Penting! Tanda-tanda Hipertensi Kehamilan yang Sering Diabaikan

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 20 Desember 2024 | 13:33 WIB
Penting! Tanda-tanda Hipertensi Kehamilan yang Sering Diabaikan
Ilustrasi Ibu Hamil. (unsplash/omurdeen cengiz)

Suara.com - Hipertensi yang terjadi selama kehamilan adalah salah satu masalah kesehatan serius yang perlu diwaspadai oleh para ibu hamil. Menurut data SRS Litbangkes (2016) yang dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hipertensi pada masa kehamilan menjadi penyebab utama kematian ibu hamil di Indonesia, dengan angka mencapai 33%.

Kondisi ini tidak hanya membahayakan nyawa ibu, tetapi juga meningkatkan risiko komplikasi seperti keguguran, kelahiran prematur, kerusakan organ, hingga placental abruption.

“Hipertensi saat kehamilan sering kali terjadi pada trimester kedua atau ketiga. Namun, hal ini dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat,” jelas dr. Carlinda Nekawaty, Head of Medical Affairs Pyfagroup.

A. Ciri-Ciri dan Gejala Hipertensi Kehamilan

Hipertensi kehamilan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, namun beberapa ciri yang perlu diwaspadai meliputi:

  1. Peningkatan tekanan darah di atas 140/90 mmHg setelah usia kehamilan 20 minggu.
  2. Pembengkakan yang tidak biasa pada tangan, kaki, atau wajah.
  3. Sakit kepala yang persisten.
  4. Gangguan penglihatan seperti penglihatan kabur atau sensitif terhadap cahaya.
  5. Nyeri di bagian atas perut atau sekitar tulang rusuk.
  6. Penurunan jumlah urin.

Jika gejala-gejala tersebut muncul, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

B. Penyebab dan Risiko Hipertensi Saat Kehamilan

Hipertensi kehamilan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:

  1. Riwayat Kesehatan: Riwayat hipertensi kronis atau hipertensi kehamilan sebelumnya.
  2. Kehamilan Pertama: Ibu yang baru pertama kali hamil memiliki risiko lebih tinggi.
  3. Usia Ibu: Kehamilan pada usia di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun.
  4. Gaya Hidup Tidak Sehat: Pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, dan obesitas.
  5. Kehamilan Ganda: Mengandung bayi kembar atau lebih.

Risiko hipertensi kehamilan meliputi:

baca juga
  1. Eklampsia: Komplikasi berat yang dapat menyebabkan kejang.
  2. Restriksi Pertumbuhan Janin: Bayi mungkin tidak tumbuh sesuai usia kehamilan.
  3. Persalinan Prematur: Kelahiran sebelum waktu yang seharusnya.
  4. Placental Abruption: Plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya, yang dapat mengancam nyawa ibu dan janin.

C. Pencegahan Melalui Gaya Hidup Sehat

Dr. Carlinda memberikan beberapa tips untuk mencegah hipertensi saat hamil. Tips ini sangat mudah diikuti dan bisa dilakukan siapa pun:

  1. Pola Makan Sehat: dengan mengurangi asupan garam.
  2. Perbanyak konsumsi makanan kaya nutrisi seperti:
    • Kalium: ditemukan dalam pisang, kentang, dan bayam.
    • Magnesium: terdapat pada sayuran, kacang, dan biji-bijian.
    • Protein tinggi.
  3. Olahraga Ringan:
    • Yoga prenatal, jalan kaki, dan berenang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
    • The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan ibu hamil untuk berolahraga setidaknya 30 menit sehari dengan intensitas ringan hingga sedang.
  4. Rutin Melakukan Kontrol Antenatal: Lakukan pemeriksaan kehamilan minimal tiga kali selama masa kehamilan di fasilitas kesehatan.

Sebagai bagian dari dedikasinya terhadap kesehatan masyarakat, Pyfagroup sedang mengembangkan solusi medis yang berfokus pada pencegahan hipertensi saat kehamilan.

“Kami percaya bahwa kesehatan ibu hamil adalah investasi masa depan bangsa. Oleh karena itu, kami tidak hanya berkomitmen untuk menyediakan produk kesehatan berkualitas tinggi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi kesehatan,” ungkap Merciana Evy Iswari, Direktur Utama PT Ethica Industri Farmasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Kehamilan Ektopik: Penyebab Janin Siti Badriah Tumbuh di Luar Rahim sampai Harus Diangkat

Mengenal Kehamilan Ektopik: Penyebab Janin Siti Badriah Tumbuh di Luar Rahim sampai Harus Diangkat

Lifestyle | Kamis, 19 Desember 2024 | 20:53 WIB

Cegah Eklampsia Pada Kehamilan Sejak Dini, IDI Biak Berikan Informasi Pengobatan

Cegah Eklampsia Pada Kehamilan Sejak Dini, IDI Biak Berikan Informasi Pengobatan

Health | Kamis, 19 Desember 2024 | 14:06 WIB

Dialami oleh Kiky Saputri, Kenapa Pusar Jadi Bau saat Hamil?

Dialami oleh Kiky Saputri, Kenapa Pusar Jadi Bau saat Hamil?

Lifestyle | Rabu, 18 Desember 2024 | 15:40 WIB

Terkini

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

×