PB IDI Bolehkan Dokter Asing Datang untuk Baksos, Kalau untuk Buka Praktik Bagaimana?

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Kamis, 04 Juli 2024 | 11:17 WIB
PB IDI Bolehkan Dokter Asing Datang untuk Baksos, Kalau untuk Buka Praktik Bagaimana?
Ilustrasi dokter asing. (Shuttterstock)

Suara.com - Wacana datangnya dokter asing di Indonesia turut menjadi perhatian Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Meski begitu, harus dipastikan apakah kedatangan dokter asing berniat melakukan bakti sosial (baksos) dan transfer knowledge, atau malah membuka praktik.

Terkait ini, Ketua Umum PB IDI DR Dr Moh Adib Khumaidi Sp.Ot. mengatakan untuk baksos dan kolaborasi dengan dokter asing, sudah pernah dilakukan. Sehingga jika kedatangan dokter asing untuk menolong operasi jantung pada 6.000 bayi yang membutuhkan, tidak ada masalah.

“Dan hal itu sebenarnya kita juga beberapa kali juga melakukan sebuah operasi bersama dengan tim-tim medis dari luar negeri. Itu dalam konteks bakti sosial. Atau transfer of knowledge. Artinya regulasi negara selama ini juga membolehkan dokter-dokter terkait dengan hal yang itu. Sehingga tim medis di luar pun juga bisa masuk. Seperti yang dulu kasus tsunami. Kasus di Yogyakarta tempat sebagainya,” kata Dr Adib saat diwawancarai di kawasan Senayan, dan ditulis Kamis (4/7/2024).

Ilustrasi dokter sedang melakukan operasi (pixabay.com/sasint)
Ilustrasi dokter sedang melakukan operasi (pixabay.com/sasint)

Namun, untuk konteksnya dokter asing yang bekerja dan praktik di Indonesia sendiri tidak bisa sembarangan. Menurutnya, dokter asing yang didatangkan itu tetap harus selektif. Pasalnya, kualifikasi dari dokter yang didatangkan itu harus benar-benar dilihat kemampuannya terlebih dahulu.

“Di semua negara ada persyaratan, ada negara-negara yang namanya selektif barrier di dalam mendatangkan dokter warga negara asing. Kita tidak dalam konteks menolak atau apa. Harus ada upaya selektif, karena yang namanya dokter ketika berada di suatu wilayah maka yang menjadi pasien adalah masyarakat di wilayah itu. Sebagai IDI, organisasi profesi, mendukung keselamatan pasien dengan kualifikasi dokter harus diseleksi,” sambungnya.

Untuk itu, menurutnya yang paling penting untuk diperhatikan yakni kualifikasi dari dokter asing tersebut yang memang baik. Hal ini juga menghindari pendatangan dokter asing itu hanya sekadar untuk menarik market masyarakat Indonesia saja karena adanya dokter asing.

Padahal, kemampuannya tidak terlalu baik. Untuk itu, kemampuan dari dokter itu yang harus menjadi fokus jika benar-benar ingin didatangkan.

“Harus adanya letter of good understanding dari negaranya, oh dia tidak ada masalah di negaranya. Sehingga yang datang (dokter asingnya) harus seperti itu. Jangan sampai nanti mohon maaf dia masuk ke Indonesia tapi ternyata dokter asingnya itu hanya untuk menjadikan masyarakat Indonesia market pasiennya saja," ujarnya.

Perlunya selektif itu juga agar dokter asing yang masuk tidak sembarangan dan banyak. Padahal, untuk kemampuan dokter di Indonesia juga dinilai sudah cukup baik. Hanya saja, di Indonesia perlunya pengembangan infrastruktur dan pemerataan SDM untuk dapat menangani berbagai masalah kesehatan.

baca juga

"Jadi kami tidak melihat dari sisi konteks kebutuhan dokter asingnya, tapi center-center ini kita dorong, infrastruktur didukung, SDM-nya di Indonesia didistribusikan merata kemudian kita menggunakan pola rujukan sehingga deteksi dini dilakukan satu wilayah kita bantu,” pungkas Dr Adib.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Dekan FK Unair Dipecat Usai Tolak Keberadaan Dokter Asing, Pihak Universitas Buka Suara: Ini Kebijakan Internal

Geger Dekan FK Unair Dipecat Usai Tolak Keberadaan Dokter Asing, Pihak Universitas Buka Suara: Ini Kebijakan Internal

Health | Kamis, 04 Juli 2024 | 11:12 WIB

Operasi Plastik di Usia 53 Tahun, Penampakan Wajah Dian Nitami Istri Anjasmara Bikin Penasaran

Operasi Plastik di Usia 53 Tahun, Penampakan Wajah Dian Nitami Istri Anjasmara Bikin Penasaran

Lifestyle | Kamis, 04 Juli 2024 | 10:26 WIB

Jadi Pembicara di Depan Para Dokter, Nikita Willy Merasa Dekat dengan Cita-Cita Masa Kecil

Jadi Pembicara di Depan Para Dokter, Nikita Willy Merasa Dekat dengan Cita-Cita Masa Kecil

Lifestyle | Rabu, 03 Juli 2024 | 18:48 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×