Miris! 3 dari 10 Pelajar Jakarta Terindikasi Alami Gangguan Mental: Ogah Curhat ke Guru BK

Yasinta Rahmawati | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 26 Desember 2024 | 12:00 WIB
Miris! 3 dari 10 Pelajar Jakarta Terindikasi Alami Gangguan Mental: Ogah Curhat ke Guru BK
Ketua Tim Peneliti Health Collaborative Center (HCC) , Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH mempresentasikan hasil penelitian kondisi kesehatan mental siswa di Jakarta, Selasa (17/12/2024) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Kenyataan pahit terkuak lewat penelitian terbaru Health Collaborative Center (HCC) dan Fokus Kesehatan Indonesia (FKI) bersama Yayasan BUMN, ditemukan bahwa 34 persen pelajar SMA di Jakarta terindikasi alami masalah kesehatan mental.

Penelitian yang melibatkan 741 pelajar dan 97 guru ini menemukan 3 dari 10 pelajar berperilaku marah yang cenderung membuat mereka berkelahi, karena mental dan emosionalnya terganggu.

Ketua Tim Peneliti HCC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH mengatakan kondisi ini menunjukan remaja di kota besar seperti Jakarta berisiko alami gangguan mental. Sehingga remaja Indonesia, khususnya di kota besar perlu dapat dukungan yang maksimal.

"Namun yang lebih penting adalah hasil skrining ini menggambarkan indikasi gangguan emosional dan kesehatan mental pelajar SMA di Jakarta. Ini merupakan risiko yang harus dianalisis lebih mendalam, sebab data temuan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan data atau bahkan hipotesis kajian-kajian sebelumnya," ujar Dr. Ray dalam presentasinya di Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2024).

Riset yang jadi dasar dibuatnya Program Zona Mendengar Jiwa ini juga menunjukkan, guru bukan jadi pilihan utama sebagai tempat curhat dan berbagi pikiran emosioanal yang dialami pelajar remaja. Ini karena adanya stigma, remaja yang berurusan dengan guru seperti guru BK, maka dianggap sebagai siswa bermasalah.

Ketua Tim Peneliti Health Collaborative Center (HCC) , Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH mempresentasikan hasil penelitian kondisi kesehatan mental siswa di Jakarta, Selasa (17/12/2024) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Ketua Tim Peneliti Health Collaborative Center (HCC) , Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH mempresentasikan hasil penelitian kondisi kesehatan mental siswa di Jakarta, Selasa (17/12/2024) (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Tak main-main, sebanyak 67 persen atau tepatnya 7 dari 10 siswa SMA ini mengaku belum pernah mengunjungi ruang BK apalagi untuk konseling masalah kesehatan mental.

"Saat ditanya kenapa mereka tidak ke ruang BK, alasannya 35 persen mengatakan ruang BK hanya untuk siswa bermasalah, dan 37 persen siswa mengaku tidak perlu ke ruang BK untuk konseling," papar Dr. Ray.

Mirisnya, alih-alih menjadikan guru sebagai tempat curhat, banyak pelajar remaja yang lebih pilih curhat kepada teman sebaya atau mencari informasi seputar kesehatan mental di media sosial.

Bahkan saat didalami lebih jauh, para siswa menjadikan ruang kelas saat jam pelajaran kosong, kantin hingga kamar mandi sebagai tempat paling nyaman untuk mencurahkan perasaan dan emosi yang dialaminya.

"Terdapat 9 dari 10 alias 94 persen pelajar SMA di Jakarta menjadikan sosial media sebagai sumber informasi utama terkait kesehatan jiwa, dan hanya 19 persen pelajar yang mengakses informasi kesehatan jiwa dari guru," jelas Dr. Ray.

Beruntungnya kata Dr. Ray, penelitian yang dilakuan selama periode Oktober 2024 ini menunjukan mayoritas pelajar remaja alias siswa SMA di Jakarta masih punya kemampuan prososial yang baik. Prososial adalah kemampuan untuk membantu orang lain tanpa imbalan.

"Tugas kita di sini memastikan supaya pro sosial yang ada pada 8 dari 10 harus 100 persen anak remaja punya prososial yang baik, punya kemampuan emosioanl yang baik, supaya bisa belajar dengan baik, bisa kerja dengan baik, bisa menjadi makhluk sosial yang baik," pungkasnya.

Di sisi lain, menanggapi penelitian ini Menteri Kesehatan 2014-2019 sekaligus Peneliti Fokus Kesehatan Indonesia (FKI), Prof. Nila Moeloek mengingatkan curhat sesama siswa tidak boleh jadi andalan utama, karena mencegah gangguan jiwa harus datang dari orang dewasa khususnya guru, orangtua, hingga profesional.

"Curhat sesama siswa bukan untuk dilakukan sebagai upaya mitigasi konseling, dikarenakan nantinya akan ada kemungkinan potensi saran yang tidak akurat sebab mereka tetap harus dibimbing, dan ini juga merupakan tugas orang tua, keluarga, serta guru di sekolah," timpal Prof. Nila.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Rekomendasi Cushion Ramah di Kantong Pelajar, Harga di Bawah Rp90 Ribuan

3 Rekomendasi Cushion Ramah di Kantong Pelajar, Harga di Bawah Rp90 Ribuan

Your Say | Rabu, 25 Desember 2024 | 17:50 WIB

Tips Menjaga Kesehatan Mental bagi Ibu: Kunci Membentuk Keluarga Bahagia

Tips Menjaga Kesehatan Mental bagi Ibu: Kunci Membentuk Keluarga Bahagia

Lifestyle | Senin, 23 Desember 2024 | 16:35 WIB

Lakukan Hal Ini Saat Pikiran Stres untuk Kembali Rileks

Lakukan Hal Ini Saat Pikiran Stres untuk Kembali Rileks

Health | Senin, 23 Desember 2024 | 14:56 WIB

Terkini

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB