Waspada Darurat Kasus MPox di Indonesia, Ini 7 Hal yang Harus Dilakukan Jika Terkonfirmasi Mengidap Cacar Monyet

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 05 September 2024 | 13:00 WIB
Waspada Darurat Kasus MPox di Indonesia, Ini 7 Hal yang Harus Dilakukan Jika Terkonfirmasi Mengidap Cacar Monyet
Ilustrasi Hal yang Harus Dilakukan Jika Terkonfirmasi Mengidap Cacar Monyet [freepik]

Suara.com - Kasus monkeypox (mPox) atau cacar monyet terus menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia. Bahkan, baru-baru ini, Kementerian Kesehatan RI mengungkap temuan suspek cacar monyet di Jakarta dan Bali. Hal itu pun memicu kekhawatiran akan potensi penyebaran yang lebih luas. Bagaimana langkah pencegahan yang harus dilakukan?

Monkeypox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari keluarga variola, sama seperti virus yang menyebabkan cacar. Penyakit ini umumnya ditandai dengan demam, ruam kulit, pembengkakan kelenjar getah bening, dan gejala seperti flu lainnya. Meskipun umumnya tidak terlalu parah, monkeypox dapat menyebabkan komplikasi serius pada beberapa individu, terutama mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan lesi kulit yang terinfeksi, cairan tubuh, atau benda yang terkontaminasi dengan virus. Penularan juga dapat terjadi melalui droplet pernapasan selama kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi.

Menanggapi kekhawatiran akan penularan penyakit ini, dr. Tubagus Argie Sunartadirdja (dr. Argie), Head of Cashless Claims and Claims Data Analytics Allianz Life Indonesia, menegaskan pentingnya perlindungan diri pada diri dan keluarga di sekitar.

"Hal yang paling penting untuk diketahui terkait monkeypox saat ini adalah cara penularan, pencegahan, dan gejala-gejala yang menyertainya,” katanya dalam sebuah keterangan.

Mengenai cara penularannya, dr. Argie menyebutkan beberapa penularan virus monkeypox yang telah diketahui saat ini, misalnya melalui kontak dengan ruam, koreng, atau cairan tubuh manusia, kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi virus, dan penularan virus melalui benda yang sebelumnya terkena ruam atau cairan tubuh yang terinfeksi.

Penularan yang kemudian diikuti dengan munculnya ruam seperti jerawat yang muncul di wajah, tangan, kaki, dada, alat kelamin atau anus, dan di dalam mulut dan disertai demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, lemas, gangguan pernapasan, dan bahkan pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, dan selangkangan, menjadi pendanda terinfeksinya virus ini.

Komplikasi penyakit ini dapat menyebabkan pasien meninggal, sehingga kita harus selalu waspada dalam mencegah penyebaran cacar monyet.

Sebagai langkah pencegahan, dr. Argie menyampaikan beberapa cara pencegahan dan langkah yang harus dilakukan jika terinfeksi monkeypox, yaitu:

  1. Menjaga imunitas tubuh
  2. Hindari kontak secara fisik dengan orang yang diketahui atau terlihat memiliki gejala
  3. Jangan menyentuh barang-barang, kasur, handuk, atau pakaian dengan orang lain yang bergejala
  4. Hindari kontak dengan hewan pengerat
  5. Gunakan masker serta cuci tangan dengan sabun atau gunakan hand sanitizer secara teratur guna menghindari kemungkinan terkena droplet dari orang yang terlihat memiliki gejala
  6. Bersihkan area yang bisa terkontaminasi secara teratur

Lalu, bagaimana bila kita atau ada orang terdekat terkonfirmasi mengidap cacar monyet? Dr. Argie kembali memberikan tips berikut yang harus diikuti:

  1. Isolasi di rumah atau fasilitas kesehatan.
  2. Kenakan pakaian yang menutup semua ruam.
  3. Jangan mencampurkan cucian pakaian, seprei, dan handuk bersama milik orang lain di rumah.
  4. Jangan bersentuhan dengan orang lain.
  5. Jangan berbagi peralatan makan dan minum.
  6. Bersihkan seluruh permukaan dan benda yang disentuh.
  7. Kenakan masker medis.

Untuk mendukung perlindungan yang maksimal dan antisipasi penyebaran cacar monyet, Allianz Life mengingatkan pentingnya perlindungan asuransi yang dapat menanggung pembiayaan pengobatan penyakit ini khususnya jika terjadi komplikasi hingga membutuhkan rawat inap.

“Selain menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk monkeypox, antisipasi dalam bentuk proteksi asuransi juga perlu dipersiapkan. Dengan persiapan yang matang, kita akan selalu terlindungi dan mendapatkan pengobatan yang diperlukan kapan pun tanpa rasa khawatir,” tutup dr. Argie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Salah, Pemerintah Pakai Vaksin Eksperimental untuk Cegah Cacar Monyet

CEK FAKTA: Salah, Pemerintah Pakai Vaksin Eksperimental untuk Cegah Cacar Monyet

News | Kamis, 05 September 2024 | 11:11 WIB

Dinkes DKI Siapkan Semua Puskesmas di Jakarta Antisipasi Penularan Mpox

Dinkes DKI Siapkan Semua Puskesmas di Jakarta Antisipasi Penularan Mpox

News | Senin, 02 September 2024 | 15:27 WIB

Pakar FKUI Ungkap Penyebab Infeksi Mpox Mudah Menular Pada Anak, Mulai Terjadi Di Afrika

Pakar FKUI Ungkap Penyebab Infeksi Mpox Mudah Menular Pada Anak, Mulai Terjadi Di Afrika

News | Minggu, 01 September 2024 | 16:27 WIB

Terkini

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB