senin, 20 Mei 2024 | 11:03 WIB

Profil Risiko Produk Tembakau Alternatif dan Rokok Tidak Sama, Asosiasi: Edukasi Perlu Digencarkan

Profil Risiko Produk Tembakau Alternatif dan Rokok Tidak Sama, Asosiasi: Edukasi Perlu Digencarkan

Bisnis | Senin, 13 Mei 2024 | 10:49 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB