Cegah Eklampsia Pada Kehamilan Sejak Dini, IDI Biak Berikan Informasi Pengobatan

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Kamis, 19 Desember 2024 | 14:06 WIB
Cegah Eklampsia Pada Kehamilan Sejak Dini, IDI Biak Berikan Informasi Pengobatan
(Freepik)

Suara.com - Menurut informasi dari idibiak.org, salah satu gangguan kesehatan yang dapat diderita sebelum, selamat atau setelah persalinan adalah eklampsia. Tekanan darah tinggi dan protein dalam urine adalah tanda komplikasi parah dari preeklampsia, yang dapat membahayakan ibu hamil.

IDI adalah singkatan dari Ikatan Dokter Indonesia. Organisasi ini merupakan wadah profesi bagi para dokter di Indonesia. IDI Biak menjelaskan bahwa faktor penyebab utama eklampsia masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi penyakit ini biasanya terkait dengan penyakit dalam keluarga atau keturunan. Untuk mencegah eklampsia, penting juga untuk menjaga asupan gizi yang baik selama kehamilan.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Biak adalah dr. Irwan Tansil, Sp.Rad. Ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kesehatan, termasuk penyuluhan kesehatan dan pelayanan medis kepada masyarakat, khususnya pada ibu hamil. Ketua IDI Cabang Biak menjelaskan bahwa eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil sehingga lebih berbahaya.

IDI saat ini juga melakukan penelitian lanjutan terkait dengan penyakit eklampsia pada ibu hamil, kemudian rekomendasi obat yang dapat diberikan bagi penderitanya.

Apa saja gejala ibu hamil mengidap penyakit eklampsia?

Dilansir dari laman https://idibiak.org, eklampsia pada ibu hamil adalah kondisi serius yang dapat terjadi selama kehamilan, ditandai dengan kejang yang biasanya mengikuti preeklamsia. Gejala eklampsia sering kali dimulai dari tanda-tanda preeklamsia sebelumnya. Berikut adalah gejala-gejala yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Adanya kejang dan penurunan kesadaran
Gejala paling umum adalah kejang, yang dapat berupa satu atau lebih kejang yang berlangsung sekitar 60-75 detik dan biasanya dimulai dengan kedutan pada otot wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ibu hamil mungkin mengalami kebingungan atau koma setelah kejang.
2. Sakit kepala dan nyeri di perut
Sakit kepala adalah rasa sakit atau tekanan yang muncul di kepala atau leher. Hal ini dapat terasa seperti berdenyut, menekan, atau menusuk. Intensitas, lokasi, dan penyebab sakit kepala dapat berbeda. Sakit kepala yang tidak biasa dan terus-menerus, sering kali tidak merespons terhadap obat penghilang rasa sakit, selain itu penderita eklampsia akan merasakan nyeri tak tertahankan di area sekitar perut.
3. Pandangan buram disertai berat badan berlebih
Salah satu gejala eklampsia adalah gangguan penglihatan seperti kehilangan penglihatan, pandangan kabur, atau pandangan ganda. Selain itu, penderita mungkin mengalami sakit perut, terutama di bagian kanan atas dari tubuh mereka. Selain itu, penambahan berat badan lebih dari 1 kg per minggu selama kehamilan bisa menjadi gejala berbahaya pada penderita eklampsia.

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk penyakit eklampsia?

Pengobatan untuk eklampsia pada ibu hamil bertujuan untuk mengatasi kejang dan mengontrol tekanan darah, serta mempersiapkan persalinan jika diperlukan. Berikut adalah obat-obatan yang direkomendasikan untuk mengatasi eklampsia meliputi:

1. Obat Magnesium Sulfat
Magnesium sulfat adalah obat utama untuk mengobati dan mencegah kejang eklampsia. Ini harus diberikan setidaknya satu hari setelah kejang atau setelah persalinan. Dosis awal intravena 4–6 gram dalam 15–20 menit dan dosis pemeliharaan 1–2 gram per jam.
2. Obat Labetalol
Labetalol, obat yang diresepkan oleh dokter untuk mengobati preeklamsia dan eklamsia. Ini juga cocok untuk digunakan pada kehamilan dengan hipertensi.
3. Obat Kortikosteroid
Jika persalinan belum dilakukan dan janin belum cukup bulan, obat kortikosteroid dapat diberikan oleh dokter untuk membantu mempercepat pematangan paru-paru janin.

Pengobatan eklampsia memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi serius bagi ibu dan janin. Penggunaan obat-obatan ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter untuk memastikan keamanan dan efektivitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Penyebab Impotensi, IDI Barito Utara Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Penyebab Impotensi, IDI Barito Utara Berikan Informasi Pengobatan

Health | Rabu, 18 Desember 2024 | 14:21 WIB

Simak Tips dan Solusi Pengobatan Mimisan dari IDI Barito Timur

Simak Tips dan Solusi Pengobatan Mimisan dari IDI Barito Timur

Health | Rabu, 18 Desember 2024 | 14:12 WIB

Cegah Penyakit Campak, IDI Kota Sukoharjo Bagikan Informasi Pengobatan

Cegah Penyakit Campak, IDI Kota Sukoharjo Bagikan Informasi Pengobatan

Health | Minggu, 15 Desember 2024 | 18:01 WIB

Kenali Gejala Hidung Tersumbat, IDI Kota Sragen Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Gejala Hidung Tersumbat, IDI Kota Sragen Berikan Informasi Pengobatan

Health | Minggu, 15 Desember 2024 | 17:41 WIB

Kenali Penyebab Ginekomastia, IDI Kota Purbalingga Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Penyebab Ginekomastia, IDI Kota Purbalingga Berikan Informasi Pengobatan

Health | Sabtu, 14 Desember 2024 | 13:19 WIB

Kenali Penyebab Eksim, IDI Kota Purworejo Bagikan Informasi Pengobatan

Kenali Penyebab Eksim, IDI Kota Purworejo Bagikan Informasi Pengobatan

Health | Sabtu, 14 Desember 2024 | 12:42 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB