80 Persen Penyakit Jantung Bawaan pada Anak Tidak Diketahui Penyebabnya, Dokter: Waspada Obat Jerawat pada Ibu Hamil

Vania Rossa

Senin, 03 Juni 2024 | 09:31 WIB
80 Persen Penyakit Jantung Bawaan pada Anak Tidak Diketahui Penyebabnya, Dokter: Waspada Obat Jerawat pada Ibu Hamil
Ilustrasi penyakit jantung bawaan. (Elements Envato)

Suara.com - Penyakit jantung bawaan dapat terjadi pada 8 dari 1.000 kelahiran, dan terjadi karena kelainan struktur jantung yang muncul sejak bayi masih berada dalam kandungan. 

Karena dapat mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah dan menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh, penyakit jantung bawaan dapat mengganggu tumbuh kembang anak, bahkan kemungkinan berakibat fatal.

Lalu, apa yang menyebabkan penyakit jantung bawaan?

Menurut dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Konsultan Pembuluh Darah Heartology Cardiovascular Hospital, 80% penyakit jantung bawaan tidak diketahui penyebabnya. Tapi, 20% sisanya dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya kelainan genetik, keturunan, hingga paparan selama kehamilan.

"Ada beberapa sindrom yang berkontribusi dalam kejadian penyakit jantung bawaan. Sindrom itu artinya ada gangguan genetik ya. Berikutnya adalah paparan, misalnya bahan kimia, obat-obatan, alkohol, logam berat seperti litium, kemudian bahan-bahan kimia seperti asam valproat," kata dr. Radit ketika ditemui di Konferensi ilmiah CARES 2024 (Cardiac & Vascular Excellence Scientific Updates), Sabtu (1/6/2024).

Menurut dr. Radit, asam valproat salah satunya ditemukan pada obat jerawat yang dipakai oleh ibu-ibu. Dan memang efek sampingnya dilaporkan berhubungan dengan gangguan pada pembentukan jantung pada janin.

"Karena jantung itu sudah sempurna terbentuk kira-kira hari ke-30-an setelah konsepsi, yang mana hari itu orang belum sadar bahwa dia hamil," kata dr. Radit lagi. 

Sehingga, menurut dr. Radit, bisa saja di masa itu, perempuan yang belum menyadari dirinya hamil, terpapar asam valproat, sehingga berisiko menyebabkan gangguan pada pembentukan jantung janin. 

Selain faktor di atas, lanjut dr. Radit, faktor risiko penyakit jantung bawaan lainnya juga bisa karena keturunan dan pernikahan yang terlambat.

baca juga

"Penyakit yang diturunkan sekitar 50%. Kemudian juga pernikahan yang terlambat, jadi usia pasangan yang sudah di atas 30 tahun untuk perempuan, di atas 35 tahun untuk laki-laki, itu juga berisiko," katanya.

Meski tak bisa dicegah, penyakit jantung bawaan bisa dideteksi saat ibu hamil dengan fetal echo, yaitu pemeriksaan ultrasonografi terhadap jantung janin yang sedang berkembang.

Meski demikian, fetal echo sendiri belum umum dilakukan di Indonesia. Para ibu hamil saat ini masih lebih familiar dengan USG 3D atau 4 D untuk melihat seluruh badan.

"Namun, fetal echo yang khusus jantung, belum umum di Indonesia, dan orangnya (yang melakukan) juga masih sedikit. Ya ilmu itu terus berkembang, mungkin dalam waktu 5-10 tahun ke depan ini akan menjadi populer," harap dr. Radit.

Selain deteksi saat kehamilan, penyakit jantung bawaan juga bisa dideteksi setelah bayi lahir. 

"Saat ini, pemerintah sedang mengupayakan melakukan deteksi dini, dengan mengkolaborasikan dokter spesialis anak dan dokter jantung, untuk bagaimana mempopulerkan cara mendeteksi bayi baru lahir dengan penyakit kecurigaan, penyakit jantung bawaan, yaitu dengan pemeriksaan pos oksimetri, pemeriksaan kadar oksigen darah di tangan kanan dan kaki. Itu kita bisa kerjakan di mana bayi itu lahir, di rumah sakit, klinik bersalin, dan itu diupayakan akan menjadi standar," pungkas dr. Radit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deteksi Penyakit Jantung dengan CT Scan Kini Cuma Butuh Waktu Kurang Dari 1 Detik, Paparan Radiasinya Lebih Rendah?

Deteksi Penyakit Jantung dengan CT Scan Kini Cuma Butuh Waktu Kurang Dari 1 Detik, Paparan Radiasinya Lebih Rendah?

Health | Jum'at, 31 Mei 2024 | 14:57 WIB

Penyakit Jantung Kini Tak Kenal Usia, Hati-Hati Bagi yang Hobi Rebahan dan Malas Olahraga

Penyakit Jantung Kini Tak Kenal Usia, Hati-Hati Bagi yang Hobi Rebahan dan Malas Olahraga

Health | Rabu, 29 Mei 2024 | 15:03 WIB

Mengapa Konsumsi Garam Berlebih Picu Hipertensi dan Penyakit Jantung? Dokter Ungkap Alasannya

Mengapa Konsumsi Garam Berlebih Picu Hipertensi dan Penyakit Jantung? Dokter Ungkap Alasannya

Health | Selasa, 21 Mei 2024 | 04:53 WIB

Terkini

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

News | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:40 WIB

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:39 WIB

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:25 WIB

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 08:11 WIB

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 08:10 WIB

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 08:06 WIB

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

News | Senin, 02 November 2026 | 08:05 WIB

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Foto | Senin, 02 November 2026 | 08:00 WIB

×