Kenali Penyebab Mata Juling, IDI Gunung Mas Berikan Informasi Pengobatan

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Senin, 23 Desember 2024 | 21:41 WIB
Kenali Penyebab Mata Juling, IDI Gunung Mas Berikan Informasi Pengobatan
(Freepik)

Suara.com - Menurut informasi dari idigunungmas.org, mata juling, atau dalam istilah medis disebut strabismus, adalah kondisi ketika kedua mata tidak sejajar dan tidak dapat bekerja sama untuk melihat. Kondisi ini cukup serius dan umumnya terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa jumlah orang di seluruh dunia yang menderita mata juling mencapai 1,93%, dengan lebih dari 148 juta orang yang terkena dampak.

Strabismus dapat menyebabkan masalah mental dan gangguan penglihatan lainnya.
IDI merupakan singkatan dari Ikatan Dokter Indonesia. IDI Kabupaten Gunung Mas adalah cabang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang berfungsi sebagai organisasi profesi bagi dokter.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gunungmas saat ini adalah Dr. Yusri. Di bawah kepemimpinannya, IDI Cabang Gunung Mas berfokus pada peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pengembangan profesi dokter di wilayah tersebut. Dr. Yusri dan timnya berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat serta mendukung para anggota dalam menjalankan tugas mereka secara profesional dan efektif.

IDI Kabupaten Gunung Mas melaksanakan berbagai program kesehatan, termasuk pemberian makanan bergizi untuk pencegahan stunting, seminar kedokteran, cek kesehatan, donor darah, dan kegiatan sosial lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. IDI Kabupaten Gunung Mas melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengobatan terhadap penyakit mata juling dengan tepat.
Apa saja penyebab terjadinya penyakit mata juling?

Dilansir dari laman https://idigunungmas.org, penyakit strabismus, atau yang lebih dikenal sebagai mata juling, adalah kondisi di mana kedua mata tidak sejajar dan tidak fokus pada titik yang sama. Penyebab terjadinya strabismus meliputi:

1. Ketidakseimbangan otot mata
Ketidakseimbangan pada otot-otot yang menggerakkan bola mata adalah penyebab utama mata juling. Ini menyebabkan kedua mata tidak dapat bekerja sama dengan baik.
2. Faktor genetik atau riwayat keluarga
Riwayat keluarga dengan kondisi mata juling meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami hal yang sama. Kelainan genetik tertentu juga dapat berkontribusi.
3. Gangguan refraksi yang tidak dikoreksi
Masalah penglihatan seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), atau astigmatisme yang tidak diobati dapat menyebabkan ketegangan pada otot mata dan berpotensi menyebabkan mata juling.
4. Infeksi dan penyakit
Infeksi virus seperti rubella selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir yang mempengaruhi penglihatan. Penyakit lain seperti katarak bawaan juga bisa menjadi penyebab.
Apa saja obat dan metode pengobatan untuk mengatasi mata juling?
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gunung Mas menjelaskan bahwa mata juling biasanya tidak melibatkan obat-obatan dalam bentuk pil, tetapi lebih kepada intervensi medis. Berikut adalah beberapa pendekatan yang umum digunakan untuk mengatasi mata juling meliputi:

1. Obat tetes mata atropin
Tes mata yang mengandung atropin digunakan untuk mengaburkan penglihatan pada mata yang lebih kuat. Tujuannya adalah untuk membuat kedua mata memiliki fokus yang sama, yang membantu mengatasi mata juling.
2. Terapi penutup mata
Terapi penutup mata digunakan untuk mengobati amblyopia, atau mata malas, dengan menutup mata yang sehat dan mendorong otot mata yang lemah untuk bekerja lebih keras. Ini dilakukan bersamaan dengan atropin sebagai obat tetes mata.
3. Kacamata khusus atau lensa kontak
Penggunaan kacamata, terutama lensa prisma, dapat membantu memperbaiki penglihatan bagi orang yang mengalami juling mata yang disebabkan oleh gangguan refraksi karena membantu menyeimbangkan fokus antara kedua mata.
4. Suntik botok
Suntikan Botox dapat digunakan untuk melemahkan otot mata yang terlalu kuat, membantu melatih otot mata yang lemah. Efek suntikan biasanya bertahan sekitar 3-4 bulan.

Untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata jika mata juling disebabkan oleh kondisi seperti diabetes, stroke dan gangguan kesehatan lainnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Penyebab Angin Duduk, IDI Enarotali Berikan Informasi Pengobatan yang Tepat

Kenali Penyebab Angin Duduk, IDI Enarotali Berikan Informasi Pengobatan yang Tepat

Health | Minggu, 22 Desember 2024 | 22:18 WIB

Cegah Penyakit Radang Panggul Sejak Dini, IDI Dogiyai Berikan Informasi Pengobatan

Cegah Penyakit Radang Panggul Sejak Dini, IDI Dogiyai Berikan Informasi Pengobatan

Health | Minggu, 22 Desember 2024 | 22:05 WIB

Cegah Sindrom Mata Kering, IDI Gedong Tataan Bagikan Informasi Pengobatan

Cegah Sindrom Mata Kering, IDI Gedong Tataan Bagikan Informasi Pengobatan

Health | Minggu, 22 Desember 2024 | 21:57 WIB

Cegah Penyakit Rematik, IDI Burmeso Memberikan Informasi Pengobatan

Cegah Penyakit Rematik, IDI Burmeso Memberikan Informasi Pengobatan

Health | Sabtu, 21 Desember 2024 | 17:20 WIB

Cegah Penyakit Sirosis Hati, IDI Buntok Berikan Informasi Pengobatan

Cegah Penyakit Sirosis Hati, IDI Buntok Berikan Informasi Pengobatan

Health | Sabtu, 21 Desember 2024 | 17:07 WIB

Kenali Penyebab Nyeri Haid, IDI Deiyai Berikan Informasi Pengobatan

Kenali Penyebab Nyeri Haid, IDI Deiyai Berikan Informasi Pengobatan

Health | Sabtu, 21 Desember 2024 | 16:50 WIB

Terkini

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

×