Nyaris Gagal Menikah Gara-gara Batuk, Komika Dustin Tiffani Ungkap Cara Mengatasinya

Ririn Indriani | Suara.com

Selasa, 20 Agustus 2024 | 20:06 WIB
Nyaris Gagal Menikah Gara-gara Batuk, Komika Dustin Tiffani Ungkap Cara Mengatasinya
Ki-ka: Kreator Konten Ditha Rizky Amalia dan Komika Dustin Tiffani. (Foto: Istimewa)

Suara.com - Komika kenamaan Dustin Tiffani baru saja menikah dengan content creator Ditha Rizky Amalia. Namun rencana ini nyaris saja terhambat akibat kebiasaan batuk Dustin yang sulit dikendalikan.

Dustin Tiffani yang biasa mendapat cuan dari batuk yang jadi ciri khasnya, kali ini malah mendapat batu sandungan. Ia bahkan sempat bertengkar di depan publik dan nyaris putus dengan Ditha, yang ketika itu sudah menjadi tunangannya, akibat kebiasaan batuknya itu.

Padahal ketika itu keduanya tengah tampil sebagai bintang tamu di Podcast Warung Kopi (PWK). Setelah viral di masyarakat, insiden di podcast tersebut bahkan memancing tanggapan sejumlah dokter yang berusaha menjelaskan fenomena batuk tersebut. Bahkan akhirnya Dustin membuat video klarifikasi publik dan permohonan maaf kepada sang calon istri di kanal media sosialnya.

Pada kesempatan wawancara (22/7/2024), Dustin menjelaskan meskipun sering dianggap membawa cuan, namun kebiasaan batuknya ini sebenarnya justru sering mengganggu kegiatan personal maupun profesionalnya, karena tak jarang batuk ini muncul dan sulit dikendalikan di momen-momen penting, seperti saat meeting dengan klien atau bahkan saat tampil di depan publik.

“Karena merasa terganggu, saya sudah pernah memeriksakan ke dokter. Dokter menjelaskan bahwa batuk bisa jadi disebabkan faktor eksternal seperti polusi, asap rokok, atau perubahan musim yang memang sedang terjadi,” ungkap Dustin.

Usai pertengkarannya dengan sang tunangan viral, Dustin Tiffani pun menyimak konten-konten kesehatan dari sejumlah dokter yang mengomentari insiden batuknya.

“Terima kasih buat beberapa dokter yang sudah menaruh perhatian pada batuk saya. Saya sudah menonton video-videonya. Memang masuk akal jika mereka mengatakan kalau aktivitas saya yang banyak di luar sehingga terpapar polusi, asap rokok, musim pancaroba hingga udara dingin dari AC bisa memicu tenggorokan gatal dan batuk, bahkan bisa sampai terkena flu. Sebenarnya ketika shooting di PWK, saya memang agak tidak enak badan, ditambah lagi paparan asap rokok sepanjang proses shooting, jadilah batuknya makin sulit dikendalikan,” tutur Dustin.

Di konten-konten kesehatan dr. Rudi Margono, dr. Luh Putu Swastiyani Purnami, SpPD, dan dr. Muslim Kasim, M.Sc, Sp.THT-K umumnya menyebutkan batuk bisa jadi lebih dari sekadar gangguan ringan jika tidak ditangani secara tepat.

Batuk yang sudah parah dan terjadi dalam kurun waktu lama dapat membuat tubuh merasa tidak nyaman, mengganggu pekerjaan dan interaksi sosial, mengganggu istirahat, bahkan menjadi gangguan kesehatan tertentu.

Melengkapi penjelasannya, dr. Rudi Margono, dokter umum sekaligus seorang content creator menjelaskan batuk fisik sebenarnya refleks bawaan yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh untuk melindungi diri dari benda asing.

“Batuk bisa dikaitkan dengan berbagai macam kondisi klinis dan penyebab. Dengan demikian, batuk harus dievaluasi dan ditangani sebagai masalah penting hingga ditemukan penyebab yang tidak berbahaya. Sebagian besar kasus batuk fisik akut harus ditangani secara empiris dan fokus pada penghilang gejala. Ini termasuk tindakan pendukung seperti mengonsumsi obat batuk OTC yang bisa dibeli di apotek atau toko obat,” tuturnya.

Beberapa penyebab batuk fisik akut di antaranya: infeksi saluran pernapasan atas yang bisa disebabkan virus, bakteri maupun bahan iritan lain. Umumnya kerap terjadi saat perubahan cuaca, terpapar asap rokok, polusi, dan faktor lain.

Sebagian besar batuk akan mereda dalam jangka waktu satu sampai dua minggu, tergantung kondisi tubuh penderitanya.

“Jika Anda batuk, tindakan pertama yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi obat batuk OTC yang dijual di apotek dan toko obat dengan mengikuti cara yang dicantumkan dalam kemasan.

Seperti yang dilakukan Dustin di podcast ini sudah benar, karena dengan mengonsumsi obat batuk OTC dalam kemasan sachet yang mengandung bahan seperti guaifenesin, dextromethorphan, dan chlorpheniramine maleate, dia dapat meredam batuk yang mengganggu.

Tetapi tetap waspadai batuk yang berkepanjangan, jika sudah berlangsung dua minggu dan belum sembuh juga, segera periksakan ke dokter,” ungkap dr. Rudi Margono melengkapi penjelasannya.

Dustin sendiri mengaku sudah mencatat dan mulai menjalankan masukan para dokter tersebut. “Saya sudah ikuti saran dokter dan mulai makin tertib menghindari faktor-faktor pemicu batuk, seperti paparan polusi, asap rokok, minuman dan udara AC yang terlalu dingin,” jelasnya.

Sebagai pertolongan pertama, Dustin mengaku minum obat batuk dalam kemasan sachet sekali minum agar bisa langsung merasa plong, hangat dan berkurang gejala batuknya. "Alasan saya memilih obat batuk tersebut, karena kemasan per dosis yang pas, mudah dibawa dan mudah didapatkan di mana saja," ungkapnya.

Menanggapi pilihan Dustin untuk meredakan gejala batuk dengan obat OTC, dr. Elizabeth Angelina, dokter medis PT Bintang Toedjoe mengajak agar masyarakat bijak memilih obat batuk OTC yang mengandung bahan-bahan yang bisa meredakan batuk dengan efektif.

“Pilih obat batuk OTC dengan kandungan yang dapat meredakan batuk berdahak, batuk akibat alergi, maupun batuk kering, supaya penggunaan obat lebih efektif,” jelasnya.

Oleh karena itu, dr. Elizabeth menyarankan untuk memerhatikan apakah obat batuk OTC yang Anda pilih mengandung Guaifenesin, yang bisa meredakan batuk berdahak, chlorpheniramine maleate sebagai antihistamin untuk batuk alergi, dan dekstrometorfan untuk mengatasi batuk kering.

“Obat OTC bisa didapat tanpa resep dokter, tetapi jangan lalai untuk mengonsumsinya dengan dosis yang dianjurkan yakni 1 sampai 2 sachet saja, ketika batuk menyerang,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dustin Tiffani Resmi Menikah, Janji Desta Kasih Rumah Ramai Diungkit

Dustin Tiffani Resmi Menikah, Janji Desta Kasih Rumah Ramai Diungkit

Entertainment | Kamis, 01 Agustus 2024 | 14:42 WIB

Beda Mahar 3 Artis yang Menikah di Bulan Suro, Aaliyah Massaid Dapat Paling Banyak?

Beda Mahar 3 Artis yang Menikah di Bulan Suro, Aaliyah Massaid Dapat Paling Banyak?

Lifestyle | Minggu, 28 Juli 2024 | 14:49 WIB

Anak Batuk Jangan Asal Diberi Obat, Ini Bahayanya Kata Dokter Paru

Anak Batuk Jangan Asal Diberi Obat, Ini Bahayanya Kata Dokter Paru

Health | Sabtu, 27 Juli 2024 | 18:26 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB