Keponakan Ayu Ting Ting Meninggal Dunia, Apa Saja Tanda Bahaya Bayi Sakit yang Harus Diwaspadai?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 02 September 2024 | 13:36 WIB
Keponakan Ayu Ting Ting Meninggal Dunia, Apa Saja Tanda Bahaya Bayi Sakit yang Harus Diwaspadai?
keponakan Ayu Ting Ting, Rayaz Zoltan Fachrizal, meninggal dunia (Instagram/@ayutingting92)

Suara.com - Keponakan Ayu Ting Ting, Rayaz Zoltan Fachrizal, yang baru berusia 55 hari, meninggal dunia pada Sabtu, 31 Agustus 2024 kemarin.

Bayi ini merupakan anak kedua adik Ayu Ting Ting yakni Assyfa Nuraini, yang baru saja lahir pada 7 Juli 2024 lalu.

Mengenai penyebab kematiannya, Ayu Ting Ting mengatakan bahwa keponakannnya itu baru saja diimunisasi, dan kemudian muntah-muntah serta diare. Sempat dibawa ke rumah sakit, awalnya dokter mengatakan tidak apa-apa, bahkan dikatakan sebagai hal yang normal pascaimunisasi. Namun, lantaran muntah dan diare tidak berhenti, bayi tersebut pun mengalami dehidrasi hingga akhirnya dirawat di rumah sakit.

Berkaca pada kasus yang dialami keponakan Ayu Ting Ting, adakah tanda bahaya bayi sakit yang harus diwaspadai oleh setiap orang tua?

Menurut situs organisasi kesehatan dunia atau WHO, data tahun 2000 hingga 2022 menunjukan, ada beberapa penyebab utama kematian anak di bawah usia 5 tahun, di antaranya kelahiran prematur, komplikasi kelahiran, infeksi, hingga kelainan bawaan.

Kemudian, WHO juga menyebut bila bayi baru lahir alami masalah makan, penurunan aktivitas, sulit bernapas, demam kejang, dan merasa kedinginan, maka orang tua harus segera mencari pertolongan medis, karena itu bisa menjadi tanda bahaya.

Mengenai imunisasi yang dilakukan keponakan Ayu Ting Ting sebelum meninggal dunia, bisa saja hal itu merupakan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI.

Dikatakan oleh Ayu Ting Ting kepada awak media, Minggu (1/9/2024), keponakannya itu baru saja mendapatkan imunisasi polio.

Mengutip situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Minggu (1/9/2024), berikut ini daftar imunisasi anak yang memang wajib diberikan dan bisa diakses secara gratis oleh masyarakat:

1. Imunisasi dasar lengkap

Bayi berusia kurang dari 24 jam diberikan imunisasi Hepatitis B alias HB-0, usia 1 bulan diberikan yakni BCG dan Polio 1, usia 2 bulan diberikan DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2.

Lalu usia 3 bulan diberikan DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3, usia 4 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 3, Polio 4 dan IPV atau Polio suntik), dan usia 9 bulan diberikan vaksin campak atau MR.

2. Imunisasi lanjutan

Bayi bawah dua tahun alias Baduta usia 18 bulan diberikan imunisasi DPT-HB-Hib dan Campak/MR. Lalu kelas 1 SD/madrasah/sederajat diberikan DT dan campak atau MR, kelas 2 dan 5 SD/madrasah/sederajat diberikan Td.

Adapun imunisasi Polio tetes diberikan 4 kali pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan untuk mencegah lumpuh layu. Imunisasi polio suntik pun diberikan 1 kali pada usia 4 bulan agar kekebalan yang terbentuk semakin sempurna.

Imunisasi Campak diberikan untuk mencegah penyakit campak yang dapat mengakibatkan radang paru berat seperti pneumonia, diare atau menyerang otak. Imunisasi MR diberikan untuk mencegah penyakit campak sekaligus rubella.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Diimunisasi, Keponakan Ayu Ting Ting Ternyata Meninggal Akibat Dehidrasi

Sempat Diimunisasi, Keponakan Ayu Ting Ting Ternyata Meninggal Akibat Dehidrasi

Entertainment | Senin, 02 September 2024 | 11:11 WIB

Datang ke Tahlilan Baby Zoltan, Ivan Gunawan Ungkap Kondisi Ayu Ting Ting dan Keluarga

Datang ke Tahlilan Baby Zoltan, Ivan Gunawan Ungkap Kondisi Ayu Ting Ting dan Keluarga

Entertainment | Senin, 02 September 2024 | 09:09 WIB

Keponakan Ayu Ting Ting Sakit Apa? Sempat Dirawat, Kabar Meninggalnya Bikin Syok Satu Keluarga

Keponakan Ayu Ting Ting Sakit Apa? Sempat Dirawat, Kabar Meninggalnya Bikin Syok Satu Keluarga

Lifestyle | Minggu, 01 September 2024 | 13:12 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB