Pentingnya Deteksi dan Skrining Dini Penyakit Tiroid: Cegah Dampak Buruk pada Kualitas Hidup

Vania Rossa

Rabu, 06 November 2024 | 16:13 WIB
Pentingnya Deteksi dan Skrining Dini Penyakit Tiroid: Cegah Dampak Buruk pada Kualitas Hidup
Ilustrasi skrining penyakit tiroid. (Freepik)

Suara.com - Prevalensi penyakit tiroid yang ada di Asia Pasifik cukup tinggi, dan apabila tidak diobati dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, sosial, dan ekonomi. Tercatat, 11% populasi orang dewasa di Asia Pasific menderita hipotiroidisme, sementara prevalensi global berkisar antara 2-4%.

Penyakit tiroid meliputi berbagai kondisi akibat gangguan fungsi
tiroid, seperti hipotiroidisme, hipertiroidisme, hipotiroidisme kongenital, dan kanker tiroid yang jarang terjadi. Penyakit tiroid yang tidak ditangani dapat berdampak negatif pada kualitas hidup individu. Hal inilah yang menjadi alasan pentingnya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dan skrining dini. Namun, siapa saja yang perlu menjalani skrining penyakit tiroid?

Dalam dokumen White paper "Closing the gap: Prioritizing thyroid disease in Asia Pacific" yang baru saja diluncurkan oleh Merck, deteksi dini diperlukan bagi populasi berisiko tinggi terhadap penyakit ini, yang meliputi ibu hamil, bayi baru lahir, dan orang dewasa dengan kondisi genetik tertentu. Hal ini lantaran penyakit tiroid yang tidak terdiagnosis dapat memengaruhi fisik, mental, fungsi sosial, dan kualitas hidup penderitanya. Selain itu, kondisi ini juga akan membebani anggaran nasional dan sistem kesehatan dengan biaya yang signifikan dan terus meningkat.

Skrining pada populasi berisiko tinggi menjadi hal yang penting dalam rangka mengidentifikasi dan menangani dengan subklinik disfungsi tiroid sebelum terjadi komplikasi hipertiroidisme dan hipotiroidisme.

Kebijakan skrining untuk bayi baru lahir di Indonesia sendiri sebenarnya telah diperkenalkan sejak 2014, dan baru terintegrasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2023 untuk meningkatkan cakupan skrining. Hasilnya, sebanyak 1,2 juta bayi baru lahir telah menjalani Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) hingga akhir tahun 2023, dan bahkan telah mencapai 1,3 juta bayi hingga Juli 2024.

Nantinya, bayi baru lahir yang positif menderita hipotiroidisme kongenital dapat menjalani terapi dan pengobatan untuk mengatasi kondisinya sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara normal.

Menurut Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp. A, Subsp. End., FAAP FRCPI (Hon.), Direktur Eksekutif International Pediatric Association (IPA), menyebutkan bahwa hipotiroidisme kongenital dapat menyebabkan gangguan perkembangan mental dan fisik yang serius jika tidak terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, program skrining bayi baru lahir adalah kunci untuk penanganan yang efektif.

Sementara itu, Dr. dr. Tjokorda Gde Dalem Pamayun, Sp.PD, KEMD, Ketua Umum Indonesian Thyroid Association (InaTA), juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pengobatan penyakit tiroid di Indonesia.

“Sebagai perhimpunan para ahli multidisiplin di bidang tiroid, kami bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan, rumah sakit, dan organisasi medis lainnya, untuk mendorong peningkatan kesehatan tiroid di masyarakat. InaTA mendorong peningkatan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk membentuk kebijakan yang mendukung skrining universal untuk populasi berisiko tinggi, terutama ibu hamil,” katanya.

baca juga

Selain skrining pada bayi baru lahir, deteksi dini pada orang dewasa yang berisiko tinggi khususnya ibu hamil juga diperlukan. Secara ekonomi, skrining pada orang dewasa dan ibu hamil atau biasa disebut skrining universal, terbukti lebih hemat biaya dibandingkan dengan tidak melakukan skrining sama sekali.

Studi pemodelan ekonomi kesehatan tentang efektivitas biaya skrining universal untuk hipotiroidisme pada ibu hamil di Indonesia menyimpulkan bahwa skrining universal lebih hemat biaya daripada skrining berisiko tinggi atau tanpa skrining. Hal ini menghasilkan penghematan biaya sebesar 1,4 triliun Rupiah dibandingkan dengan tanpa skrining dan 801 miliar Rupiah dibandingkan dengan skrining berisiko tinggi.

Program skrining kesehatan untuk tiroid ini ternyata juga menjadi salah satu tugas yang diberikan oleh Presiden Prabowo kepada Kementerian Kesehatan untuk dilakukan. Menurut Wakil Menteri Kesehatan, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD., Ph.D. hingga September 2024, sebanyak 1,7 juta bayi baru lahir telah menjalani skrining hipotiroid kongenital. Skrining ini penting untuk mencegah risiko gangguan tumbuh kembang dan penurunan kecerdasan pada bayi.

Alexandre de Muralt, Senior Vice President, Merck Healthcare APAC, mengatakan bahwa pihaknya mendukung White Paper Tiroid oleh Economist Impact, yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai tantangan utama dan kesenjangan kebijakan untuk mengatasi penyakit tiroid di Asia Pasifik.

White Paper “Closing the gap Prioritising thyroid disease in Asia-Pacific” disusun untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit tiroid, khususnya hipotiroidisme, serta dampaknya terhadap kesehatan, kualitas hidup, dan ekonomi masyarakat di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik. Dengan menghadirkan data dan hasil riset yang komprehensif, dokumen ini bertujuan untuk memberikan dasar ilmiah bagi pembuat kebijakan dalam memahami pentingnya deteksi dini dan skrining penyakit tiroid, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti ibu hamil dan bayi baru lahir.

Skrining universal diharapkan dapat mencegah dampak jangka panjang dari penyakit tiroid yang tidak terdiagnosis, sehingga dapat mengurangi beban kesehatan dan ekonomi bagi individu dan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga yang Tinggal di Lereng Gunung Rentan Gangguan Tiroid, Ini Penyebabnya

Warga yang Tinggal di Lereng Gunung Rentan Gangguan Tiroid, Ini Penyebabnya

Health | Selasa, 05 November 2024 | 18:14 WIB

Sering Tak Terasa di Awal, Kenali Tanda-Tanda Terkena Kanker Tiroid

Sering Tak Terasa di Awal, Kenali Tanda-Tanda Terkena Kanker Tiroid

Health | Jum'at, 19 Juli 2024 | 09:47 WIB

Kesadaran Masyarakat Untuk Skrining Tiroid di Indonesia Rendah, Padahal Risikonya Bahaya

Kesadaran Masyarakat Untuk Skrining Tiroid di Indonesia Rendah, Padahal Risikonya Bahaya

Health | Selasa, 03 Oktober 2023 | 14:15 WIB

Terkini

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

×