Perokok Elektrik Naik 10 Kali Lipat, Kemenkes: 200 Meter dari Sekolah Tak Boleh Ada Penjual Rokok!

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 28 Mei 2024 | 22:08 WIB
Perokok Elektrik Naik 10 Kali Lipat, Kemenkes: 200 Meter dari Sekolah Tak Boleh Ada Penjual Rokok!
Ilustrasi rokok elektrik. (Shutterstock)

Suara.com - Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2020, Kementerian Kesehatan (kemenkes) membantah angka perokok anak meningkat. Namun data malah menunjukkan terjadinya peningkatan perokok elektrik 10 kali lipat.

Fakta ini diungkap Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Akibat Tembakau Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI, Benget Saragih, yang mengatakan terjadi penurunan nyaris 2 persen angka perokok pada 2023 dibanding 2018 lalu.

"Jadi kalau Riskesdas 2018, perokok anak di angka 9,1 persen, tapi di SKI (Survei Kesehatan Indonesia) 2023 itu 7,3 persen, jadi turun, perokok kita turun yang di bawah usia 19 tahun," ujar Benget kepada suara.com di Jagakarsa, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Meski perokok konvensional usia anak menurun, pemerintah kini dihadapkan pada melonjaknya angka perokok elektrik. Tak main-main, peningkatannya mencapai 10 kali lipat dibanding Riskesdas 2018.

"Tapi rokok elektroniknya meningkat 10 kali lipat, jadi beralih dari rokok konvensional ke perokok elektronik. Ini yang jadi masalah," papar Benget.

Benget mengatakan ada berbagai penyebab anak menjadi perokok pemula atau mencoba-coba rokok, salah satunya dari pola asuh dari rumah dan pergaulan. Tapi lebih jauh dari itu, masalah perokok anak di Indonesia sangatlah kompleks, karena bisa karena iming-iming iklan atau mencontoh influencer di media sosial.

"Apa penyebabnya yaitu, asuh dari rumah. Merokok dari rumah kemudian teman sebaya, media sosial, artis-artis, semua influencer itu makanya kita mengatur itu supaya turun (jumlah perokok anak)," terang Benget.

Ia juga mengatakan solusi menurunkan perokok anak memerlukan komitmen semua pihak, termasuk tegasnya pemerintah daerah (pemda) terhadap kawasan tanpa rokok (KTR). Apalagi di sekolah yang seharusnya tidak ada warung penjual rokok, bahkan seluruh guru maupun petugas hingga penjaga kantin sekalipun tidak diperbolehkan merokok.

"Contohnya iklan nggak boleh lagi, KTR atau kawasan tanpa rokok harus diterapkan dengan baik. Nggak boleh lagi ada iklan 500 meter dari sekolah, nggak boleh ada penjual rokok 200 meter dari sekolah," pungkas Benget.

Dampak Merokok Pada Anak

Larangan merokok pada anak bukanlah tanpa sebab. Selain berdampak pada keuangan karena memicu keinginan untuk terus menerus membeli rokok akibat kandungan nikotin yang membuat kecanduan, merokok juga berdampak pada kesehatan sejak usia muda. Berikut beberapa dampak kesehatan pada anak yang bisa terjadi akibat merokok:

1. Masalah gigi dan mulut

Paparan asap rokok dapat menyebabkan masalah pada gigi dan mulut anak-anak, seperti gigi berlubang dan penyakit gusi.

2. Melemahkan sistem kekebalan tubuh

Anak-anak yang terpapar asap rokok memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah, yang membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Ungkap Alasan Orang Sulit Untuk Berhenti Merokok, Ada Kaitannya dengan Psikologis?

Dokter Ungkap Alasan Orang Sulit Untuk Berhenti Merokok, Ada Kaitannya dengan Psikologis?

Health | Selasa, 28 Mei 2024 | 12:41 WIB

Asosiasi Tegaskan Komitmen Lindungi Anak-anak dari Produk Tembakau Alternatif

Asosiasi Tegaskan Komitmen Lindungi Anak-anak dari Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Senin, 27 Mei 2024 | 11:02 WIB

Bawa Rokok Berlebih Saat Berhaji, Siap-siap Bisa Kena Ini Saat Tiba di Bandara

Bawa Rokok Berlebih Saat Berhaji, Siap-siap Bisa Kena Ini Saat Tiba di Bandara

Religi | Kamis, 23 Mei 2024 | 07:27 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB