Transplantasi Organ Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan, Hanya Kondisi Ini yang Bisa Jadi Faktor Penentu

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 12 Juni 2024 | 07:37 WIB
Transplantasi Organ Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan, Hanya Kondisi Ini yang Bisa Jadi Faktor Penentu
Ilustrasi transplantasi organ ginjal (Unsplash)

Suara.com - Beberapa organ tubuh manusia, seperti ginjal, hati, hingga usus, bisa alami kerusakan hingga fungsinya terganggu. Dalam beberapa kasus, transplantasi organ jadi jalan terakhir yang bisa dilakukan dokter untuk menyelamatkan nyawa dan kualitas hidup pasiennya. 

Dokter spesialis urologi dr. Gerhard Reinaldi Situmorang, SpU(K), PhD., menjelaskan bahwa transplantasi merupakan pengambilan organ atau sel atau jaringan dari tubuh seseorang dan memasukkannya ke dalam tubuh orang lain yang mengalami kegagalan organ. 

“Prosedur ini tentunya dapat menyelamatkan nyawa orang yang menerima donor tersebut. Transplantasi biasanya hanya dipertimbangkan setelah semua perawatan lain gagal dan dokter yakin bahwa pasien hanya bisa disembuhkan lewat transplantasi,” jelas dokter Gerhard dalam siaran pers Transplant Fest 2024.

Menurut dokter Gerhard, teknologi medis di Indonesia telah makin canggih dan maju. Salah satunya ditandai dengan makin bertambahnya jenis transplantasi. Sebelumnya, di Indonesia hanya dapat dilakukan transplantasi organ seperti ginjal dan hati, tapi saat ini transplantasi sel dan jaringan juga sudah dapat dilakukan di Indonesia.

Selain itu, perkembangan usia pasien yang dapat ditransplantasi juga makin berkembang. Misalnya, pada transplantasi ginjal yang sebelumnya hanya dapat dilakukan pada dewasa, kemudian saat ini dapat dilakukan juga pada anak. Sedangkan transplantasi hati yang pada awalnya hanya dilakukan pada anak, kemudian dapat dilakukan pada orang dewasa.

“Tentunya perkembangan transplantasi ini tak lepas dari dukungan pemerintah yang senantiasa memperbaiki sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga dapat membiayai tindakan transplantasi dan obat-obatan yang dibutuhkan untuk perawatan sesudahnya," imbuhnya.

Secara teknis, operasi untuk pendonor kini lebih singkat masa rawatnya karena menggunakan teknik terbaru, pemantauan resipien pasca-operasi juga dilakukan secara lebih intensif dengan tingkat komplikasi untuk resipien dan donor yang jauh lebih rendah. Angka kesintasan para resipien transplantasi ini juga makin tinggi karena majunya teknologi kesehatan dan obat-obatan.

"Hal lain yang perlu diketahui juga adanya kesempatan untuk melakukan proses transplantasi organ dari donor yang berbeda golongan darah atau disebut sebagai ABO incompatible,” jelas dr. Gerhard.

Ada pun inovasi teknologi dan teknik yang digunakan beberapa di antaranya berupa uji cross match, laparoskopi, Human Leukocyte Antigen (HLA, protein yang ditemukan pada sel tubuh manusia, yang digunakan dalam pencocokan antara donor dan resipien ketika melakukan transplantasi). 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beri Harapan Hidup Lebih Tinggi Kepada Pasien yang Membutuhkan, Sudah Mampukah RS Indonesia Lakukan Tranplantasi Organ?

Beri Harapan Hidup Lebih Tinggi Kepada Pasien yang Membutuhkan, Sudah Mampukah RS Indonesia Lakukan Tranplantasi Organ?

Health | Rabu, 12 Juni 2024 | 07:24 WIB

Mau Transplantasi Rambut? Kenali Dulu Yuk Beberapa Tekniknya

Mau Transplantasi Rambut? Kenali Dulu Yuk Beberapa Tekniknya

Press Release | Minggu, 19 Mei 2024 | 02:15 WIB

Tak Kalah dengan Turki, Dokter Ini Kembangkan Transplantasi Rambut dengan Metode FUE Pertama di Indonesia

Tak Kalah dengan Turki, Dokter Ini Kembangkan Transplantasi Rambut dengan Metode FUE Pertama di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 19 Januari 2024 | 14:00 WIB

Terkini

Ahli UMJ Sebut Penggeledahan Rumah Febrie di Sentul Tetap Sah, Wilayah Hukum Bukan Penghalang

Ahli UMJ Sebut Penggeledahan Rumah Febrie di Sentul Tetap Sah, Wilayah Hukum Bukan Penghalang

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:31 WIB

Aging Population dan Gen Z yang Terjepit Generasi Sandwich

Aging Population dan Gen Z yang Terjepit Generasi Sandwich

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:30 WIB

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Nabire, Dua Pesawat Batal Beroperasi

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:29 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Kalimantan Membara, Ridwan Andi Wittiri Desak Evaluasi Total Karhutla: Ini Soal Nyawa Rakyat

Kalimantan Membara, Ridwan Andi Wittiri Desak Evaluasi Total Karhutla: Ini Soal Nyawa Rakyat

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:23 WIB

Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut

Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka

Bung Ropan Ubah Pernyataan soal Rizky Ridho, Peluang ke Timnas Indonesia Masih Terbuka

Bola | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:18 WIB

Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi

Sempat Ingin Berhenti demi Orang Tua, Kasman Kini Jadi Jembatan Bahasa di Industri Nikel Obi

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Siapkan 1.000 Pengacara dan Digitalisasi Data, PPP Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029

Siapkan 1.000 Pengacara dan Digitalisasi Data, PPP Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital

Hadirkan CFX Cryptalk dan CFX Seaside Mixer, Ekosistem CFXM Dorong Sinergi Industri Aset Digital

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:10 WIB

×