Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:20 WIB
Viral Kuskus Waigeo di Atas Pohon Tumbang: Saat Hutan Habitat Satwa Endemik Papua Menyusut
Tangkapan layar video kuskus Waigeo bertengger di atas pohon tumbang. Sumber: tiktok/@wahyu.putra376

Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan kuskus Waigeo (Spilocuscus papuensis) berada di atas batang pohon yang telah ditebang menjadi perhatian di media sosial. Sekilas pandangan tersebut mungkin hanya terlihat seperti satwa liar yang sedang bertengger.

Namun, bagi para peneliti, posisi kuskus di atas pohon tumbang justru dapat menjadi tanda adanya persoalan yang lebih besar, hilangnya habitat satwa endemik Pulau Waigeo, Papua Barat.

Dosen Konservasi Sumberjaya Hutan dan Ekowista Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Abdul Haris Mustari, mengatakan keberadaan kuskus Waigeo di atas pohon yang telah ditebang merupakan kondisi yang tidak biasa.

“Kuskus Waigeo adalah satwa arboreal penuh” ujar Mustari dalam keterangan di laman resmi Institut Pertanian Bogor, dilansir Kamis (20/8).

Artinya, sebagian besar kehidupan satwa ini berlangsung di atas pohon. Hutan bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi lokasi bagi kuskus untuk mencari makan, minum, berlindung, hingga berkembang biak.

Ketika Rumah Kuskus Berubah Menjadi Pohon Tumbang

Kuskus Waigeo dapat ditemukan di sejumlah tipe hutan, mulai dari hutan mangrove, hutan pantai, hutan dataran rendah hingga hutan pegunungan.

Satwa ini merupakan hewan berkantung dari famili Phalangeridae dan memiliki pola makan omnivora. Makanannya antara lain buah, daun, bunga, serangga, telur, dan anak buruk, serta reptil berukuran kecil.

Dalam kondisi normal, kuskus semestinya berada di tajuk hutan primer atau hutan sekunder tua. Karena itu, ketika seekor kuskus terlihat bertengger di atas batang pohon yang telah ditebang, situasinya menjadi berbeda.

baca juga

Menurut Mustari, kondisi tersebut dapat menunjukkan bahwa satwa kehilangan habitat yang telah dihuni secara turun-temurun.

Masalahnya tidak berhenti pada hilangnya satu pohon. Bagi satwa yang sepenuhnya bergantung pada pepohonan, berkurangnya tutupan hutan berarti berkurangnya ruang untuk bergerak, mencari makanan dan menghindari gangguan.

Kondisi ini semakin rumit karena kuskus Waigeo memiliki pergerakan yang relatif lambat dan hidup secara soliter. Ketika tutupan hutan terputus, kemampuan satwa untuk berpindah dari satu kawasan ke kawasan lain juga dapat terganggu.

Bukan Sekadar Kehilangan Pohon

Persoalan yang disebut pakar IPB berkaitan dengan fragmentasi habitat. Ketika kawasan hutan terpecah menjadi bagian-bagian kecil akibat penebangan atau perubahan penggunaan lahan, populasi satwa dapat ikut terpisah.

Pada kuskus Wagieo, fragmentasi tersebut berpotensi membuat kelompok-kelompok kecil semakin terisolasi. Dalam jangka panjang, kondisi itu dapat menurunkan variasi genetik akibat perkawinan sekerabat atau inbreeding.

Mustari menyebut rangkaian persoalan tersebut dapat menurunkan angka kelahiran, meningkatkan kematian dan pada akhirnya mendorong populasi menuju kondisi yang disebut extinction vortox, yakni lingkaran penurunan populasi yang semakin sulit dihentikan.

Karena kehidupan kuskus sangat bergantung pada struktur hutan, mempertahankan pohon secara individual saja tidak selalu cukup. Yang juga perlu dijaga adalah kesinambungan tajuk antarpohon. Tajuk yang saling terhubung dapat menjadi jalur bagi satwa arboreal untuk berpindah tanpa harus turun ke permukaan tanah.

Mustari menekankan pentingnya mempertahankan atau memulihkan koridor penghubung antarkawasan hutan yang telah terfragmentasi. Dengan begitu, habitat yang tersisa tidak berdiri sebagai pulau-pulau hutan yang terpisah, tetapi tetap memiliki kontektifitas bagi satwa.

Penulis: Inesia Diane

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla di Kalimantan Kembali Meluas, Greenpeace Desak Pencegahan Diperkuat

Karhutla di Kalimantan Kembali Meluas, Greenpeace Desak Pencegahan Diperkuat

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Kirim Pasukan ke Jila, Satgas Damai Cartenz Buru Kelompok Penyandera Wanita Hamil dan 8 Warga

Kirim Pasukan ke Jila, Satgas Damai Cartenz Buru Kelompok Penyandera Wanita Hamil dan 8 Warga

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:12 WIB

Zona Merah Hukum Adat: Mendesak Perlindungan Kesakralan Mama Papua di Tengah Konflik

Zona Merah Hukum Adat: Mendesak Perlindungan Kesakralan Mama Papua di Tengah Konflik

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:59 WIB

Terkini

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×